110210 Revisi Tarif Berlaku untuk Semua Maskapai

JAKARTA—Revisi  tarif batas atas untuk Penumpang Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri  yang dilakukan oleh Kementrian Perhubungan (Kemenhub) berlaku untuk semua maskapai lokal berdasarkan jenis layanan yang diberikan.

“Revisi itu berlaku untuk semua pemain dengan melihat nanti jasa yang ditawarkan yaitu full service, medium, atau Low Cost Carrier (LCC). Di luar parameter itu, jika ada maskapai yang merasa memiliki layanan bintang 4 seperti Garuda Indonesia, ingin mendapat perlakuan beda, itu tidak dapat diberikan,” tegas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bhakti S Gumay, di Jakarta, Rabu (10/2).

Dikatakannya, operator nanti berhak untuk menentukan masuk dalam kategori layanan yang ditawarkan oleh regulator (Full Service, Medium,LCC). “Jika ada jenis kategori yang didapat di luar ketentuan pemerintah, kami anggap itu gimmick pemasaran,” katanya.

Sebelumnya, Inaca mengungkapkan masih ada perdebatan terkait revisi tarif batas atas dimana Garuda sebagai maskapai bintang 4 ingin mendapatkan perlakuan berbeda dalam penerapan tarif batas atas.

Herry mengatakan, pemerintah nantinya akan membuat parameter untuk memenuhi kategori layanan. Misal, untuk full service wajib menyediakan kursi dengan jarak 32 inci, memberikan makanan dan minuman, dan hiburan di atas pesawat..

Selanjutnya dikatakannya, dalam revisi untuk komponen tarif akan terdiri atas tarif jarak, PPN, iuran asuransi, dan surcharge. “Kami juga akan melihat nilai tukar dollar dan harga avtur yang berlaku. Jika harga avtur melambung tinggi, bisa diterapkan fuel surcharge yang penetapan besarannya ditentukan oleh regulator,” katanya.

Sedangkan harga avtur yang berlaku dalam revisi tarif batas atas sekitar 10 ribu rupiah sesuai dengan kondisi saat ini

Naik 15 %
Pada kesempatan sama, Direktur Angkutan Udara Tri S Sunoko memprediksi pada tahun ini jumlah penumpang udara akan tumbuh sebesar `15 persen. “Tahun lalu tumbuh 17 persen dengan jumlah  48.514.639 penumpang,” katanya.

Angka itu terdiri atas  43.556.083 penumpang  domestik dan 4.958.556 penumpang internasional.

“Angkanya masih belum final, karena masih ada beberapa maskapai yang belum melaporkan penumpang pada Desember lalu. Tetapi angkanya sudah tidak terlalu signifikan,” katanya.

Dari seluruh jumlah penumpang tersebut, maskapai Lion Mentari Airlines (Lion Air) menjadi pemimpin penerbangan domestik dengan jumlah penumpang 13, 377 juta penumpang. “Lion memiliki market share  terbanyak yaitu 30,7 persen,” paparnya.

Selanjutnya Garuda Indonesia menyusul dengan 8,398 juta penumpang dengan pangsa pasar sebesar 19,28 persen. Kemudian menyusul Batavia Air dengan 6,107 persen (14 persen), Sriwijaya Air 5,464 juta (12,55 persen), Mandala Airlines 3,552 juta (8,64 persen), Merpati Nusantara Airlines 1,95 juta (4,48 persen), Indonesia AirAsia  1,454 juta (4,34 persen).

Dikatakannya, menanjaknya penerbangan nasional terjadi karena maskapai terus menambah armada dan  meningkatnya perekonomian nasional.

“Daya beli masyarakat sudah mulai meningkat jadi penerbangan pun semakin meningkat,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s