250110 KPPU Awasi Tender Pengadaan Barang di BUMN Telekomunikasi

JAKARTA—Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berjanji mengawasi pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor telekomunikasi untuk menghindari terjadinya praktik persaingan tidak sehat.

“KPPU memiliki wewenang untuk menyelidiki tender yang dilakukan oleh semua badan usaha, termasuk BUMN. Ini sesuai dengan rencana kerja yang digarap KPPU untuk tahun ini,” ungkap juru bicara KPPU A.Junaidi kepada Koran Jakarta, akhir pekan lalu.

Dijelaskannya, sektor telekomunikasi menjadi salah satu perhatian karena biasanya untuk pengadaan barang dan jasa selalu dibungkus dengan spesifikasi tertentu yang menguntungkan rekanan dari pejabat pengadaan barang.

“Umumnya berlindung dibalik hal-hal seperti itu, ini belajar dari 80 persen kasus yang ditangani selama ini. Kalau dibiarkan bisa berpengaruh kepada masyarakat karena layanan ke pelanggan bisa menjadi mahal,” katanya.
Menurut Junaidi, pejabat yang mengkondisikan dam memfasilitasi persekongkolan sudah tidak lagi menjalankan tugas publiknya. Maka, secara de facto telah menjadikan posisi pejabat publik tersebut sebagai pelaku usaha yang melaksanakan kegiatan ekonomi.

Sehingga kepadanya dimungkinkan penjatuhan sanksi yang tidak berbeda dengan pelaku usaha yang lain sebagaimana diatur dalam pasal 47 yang meliputi perintah untuk menghentikan kegiatan yang terbukti menimbulkan praktek monopoli dengan  penetapan pembayaran ganti rugi atau  pengenaan denda serendah-rendahnya satu miliar rupiah dan setinggi-tingginya  25 miliar rupiah.

Untuk  diketahui, di industri telekomunikasi saat ini sedang dihebohkan dengan tender billing system untuk  Operating System Software, Billing Software System (OSS,BSS) senilai 1,2 triliun rupiah yang  digelar anak usaha Telkom yaitu Telkomsel.

Tender diikuti oleh Convergys, Amdocs, Comverse, Oracle, dan Orga. Dua peserta (Amdocs dan Convergys) disebut-sebut diberikan  keistimewaan dalam    pelaksanaan  Prove of concept (POC)  karena  selama ini menangani  billing eksisting dari Telkomsel.

Keanehan lain dari tender yang akan diumumkan pemenangnya pada akhir bulan ini adalah rencana digunakan dua vendor yakni masing-masing untuk On Line Charging System (OCS) dan System Control Point (SCP). Padahal, sistem yang ideal adalah OCS dan SCP  berasal dari satu vendor  agar  mendapatkan performa lebih bagus dengan harga murah.

Secara terpisah, Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno menegaskan, proses tender yang dilakukan perseroan sudah mengikuti peraturan pemerintah. “Masalah dua peserta (Amdocs dan Convergys) yang disebut-sebut ada hubungan dengan Israel, kami telah mendapatkan klarifikasi dari Kedubes AS. Kedua perusahaan itu dari AS,” tegasnya.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah menambahkan, maraknya isu yang menerpa tender dari anak usahanya itu tak bisa dilepaskan dari adanya pihak yang tidak puas dengan hasil akhir dari lelang. “Itu ulah mereka yang kalah saja. Telkom Grup selalu melakukan tender  dengan konsep Good Corporate Governance.  Harus diingat, Telkom perusahaan yang tercatat di bursa New York dan disclosure Telkom Grup yang paling terbuka,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komite  Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengingatkan, meski tender  urusan dapur operator tapi regulator menyarankan dijalankan dengan cara transparan.  “Telkomsel sebaiknya mepaparkan secara terbuka demi menghindari tudingan Kolusi, Korupsi, Nepotisme (KKN) dan persaingan usaha tidak sehat.

“Langkah pemerintah menggunkan e-auction (tender elektronik) bisa ditiru. Panitia bagusnya tanda tangan pakta integritas,” tegasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s