180210 Kemenkominfo Siapkan Insentif Rp 800 Miliar

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) menyiapkan dana sebesar 700 hingga 800 miliar rupiah untuk lanjutan pembangunan serat optik Palapa Ring di Kawasan Timur Indonesia.

Sekjen KemenKominfo Basuki Yusuf Iskandar mengungkapkan, dana tersebut berasal dari pungutan Universal Service Obligation (USO)  para operator.

“Besarannya   1,25 persen dari pendapatan kotor para operator. Kita anggarkan sebesar   700-800 miliar rupiah  saja untuk insentif lanjutan Palapa Ring,” katanya di Jakarta, Rabu (17/2).

Diharapkannya, adaya insentif untuk melanjutkan pembangunan Palapa Ring yang telah dimulai oleh Telkom pada November tahun lalu untuk rute Mataram-Kupang akan meningkatkan nilai investasi di kawasan itu sebesar 4-5 kali lipat.

Secara terpisah, Telkom berencana akan mengintegrasikan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) konsorsium South-East Asia Japan Cable System (SJC) dengan SKKL yang telah dimiliki TelkomGroup  baik Domestik maupun Internasional.

SKKL Domestik adalah Jasuka (Jawa-Sumatera-Kalimantan (darat & laut)), SUB (Surabaya-Ujung Pandang-Banjarmasin) dan Jaka2LaDeMa (Jawa-Kalimanatan-Sulawesi-Denpasar-Makasar), sedangkan SKKL Internasional adalah Asia America Gateway (AAG), Batam Singapore Cable System (BSCS), Thailand Indonesia Singapore Cable System (TIS) dan Dumai Melaka Cable System (DMCS).

Untuk melengkapi jaringan SJC sampai ke Amerika Utara maka SJC akan disambungkan dengan SKKL lain dengan rute Japan-US dimana tersedia banyak system seperti antara lain Unity, Japan-US (JUS) dan TGN. Selain itu, dalam rangka penguatan network domestik dan internasional,  TelkomGroup merencanakan  akan membangun SKKL Jakarta-Singapore 3rd Route.

Telkom belum lama ini ikut dalam konsorsium SJC melalui  anak usaha PT. Telekomunikasi Indonesia International (TII). Direncanakan SJC akan dibangun oleh NEC dan Tyco yang sudah mempunyai reputasi di bidang konstruksi SKKL.

Direktur Utama TII Mulia P Tambunan menjelaskan, langkah strategis itu dilakukan   sebagai antisipasi terhadap pertumbuhan demand bandwidth internasional yang  sangat tinggi di tahun 2010 hingga tahun 2014, terutama dari  TelkomGroup.

“Kapasitas SJC yang besar diharapkan dapat menekan biaya bandwidth International sehingga biaya layanan internet juga akan semakin murah. Hal ini akan menjadi faktor pendorong bagi peningkatan penetrasi penggunaan broadband internet Indonesia, yang saat ini masih rendah,” tandasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s