020310 Memimpikan Hadirnya Grid Server

Lembaga konsultan  Frost & Sullivan belum lama ini memperkirakan   pendapatan dari pengelolan data center dan hosting di Asia Pasifik  tumbuh 14,7 persen atau mencapai 9,18 miliar dollar AS pada akhir tahun nanti. Sedangkan pada 2011 diharapkan terjadi pertumbuhan sebesar 16.4 persen atau membesar sebanyak  10.68 miliar dollar AS.
Menurut lembaga tersebut,  layanan  data center merupakan bisnis besar yang sedang berkembang dan merupakan salah satu bisnis yang bertahan dari resesi. Hal ini karena  sebanyak 2/5 dari total konsumsi energi suatu perusahaan dihabiskan untuk keperluan data center, dan hal tersebut membuat biaya pemeliharaan data center menjadi sangat mahal.

Pemain besar data center di kawasan regional adalah Jepang, Australia, Singapura, Hong Kong dan diikuti oleh Cina, India dan Malaysia.  Jepang adalah negara terbesar dengan   memiliki nilai pasar lebih dari 71 persen (US$5.7 miliar) dari total pendapatan tahun lalu.

Kebanyakan pertumbuhan di banyak negara ini dipicu oleh kuatnya permintaan domestik, dan didukung oleh para pembuat kebijakan melalui e-governance dan e-readiness. Di Asia, data center cenderung berpusat di kota-kota dengan biaya hidup tinggi, seperti Tokyo, Hong Kong, Singapura, Shanghai dan Sydney.

Angota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono menegaskan, Indonesia membutuhkan Grid Server agar terjadi perimbangan trafik antara keluar dan dalam negeri.

Grid server semacam pusat server untuk semua hal, baik data center, content center, atau data perusahaan.

“Singapura dan Malaysia sudah membangun Grid Server dengan dukungan serat optik nasionalnya. Kedua perusahaan ini berambisi menjadi tempat berkumpulnya data (hub) regional. Indonesia sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara harusnya tidak boleh ketinggalan,” katanya kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, jika negeri ini memiliki infrastruktur tersebut maka operator dari luar negeri akan lebih tertarik untuk bekerjasama dengan Indonesia karena semua informasi bisa diakses melalui Grid Server. “Investor dari luar negeri itu butuh banyak informasi tentang Indonesia mulai  seni budaya,  pariwisata, national digital library, dan lainnya. Ini tentu membuat  trafik akses dari luar negeri menigkat sehingga ada devisa yang masuk,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, keberadaan infrastruktur tersebut akan membuat  trafik domestik  naik, industri konten semarak,  dan akses terasa cepat karena pusat server berada di dalam negeri. “Lebih besar dari itu, Indonesia menjadi tuan di negeri sendiri dan dihargai orang asing,” tandasnya.

Masih menurutnya, investasi   membangun  Grid Server tidaklah mahal karena bisa dicicil server farm-nya. “Sayangnya banyak pemimpin operator belum tertarik dengan bisnis ini. Jika diserahkan ke vendor server, mereka tidak mau karena inginnya manage data saja Padahal ini adalah bisnis masa depan, sepertinya butuh insentif dari negara layaknya Palapa Ring,” ketusnya.

Praktisi Telematika Mochammad James Falahuddin mengakui, Grid server dibutuhkan untuk sebuah  infrastruktur cloud computing (Komputasi awan) yang ideal. “Grid Server dibutuhkan di level maturity atau  keempat dari cloud computing,” jelasnya.

Namun, untuk Indonesia yang belum booming Cloud Computing bisa dimulai dengan model virtualisasi di level operating system atau application server  yang biasa disebut level dua dan tiga dari cloud computing. “Nanti kalau pelanggannya sudah banyak bisa dipindahkan ke Grid Server,” katanya.

Menurut James, saat ini operator enggan berinvestasi membangun Grid Server karena  belum punya solusi software yang cocok untuk ditawarkan melalui  cloud computing. “Jadinya hitung-hitungan bisnisnya belum menguntungkan karena pasar belum terbentuk,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s