250210 Wimax bisa menjadi icon Indonesia

Oleh : Gunadi Dwi Hantoro

(Pengamat dan Praktisi Telekomunikasi)

Bicara  BWA (Broadband Wireless Access) tentunya tidak bisa lepas dengan yang namanya teknologi WiMAX (Worldwide Interoperablity for Microwave Access). Dengan potensi yang dimiliki, WiMAX menjadi bahan gunjingan dan harapan baru baik bagi operator, regulator, vendor maupun masyarakat calon pengguna broadband.

Persepsi yang berkembang, WiMAX merupakan teknologi yang mampu untuk memberikan kecepatan data hingga 70 MBps dan dengan jarak jangkau hingga 50 km.

Namu demikian untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah karena sangat tergantung dengan besarnya bandwidth dan juga dengan kondisi lingkungan berada. Yang pasti bisa disimpulkan bahwa untuk WiMAX di Indonesia tidak bakal mampu memberikan layanan hingga 70 Mbps karena terkait dengan kanalisasi yang tersedia.

WiMAX merupakan salah satu teknologi broadband yang menggunakan teknologi wireless sebagai media penghubung antara sentral office (operator) ke user (pelanggan). Berbeda dengan teknologiwireless broadband sebelumnya seperti WiFi maupun 3G,  WiMAX menjanjikan efisiensi frekuensi, kecepatan data maupun jangkauan yang lebih luas.

Operator

Di Indonesia, kondisi telekomunikasi memiliki keunikan tersendiri dari sisi jumlahnya.Lihat saja kasus operator seluler baik yang berbasis teknologi GSM maupun CDMA.Dengan penjumlahan operator CDMA dan  GSM, Indonesia menjadi negara dengan pemain terbanyak di dunia (ada 12 operator).

Operator BWA (WiMAX) di Indonesia tidak kalah denganjumlah operator seluler. Biladijumlahantara operator 3,3 GHz dan 2,3 GHz digabung, terdapat 16 operator.

TKDN

Berdasarkan Peraturan Menkominfo No 7/2009 tentang Penataan Frekuensi Radio untuk Keperluan Layanan Pita LebarNirkabel (Wireless Broadband) pasal 17 ayat 1 disebutkan, perangkat telekomunikasi yang digunakan pada frekuensi radio 2,3 GHz dan 3,3 GHz wajib memenuhi kandungan lokal (TKDN) minimal 30% untuk subscriber station (SS) dan 40% untuk base station (BS).

Berbeda dengan perangkat broadband yang lain seperti 3G, WiFi maupun DSL. Perangkat tersebut tanpa ada syarat kandungan TKDN untuk dapat diimplementasikan oleh operator. Sehingga bisa dibayangkan investasi triliunan rupiah dari banyak operator seluler di Indonesia terhempas keluar negeri. Hanya sekitra 3-4 % saja yang masih tertinggal di dalam negeri.

Dan demikian juga tidak jauh berbeda dengan investasi dari hotspot (menggunakan teknologi WiFi) atau DSL

Sampai sekarang tidak ada pabrikan lokal yang memproduksi baik perangkat seluler, WiFi maupun DSL. Jangankan untuk produksi perangkat seluler guidance yang berupa buku-buku seluler yang berbahasa Indonesia sangat jarang apalagi menyangkut aspek design yang dapat dikatakan tidak ada.  Kita hanya sebatas pengguna.

Dengan demikian, WiMAX disini dapat menjadi cirikhas Indonesia karena dengan munculnya peraturan yang baru dimaksud munculah perusahaan (pabrikan) dalam negeri yang mampu untuk memproduksi perangkat WiMAX. Sebut saja TRG, Harifft,  LEN dan Abhimata yang mengusung perangkat tersebut.

Bukan tidak mungkin Indonesia akan seperti China, karena banyak vendor yang mau bekerjasama dengan industri lokal sehingga menciptakan ekses baru seperti pembukaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi  dan meningkatkan kemandirian bangsa.

Standar

Jika kita melihat kestandar WiMAX yang ada (mengacukestandar WiMAX Forum), maka standar yang beredar di Indonesia memiliki karakteristik khusus. Sebagai contoh BWA  frekuensi 2,3 GHz. Bila melihat ke WiMAX Forum maka frekuesni dimaksud diperuntukkan untuk alokasi frekuensi mobile WiMAX sedangkan di Indonesia untuk fixed WiMAX.

Selain itu juga bisa dibandingkan lebih detil lagi terkait dengan channel bandwidth (kanalisasi) tiap carriwe yang banyak mengacu keteknologi Fixed WiMAX.  Di frekeunsi 3,3 GHz, tidak mengacu ke profile WiMAX forum untuk fixed WiMAX karena di profile WiMAX forum maka yang ada hanya untuk frekuensi 3,5 GHz dan 5,8 GHz. Dengan demikian Indonesia menganut frekuensi minoritas.

Selain memiliki karakteristik khusus, maka bagi pemerintah dan vendor dalam negeri, spesifikasi teknis tersebut dapat dijadikan sebagai entry barrier masuknya produk asing kedalam negeri. Namun demikian, ini adalah suatu tantangan bagi vendor dalam negeri untuk menunjukkan kualitas baik dari sisi barang dan harga yang tidak kalah bersaing dengan produk asing.

Market Broadband

Bila melihat dari infrastruktur broadband yang telah tersedia seperti 3G, DSL maupunWiFi, maka pelanggan broadband Indonesia masih sangat sedikit. Menurut beberapa sumber,penetrasi broadband di Indonesia masih hanyasekitar 0,1 % dengan jumlah pengguna internet hanya sekitar 20 juta. Dan bila dibandingkan dengan jumlah penduduk dan potensi pasar yang ada maka masih banyak peluang yang bisa diambil oleh para operator untuk memberikan layanan broadband internet.

IKON Indonesia

Berdasar uraian diatas dan semakin banyaknya ekosistem yang terlibat dalam pengembangan BWA atau WiMAX Indonesia, maka diyakini bahwa WiMAX dapat menjadi IKON Indonesia. Bagaimana tidak dari sisi banyaknya operator, jumlah pabrikan atau vendor dalam negeri, besarnya potensi pasar maka Indonesia bisa menjadi IKON atau negeri WiMAX. Dalam seminar WiMAX strategies Asia bulan November 2009 yang lalu, operator WiMAX Packet One  menyatakan bahwa Malaysia merupakan negeri WiMAX.

Kalaupun demikian kenapa kita tidak jugamempromosikan bahwa WiMAX  bisa menjadi IKON Indonesia. Bandingkan dengan jumlah operator WiMAX di Malaysia, jumlah potensi pasar, jumlah pabrikan dalam negeri, maka Indonesia jauh memimpin bila disbanding dengan negeri jiran dimaksud. Semoga saja dan tentunya tidak sebatas IKON namun dapat bermanfaat bagi pengembangan ICT dan internet murah nasional.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s