130210 Kemenhub Minta Maskapai Optimalkan Rute Timur Tengah

JAKARTA—Kementrian Perhubungan meminta maskapai penerbangan lokal untuk mengoptimalkan rute ke Timur Tengah agar azas resiprokal bisa dirasakan manfaatnya oleh negara dan masyarakat.

“Banyak rute ke Timur Tengah yang belum digunakan oleh maskapai lokal. Padahal, maskapai asing dari negara-negara tersebut sudah masuk ke Indonesia. Ini kan jadinya timpang dari sisi neraca,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti Singayuda Gumay di Jakarta, Jumat (12/2).

Diungkapkannya, maskapai asal Timur Tengah yang masuk ke Indonesia diantaranya Qatar Airways (Qatar), Etihad Airways, (UEA), Mohan Air (Taheran).

“Seharusnya maskapai kita juga masuk ke negara-negara asal dari amskapai tersebut. Kami mendorong maskapai untuk melakukan itu karena ada ceruk pasar yang bisa digarap oleh pemain lokal, khusunya untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Sejauh ini baru Garuda Indonesia yang akan masuk Abu Dhabi pada Juni nanti,” katanya.

Minati Jeddah
Herry menjelaskan, saat ini rute yang paling tinggi diminati oleh maskapai lokal adalah Jakarta-Jeddah karena pasarnya sudah jelas yakni untuk mengangkut penumpang Haji, Umroh, bisnis,  dan TKI.

Saat ini Indonesia memiliki jumlah penerbangan sebanyak 21 kali seminggu untuk rute tersebut. Dua maskapai telah menggunakan rute itu yakni   Garuda Indonesia (11 kali seminggu) dan Lion Air ( 5 kali seminggu).

“Jumlah frekuensi ke Jeddah akan ditambah menjadi 35 kali seminggu. Secara prinsip sudah ada kesepakatan dengan otoritas penerbangan setempat. Tinggal formalitasnya saja,” katanya.

Rencananya Batavia Air akan ikut meramaikan rute ini sebanyak tiga kali seminggu. Namun, maskapai ini belum mengantongi izin mendarat (Landing Permit) dari  Otoritas penerbangan Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA).

Secara terpisah, Juru bicara Batavia Air Eddy Haryanto mengatakan pihaknya masih menunggu izin dari GACA, karena perizinan dari Kementerian Perhubungan sudah tidak bermasalah.

“Izin dari GACA masih belum keluar, masih menunggu. Kalau dari Kemenhub sudah tidak ada masalah lagi,” jelasnya.

Herry mengaku, sebagai regulator akan siap membantu Batavia untuk mendapatkan landing permit dari GACA. “Sekarang kita tunggu saja kabar dari GACA. Informasi terakhir GACA telah melakukan audit ke Batavia,” jelasnya.

Secara terpisah, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengungkapkan, sejak awal maskapainya mendapatkan jatah penggunaan frekuensi dalam seminggu sebanyak 7 kali. “Kami baru manfaatkan lima kali. Dalam waktu dekat, sisa dua kali itu akan dimanfaatkan,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s