080310 Kemenhub Kaji Ketat SIUP Firefly Indonesia

JAKARTA—Kementerian Perhubungan  (Kemnehub) berjanji  untuk mengaji secara ketat pemberian surat izin usaha penerbangan (SIUP) untuk maskapai  Firefly Indonesia guna menjaga kompetisi sehat di industri penerbangan.

“Hingga saat ini SIUP untuk Firefly belum dikeluarkan. Kami akan melakukan seleksi ketat. Apalagi isu akan hadirnya maskapai ini membetot perhatian pelaku usaha,” ungkap Direktur Angkutan Udara Ditjen Hubungan Udara Tri S Sunoko kepada Koran Jakarta, akhir pekan lalu.

FireFly adalah anak usaha Fly Firefly Sdn Bhd (Malaysia Airlines Group) dengan investor lokal. Maskapai yang menggunakan pesawat baling-baling jenis ATR 72 tersebut telah sukses melayani rute jarak dekat antar negara Malaysia-Indonesia.

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menilai, masuknya Firefly ke pasar lokal  berpotensi merusak bisnis maskapai nasional.  Hal ini karena melalui  brand perusahaan penerbangan asing dapat merusak dinama perusahaan penerbangan.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S. Gumay mengungkapkan, regualtor  tengah mengevaluasi mengarahkan Firefly untuk menggarap ruteinternasional.

“Tim internal tengah mengaji  untuk meningkatkan pemanfaatan penerbangan ke luar negeri hasil perjanjian dengan negara lain. Kita  lihat saja nanti, kemungkinan itu bisa,” katanya.

Dia menandaskan pihaknya tetap membuka izin pendirian maskapai baru baik berjadwal maupun carter, tetapi belum satupun maskapai itu beroperasi. Saat ini, pihaknya tengah memproses 11  SIUP maskapai baru dimana  Firefly termasuk salah satu di dalamnya.

Pilot Asing
Selanjutnya Herry menjelaskan, hingga saat ini Kemenhub masih mengizinkan pilot asing berkiprah di penerbangan domestik karena masih kurangya pasokan pilot lokal.

“Kami masih setujui pilot asing, termasuk hingga flight officer atau co pilot. Namun, tetap kita awasi,” katanya.

Dijelaskannya, sebelumnya,  Indonesia hanya mengizinkan tenaga asing hanya untuk instruktur, tapi kini, hingga pilot pun sudah diizinkan karena pasokan domestik belum mampu melayani.

“Sampai saat ini baru ada tujuh sekolah pilot di Indonesia dengan lulusan sebanyak 100-120 orang per tahun . Padahal, kebutuhannya hingga 400-500 pilot per tahun,” katanya tanpa  bisa memastikan sampai kapan kebijakan tersebut akan diterapkan.

Secara terpisah, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengungkapkan, dalam waktu empat tahun ke depan membutuhkan  100-120 pilot baru mengingat armada akan mencapai  116 unit dari saat ini 67 unit.
t-pilot baru per tahun hingga 2014,” katanya.

Diungkapkannya,  untuk memenuhi kebutuhan itu, pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah sekolah pilot seperti STIP Curuq, Malaysia dan Cebu Filipina. “Dari Curuq tahun ini akan dapat tambahan 41 lulusan pilot baru, sekitar 20-an dari Malaysia,” kata Emirsyah.

Emir menjelaskan, perseroan akan agrsif pada tahun ini karena berbagai aksi pemasaran tengah dilakukan. Salahsatunya adalah mengoptimalkan menggarap segemn koroprasi. “Kerjasama terbaru adalah dengan BP MIgas,” katanya.

Hasil kerjasama dengan BP MIgas untuk dua tahun diperkirakan bisa mencapai satu triliun rupiah untuk jasa kargo dan penumpang. “Kami akan merevisi target pendapatan dari segmen korporasi.  Bila sebelumnya dengan 750 perusahaan diperkirakan ada  omzet 2 triliun rupiah, saya rasa tahun ini akan melonjak,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s