300110 ACFTA Picu Produsen Impor CBU

JAKARTA–Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) memicu produsen elektronik untuk mengimpor produk secara Completly Build Up (CBU) dari negeri Tirai Bambu.

“Ada beberapa produk yang sebelumnya Completly Knocked Down (CKD), bisa diimpor secara CBU. Ini akibat adanya ACFTA,” ungkap GM Marketing & Managing Department Changhong Electric Indonesia, Liem Swie Hong di Jakarta, Jumat (29/1).

Diungkapkannya, produk yang bisa diimpor secara CBU diantaranya LCD TV. “Tetapi bagi merek China yang telah beroperasi di Indonesia tidak akan menurunkan komitmen untuk meningkatkan kapasitas pabrik yang beroperasi di Indonesia. Lini produksi yang diimpor secara CBU akan diganti dengan produk lainnya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, Changhong di Indonesia sejak dua tahun lalu menanam investasi sebesar 10 juta dollar AS untuk membangun pabrik TV, AC, dan kulkas dengan memperkerjakan 1.200 tenaga kerja.

Selama ini kapasitas produksi untuk kulkas (100 ribu unit), DVD (200 ribu unit), TV (750 ribu unit). Sebanyak 40 persen dari total produksi di jual ke pasar lokal, sisanya untuk pasar luar negeri.

Hadirnya kemudahan dengan adanya ACFTA, ungkap Liem, membuat perseroan berencana untuk mengisi lini produk di Indonesia untuk lemari es, kipas angin, mesin cuci, dan ponsel.

Fokus TV
Direktur Utama Changhong Electric Indonesia Washington Feng mengungkapkan, untuk aksi pemasaran perseroan di Indonesia pada 2010 akan mulai menggeber penjualan TV setelah sukses dengan produk AC.

“Secara global perusahaan ini berinvestasi dua miliar dollar AS untuk plasma TV, 200 juta dollar untuk LCD, dan 500 juta dollar AS bagi teknologi Oled,” katanya.

Guna menggeber penjualan, perusahaan ini melepas TV panel layar datar berbasis LCD, LED, dan plasma dengan variasi ukuran mulai 19 inchi hingga 58 inchi.

“Salah satu inovasi adalah menawarkan LCD TV dengan fitur game berukuran 32 inchi,” katanya.

Liem mengharapkan, untuk tahun ini akan terjual 120 ribu unit TV dari tiga jenis yang dijual (LCD, LED, Plasma). “Kami juga menawarkan produk yang super slim dan teknologi ramah lingkungan. Selain itu semua produk sudah sesuai standar nasional Indonesia,” katanya.

Berdasarkan catatan, setiap tahunnya nilai pasar elektronik di Indonesia sekitar 18 triliun rupiah. Changhong mengharapkan untuk produk AC bisa meraih 12-15 persen pangsa pasar, sementara untuk TV sekitar 8 persen.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s