080310 MCI Kaji Pindahkan Slot Orbit Protostar II

JAKARTA—PT Media Citra Indostar (MCI) sedang mengaji kemungkinan untuk memindahkan satelit Protostar II dari slot orbitnya guna mengoptimalkan penggunaan Ku-band di alat telekomunikasi itu.

“Sedang dilakukan kajian teknis untuk memindahkan satelit tersebut bersama mitra kami    SES SA (Perancis) dari slot 107.7 derajat Bujur Timur ke  108,8 derajat  Bujur Timur,” ungkap  Sekretaris Perusahaan  MCI Arya Mahendra  kepada Koran Jakarta, akhir pekan lalu.

Satelit Protostar II diluncurkan pada 16 Mei 2009 dan baru beroperasi pada 17 Juni 2009 menyusul in-orbit testing. Satelit Protostar II  menyediakan pelayanan kepada MCI dan PT MNC Skyvision, operator layanan televisi satelit Direct To Home (DTH) terbesar di Indonesia dengan merek dagang Indovision.

Satelit tersebut  menempati slot orbit milik Indonesia sesuai registrasi di Interntional telecommunication Union (ITU) yaitu  107,7 derajat  BT dengan  membawa 32 transponder. Dari 32 tranponder yang.dimiliki, 10 transponder aktif dan 3 transponder cadangan akan difungsikan sebagai penguat gelombang frekuensi S-Band untuk menyediakan jasa layanan penyiaran langsung ke rumah-rumah atau (Direct-To-Home/DTH).

Indostar-II juga menggunakan frekeunsi KU-Band (sekitar 20 transponder) yang  didesain untuk layanan  DTH dan telekomunikasi di India. Sedangkan transponder KU-Band lainnya digunakan untuk akses internet berkecepatan tinggi dan layanan telekomunikasi di Filipina , Taiwan maupun Indonesia.

Pada tahun lalu kepemilikan Protostar II berubah seiring bangkrutnya mitra MCI yakni Protostar Ltd. SES World Skies (SES) membeli satelit tersebut seharga  185 juta dollar AS, sehingga kepemilikan satelit sekarang diklaim oleh MCI adalah milik bersama dengan perusahaan Perancis itu.

Arya menjelaskan, apabila Protostar II tetap berada di slot orbit lama maka Ku-Band tidak dapat dimanfaatkan secara optimal karena bersinggungan  dengan S-Band dari satelit lainnya.  Namun, apabila dipindah ke slot 108,8 derajat Bujur Timur, maka tidak ada masalah lagi dengan interferensi. “Slot baru itu milik mitra kami SES,” jelasnya.

Namun, dikatakannya, langkah untuk merealisasikan pemindahan tidaklah mudah karena harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah Indonesia dan ITU. Selain itu dampak ekonomisnya adalah parabola milik satu juta pelanggan Indovision harus di-repointing mengikuti slot baru.

“Itu biayanya tidak murah. Tetapi saya jamin, jika ini terjadi negara tidak dirugikan. Malah diuntungkan karena sekarang memiliki dua slot  mengingat  slot lama tidak akan bisa diisi oleh satelit lainnya karena  adanya  interferensi,” jelasnya.

Secara terpisah, Direktur Kelembagaan Internasional Ditjen Postel Ikhsan Baidirus mengaku belum tahu dengan rencana dari MCI tersebut. “Kami sedang menunggu klarifikasi dari MCI baik itu soal pengajuan pemindahan slot atau bentuk kerjasama mereka dengan SES,” katanya sambil  menegaskan, hingga saat ini dari pemantauan fisik satelit Protostar II masih berada di slot orbit milik Indonesia.[dni]

080310 Kemenhub Kaji Ketat SIUP Firefly Indonesia

JAKARTA—Kementerian Perhubungan  (Kemnehub) berjanji  untuk mengaji secara ketat pemberian surat izin usaha penerbangan (SIUP) untuk maskapai  Firefly Indonesia guna menjaga kompetisi sehat di industri penerbangan.

“Hingga saat ini SIUP untuk Firefly belum dikeluarkan. Kami akan melakukan seleksi ketat. Apalagi isu akan hadirnya maskapai ini membetot perhatian pelaku usaha,” ungkap Direktur Angkutan Udara Ditjen Hubungan Udara Tri S Sunoko kepada Koran Jakarta, akhir pekan lalu.

FireFly adalah anak usaha Fly Firefly Sdn Bhd (Malaysia Airlines Group) dengan investor lokal. Maskapai yang menggunakan pesawat baling-baling jenis ATR 72 tersebut telah sukses melayani rute jarak dekat antar negara Malaysia-Indonesia.

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) menilai, masuknya Firefly ke pasar lokal  berpotensi merusak bisnis maskapai nasional.  Hal ini karena melalui  brand perusahaan penerbangan asing dapat merusak dinama perusahaan penerbangan.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S. Gumay mengungkapkan, regualtor  tengah mengevaluasi mengarahkan Firefly untuk menggarap ruteinternasional.

“Tim internal tengah mengaji  untuk meningkatkan pemanfaatan penerbangan ke luar negeri hasil perjanjian dengan negara lain. Kita  lihat saja nanti, kemungkinan itu bisa,” katanya.

Dia menandaskan pihaknya tetap membuka izin pendirian maskapai baru baik berjadwal maupun carter, tetapi belum satupun maskapai itu beroperasi. Saat ini, pihaknya tengah memproses 11  SIUP maskapai baru dimana  Firefly termasuk salah satu di dalamnya.

Pilot Asing
Selanjutnya Herry menjelaskan, hingga saat ini Kemenhub masih mengizinkan pilot asing berkiprah di penerbangan domestik karena masih kurangya pasokan pilot lokal.

“Kami masih setujui pilot asing, termasuk hingga flight officer atau co pilot. Namun, tetap kita awasi,” katanya.

Dijelaskannya, sebelumnya,  Indonesia hanya mengizinkan tenaga asing hanya untuk instruktur, tapi kini, hingga pilot pun sudah diizinkan karena pasokan domestik belum mampu melayani.

“Sampai saat ini baru ada tujuh sekolah pilot di Indonesia dengan lulusan sebanyak 100-120 orang per tahun . Padahal, kebutuhannya hingga 400-500 pilot per tahun,” katanya tanpa  bisa memastikan sampai kapan kebijakan tersebut akan diterapkan.

Secara terpisah, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengungkapkan, dalam waktu empat tahun ke depan membutuhkan  100-120 pilot baru mengingat armada akan mencapai  116 unit dari saat ini 67 unit.
t-pilot baru per tahun hingga 2014,” katanya.

Diungkapkannya,  untuk memenuhi kebutuhan itu, pihaknya juga bekerja sama dengan sejumlah sekolah pilot seperti STIP Curuq, Malaysia dan Cebu Filipina. “Dari Curuq tahun ini akan dapat tambahan 41 lulusan pilot baru, sekitar 20-an dari Malaysia,” kata Emirsyah.

Emir menjelaskan, perseroan akan agrsif pada tahun ini karena berbagai aksi pemasaran tengah dilakukan. Salahsatunya adalah mengoptimalkan menggarap segemn koroprasi. “Kerjasama terbaru adalah dengan BP MIgas,” katanya.

Hasil kerjasama dengan BP MIgas untuk dua tahun diperkirakan bisa mencapai satu triliun rupiah untuk jasa kargo dan penumpang. “Kami akan merevisi target pendapatan dari segmen korporasi.  Bila sebelumnya dengan 750 perusahaan diperkirakan ada  omzet 2 triliun rupiah, saya rasa tahun ini akan melonjak,” katanya.[dni]