090210 Kemenkominfo Jaga Liberalisasi Telekomunikasi

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berjanji akan menjaga liberalisasi di sektor telekomunikasi dengan mendorong tarif lebih murah dan menambah pemain untuk menjaga kompetisi.

“Semangat kami adalah membuka kompetisi agar tercipta layanan yang berkualitas dan tarif terjangkau bagi masyarakat. Jadi, kalau ada sektor yang masih kurang pemain bisa saja ditambah,” kata Menkominfo Tifatul Sembiring kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, saat ini di beberapa layanan, masih kurang pemain sementara pasarnya lumayan besar. Salah satunya adalah untuk kode akses Sambungan Langsung Internasional (SLI). “ Di SLI itu belum terlalu padat. Tahun ini kemungkinan ditambah pemainnya. Sudah ada satu operator yang mengajukan proposal yaitu PT XL Axiata. Nanti akan dikaji,” katanya.

Sedangkan untuk tarif ritel komunikasi, Tifatul mengungkapkan, masih bisa diturunkan, terutama untuk akses internet. “Tarif suara sedang dikaji untuk diturunkan kembali biaya interkoneksi. Jika ini bisa diturunkan, bisa memacu turunnya tarif jasa lainnya seperti akses internet,” katanya.

Sebelumnya, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengungkapkan, biaya interkoneksi di Indonesia masih bisa diturunkan sebesar 10 persen setelah terjadi penurunan terakhir dua tahun lalu. Namun, jika kebijakan itu dilakukan, kualitas layanan ke pelanggan dikorbankan karena tidak ada ekspansi jaringan.

Hal itu tak bisa dilepaskan dari   kondisi keuangan operator masih berdarah-darah akibat krisis ekonomi dua tahun belakangan ini. Sementara untuk pemain SLI, saat ini di Indonesia ada tiga pemain yakni Telkom, Indosat, dan Bakrie Telecom.

Bakrie Telecom adalah pemain yang baru mengoperasikan kode akses SLI 009. Belum setahun perjalanan layanannya diterpa isu minimnya rekanan operator di luar negeri serta menyelenggarakan layanan Voice Over Internet Protocol (VoIP), tetapi tarif yang dikenakan adalah clear channel.[dni]

090210 Aruba Networks Hadir di Indonesia

JAKARTA— Pemimpin global untuk solusi 802.11n wireless LAN dan mobility,  Aruba Networks, Inc, mulai masuk ke pasar Indonesia sejak bulan lalu dengan   membawa seluruh jajaran produk wireless LAN, manajemen keamanan, kantor cabang, dan jaringan, yang didukung pelatihan serta layanan kelas dunia.

Perusahaan yang bermarkas di  Sunnyvale, California, ini dikenal sebagai  pemasok

kedua terbesar untuk produk wireless LAN skala enterprise.

“Kami melihat di Indonesia pasar untuk produk Aruba lumayan besar. Hal itu ditandai dengan mulai fokusnya sektor  kesehatan, pendidikan, keuangan, asuransi, dan organisasi pemerintahan  untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kolaborasi infrastruktur

jaringan mereka,” kata Country Manager Aruba di Indonesia dan Malaysia, Kevin Wong, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (8/2).

Dia optimistis, solusi yang ditawarkan perseroan   memungkinkan para pengguna mobile untuk mengakses jaringan kantor dari mana pun mereka bekerja, dan sangat ekonomis untuk industri skala kecil dan menengah, tapi masih cukup fleksibel untuk digunakan

perusahaan besar sekalipun.

”Satu di antara produk yang diluncurkan di Indonesia, adalah AP-105, akses poin 802.11n dua gelombang yang ringkas” katanya.

AP-105 diharapkan dapat mempercepat penggunaan 802.11n dengan menawarkan tingkat keamanan sesuai standar enterprise, tingkat throughput yang tinggi, dukungan video streaming, serta berbagai fitur kunci lainnya yang sebelumnya hanya tersedia di perangkat yang lebih mahal.

Meskipun dirancang untuk memenuhikebutuhan perusahaan berskala besar, AP-105 memiliki harga yang cukup kompetitif untuk bisnis skala kecil.

“Walaupun mengintegrasikan begitu banyak fungsionalitas ke dalam access point berukuran ringkas dengan harga yang terjangkau merupakan tantangan teknis yang tinggi, kami percaya bahwa Aruba telah berhasil menciptakan diferensiasi bagi AP-105 dibanding produk lain yang harganya dua kali lipat,” katanya.[dni]

090210 XL Perkuat Layanan di Sumatera

JAKARTA—PT XL Axiata Tbk (XL) memperkuat layanannya di Pulau Sumatera untuk mengantisipasi bergesernya peta kompetisi seluler pada tahun ini.

“Pusat persaingan tetap akan terjadi di Jawa. Tetapi untuk akuisisi pelanggan, Sumatera salah satu area yang potensi untuk digarap,” ungkap Presdir XL Hasnul Suhaimi melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (8/2).

Diungkapkannya, di Sumatera saat ini XL memiliki 5,8 juta pelanggan yang didukung oleh  4.351 BTS (2G/3G). “Kapasitas yang dimiliki lumayan besar, karena itu kami berani melakukan kerjasama roaming nasional dengan Axis di wilayah ini mulai Januari lalu,” katanya.

Diungkapkannya, untuk beberapa wilayah di Sumatera, XL menjadi pemimpin pasar seperti Bangka Belitung. “Trafik tertinggi komunikasi untuk seluruh operator itu di Medan. Area ini pusat pertempurannya Sumatera dari seluruh operator yang beroperasi,” tuturnya.

Berdasarkan catatan, penguasa pasar Sumatera adalah Telkomsel dengan 24 juta pelanggan, disusul XL, Indosat, dan TelkomFlexi.

Secara terpisah, GM Marketing Communications Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, pihaknya   kembali memberikan kesempatan bagi pelanggan simPATI untuk menikmati kenyamanan berkomunikasi yang semakin murah dengan program Talkmania.

Talkmania adalah program bebas menelpon berkali-kali seharian selama 100 menit ke lebih dari 82 juta nomor Telkomsel. Program ini berlaku mulai 9 Februari 2010. Layanan ini sempat dihentikan oleh Telkomsel beberapa waktu lalu karena digugat oleh pengguna karena banyak kesalahan dalam sistim penagihan.

“Program Talkmania ini merupakan apresiasi kami terhadap tingginya kepercayaan pelanggan simPATI yang kini telah mencapai sekitar 59 juta pelanggan. Kami berharap program ini dapat menambah benefit simPATI sebagai kartu prabayar yang paling banyak digunakan pengguna selular di Indonesia, karena secara nyata program ini dapat memberikan penghematan signifikan dalam anggaran komunikasi pelanggan.”

Dikatakannya, guna melengkapi program Talkmania, pelanggan simPATI juga akan memperoleh bonus akses internet sebesar 5 MB yang dapat dipakai satu hari dengan membeli paket internet 5 MB seharga  5.000 rupiah per 7 hari.[dni]