120210 Global Teleshop Kaji Beli Pabrik Ponsel

JAKARTA– PT Cipta Multi Usaha Perkasa, sedang mempertimbangkan rencana untuk membeli pabrik ponsel di China untuk memperkuat produk dengan merek lokal besutan perseroan yang akan diluncurkan pada akhir kuartal pertama ini.

Cipta Multi Usaha Perkasa adalah distributor ponsel yang dikenal dengan nama Global Teleshop. Perseroan mendistribusikan produk keluaran merek terkenal seperti Nokia, LG, dan Samsung.

Merek lokal yang akan dibesut dikabarkan dilabeli G-Mobile.

“Kami memang berencana untuk mengeluarkan produk dengan merek lokal. Namanya masih rahasia. Rencananya pada kuartal pertama ini,” ungkap Presiden Direktur Utama PT Cipta Multi Usaha Perkasa Djatmiko Wardoyo, di Jakarta, Kamis (11/2).

Dijelaskannya, merek lokal dikeluarkan untuk melihat reaksi pasar dari produk milik perseroan. “Produk ini dari China. Jika diterima dengan baik oleh pasar, kenapa tidak sekalian dibeli pabriknya,” katanya.

Direktur Operasional Teleshop Andreas Thamrin menambahkan, pada tahun 2010 perseroan juga  akan menambah 100 gerai untuk melengkapi jumlah menjadi 400 gerai.

“Dana yang disiapkan untuk menambah jumlah dan fasilitas gerai tersebut mencapai 30 miliar rupiah. Kami harus meningkatkan kualitas layanan outlet, sehingga memberi kenyamanan bagi konsumen,” tambahnya.

Hingga kini Global Teleshop mengelola jaringan ritel seluler di 110 kota pada 28 propinsi, terdiri atas 286 outlet Global Teleshop, 21 outlet Nokia Branded Retail, 20 outlet LG Mobile Showroom and Service Center, dan 15 gerai Halo.

Pada tahun ini perseroan menargetkan pendapatan sebesar 1 triliun rupiah meningkat  dari sekitar 850 miliar rupiah pada tahun 2009.

Sedangkan Head of Department Handheld Product PT Samsung Mobile Indonesia Hioe An Kin memperkirakan, ponsel merek lokal belum menjadi ancaman bagi merek terkenal.

“Saya prediksikan hanya lima merek yang akan berkibar, itu pun jika memiliki pondasi kuat. Jika tidak, dalam waktu beberapa lama lagi merek itu akan hilang ditelan bumi karena pemiliknya hanya ingin mencari keuntungan sesaat,” jelasnya.

Pondasi yang kuat dimaksudnya adalah layanan purna jual, fitur yang inovatif, merek yang kuat, dan lainnya.

An Kin pun memperkirakan pada tahun ini penjualan ponsel di Indonesia akan  menembus 30 juta unit atau tumbuh 17 persen dari   26 juta unit pada tahun lalu.

Dijelaskannya,  dari proyeksi 30 juta unit ponsel yang akan terserap tahun ini sekitar 10 persennya adalah ponsel pintar dengan spesifikasi berbasis sistem operasi tertentu (smarthphone).

Deputy VP Channel Management Telkomsel Agus Setia Budi menambahkan, dalam rangka mengakuisisi pelanggan baru, operator banyak menggandeng vendor ponsel. “Ini akan menjadi peluang bagi vendor, karena harga ponsel makin murah, tentu tidak menarik hanya menawarkan kartu perdana saja,” katanya.

Bundling terbaru yang dilakukan Telkomsel bersama Nokia dengan memanfaatkan program valentine yang diberi nama Sepulsa Berdua. “Kami menargetkan ada 100 ribu unit bundling ini terjual di pasar,” katanya.

Paket Bundling ini menawarkan Nokia seri 6760,5230 atau 2730 dengan bonus perdana simPATI senilai 100 ribu rupiah. Sedangkan pelanggan yang membeli paket bundling Nokia seri 5030 atau 2690 akan mendapatkan perdana kartuAS berisi bonus 50 SMS per hari dan internet 1 MB.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s