020310 Amdocs Menangkan Tender Billing System Telkomsel

JAKARTA—Telkomsel akhirnya menyelesaikan tender  Operating System Software, Billing Software System (OSS, BSS) senilai 1,2 triliun rupiah pada akhir Februari lalu dengan menunjuk Amdocs sebagai pemenang lelang.

“Proses lelang sudah selesai. Perusahaan asal Amerika Serikat yang menang yaitu Amdocs,” ungkap Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Diharapkannya, Amdocs bisa membantu perseroan dalam melayani pelanggan di masa depan khususnya menjalankan new services seperti mobile data. “Kami menyiapkan database untuk lebih dari 100 juta pelanggan. Tender ini dibuat agar bisa memahami kebutuhan pelanggan dari pola trafik yang dilakukannya,” katanya.

Sebelumnya, kala tender dilangsungkan Menkominfo Tifatul Sembiring sempat mempertanyakan keikutsertaan Amdocs karena perusahaan ini diisukan berasal dari Israel. Klarifikasi dilakukan oleh Kedubes AS pada Menkominfo dengan menyatakan perusahaan tersebut berasal dari negeri Paman Sam.

Padahal, berdasarkan penelusuran di Internet, perusahaan ini pernah terlibat bersama agen rahasia Israel, Mossad, dalam menyadap gedung putih beberapa tahun lalu. Belum lagi adanya pemberitaan   tentang Amdocs Inc  yang  memberikan surat eksepsi untuk memasukkan form F3 kepada SEC (Komisi Bursa Saham Amerika). Form F3 sebenarnya hanya diperuntukkan bagi perusahaan/penerbit saham asing.

Hal ini menimbulkan keraguan apakah Amdocs Inc memang benar-benar perusahaan Amerika Serikat karena menurut SEC,  Amdocs Inc  dipandang sebagai perusahaan/penerbit asing (foreign issuer) walaupun berdomisili di Amerika Serikat.

Dalam pelaksanaan lelang pun muncul suara miring khususnya perlakuan Telkomsel dua peserta yaitu Convergys dan Amdocs. Hal itu bisa dilihat dari   pelaksanaan  Prove of concept (POC) yang waktunya  sengaja dibuat sangat ketat. Hal ini membuat dua perusahaan   itu diuntungkan karena   selama ini menangani  billing eksisting dari Telkomsel.

Keanehan lain dari tender  adalah rencana digunakan dua vendor yakni masing-masing untuk On Line Charging System (OCS) dan System Control Point (SCP). Padahal, sistem yang ideal adalah OCS dan SCP  berasal dari satu vendor  agar  mendapatkan performa lebih bagus dengan harga murah. Kabarnya ini untuk mengakomodir kepentingan pihak-pihak tertentu yang selama ini menjadi agen tak resmi alias makelar dari perusahaan-perusahaan asal Israel.

Sebelumnya, Praktisi telematika Raherman Rahanan mengungkapkan, vendor yang memiliki kompetensi kuat untuk OCS  adalah Huawei, Nokia Siemens Network (NSN), dan Ericsson. Sedangkan  Amdocs dan Convergys    lebih  ke arah Business Support System (BSS).  “Ada kemungkinan Convergys dan Amdocs mengikuti tender sebagai “Main Vendor”. Mereka tentu akan introduce lini produk untuk BSS . Sementara untuk komponen OCS  menggunakan pihak ketiga,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s