220110 Cloud Computing Terkendala Kapasitas Bandwitdh

JAKARTA—Implementasi dari cloud computing di Indonesia dikhawatirkan akan terkendala keterbatasan kapasitas bandwitdh karena tidak meratanya sebaran infrastruktur broadband di area nusantara.

Cloud computing  adalah pemanfaatan teknologi internet untuk menyediakan sumber komputing.  Salah satu keuntungan utama dari cloud computing adalah si pengguna tidak perlu menyediakan infrastruktur mulai dari data center sampai ke aplikasi desktop untuk memiliki suatu sistem Teknologi Informasi, dan komunikasi (TIK) yang lengkap. Sedangkan bandwidth adalah  volume data yang dapat di transfer per unit waktu.

“Cloud computing akan menjadi tren di industri TIK ke depan walau sebenarnya praktik ini telah terjadi sejak lama. Namun, di masa depan fenomena ini tak bisa lagi di tolak,” ungkap Staf Bidang Teknologi Nasional PT Microsoft Indonesia Tony Seno Hartono di Jakarta, Kamis (21/1).

Diungkapkannnya, untuk mendukung hadirnya cloud computing tentunya diperlukan infrastruktur broadband sebagai pipa penghantar  dan kapasitas bandwitdh yang besar. “Masalahnya, di Indonesia infrastruktur broadband di kawasan timur dan barat sangat timpang. Ini harus didorong oleh pemerintah untuk dibenahi, misalnya menstimulus operator membangun tulang punggung jaringan di kawasan timur,” katanya.

Toni mengatakan, jika cloud computing bisa dilaksanakan dengan sempurna di Indonesia akan meningkatkan produktivitas ekonomi dan pemerintah. “Banyak biaya yang bisa dihemat. Selain itu kegiatan ekspor-impor pun bisa didorong karena pengusaha memiliki akses informasi,” tuturnya.

Direktur Utama Indosat Mega Media (IM2) Indar Atmanto mengatakan, cloud computing mengubah paradigma perusahaan dalam memandang investasi TIK. “Belanja modal diubah menjadi biaya operasional dengan besaran yang lebih efisien akibat adanya cloud computing,” jelasnya.

Menurut Indar, sektor paling berpeluang berkembang dengan hadirnya cloud computing adalah pengembang konten karena  entry barrier untuk memulai telah diselesaikan oleh cloud computing. “Ini membuat para kreator bebas berkereasi karena semuanya sudah disediakan secara virtual,” jelasnya.

Managed Service Business Development Manager Cisco System Indonesia Andreas Surya Nugraha menyarankan, operator telekomunikasi sebagai pemilik infrastruktur harus mulai memikirkan cara cloud computing bisa di-deliver melalui semua perangkat bergerak. “Berdasarkan riset orang Indonesia itu senang mobile. Cloud computig harus bisa diakses melalui perangkat yang konvergen,” katanya.

Bangun Model Bisnis
Selanjutnya Tony mengungkapkan, saat ini industri TIK sedang mencari model bisnis yang ideal untuk bisa mendapatka keuntungan dari cloud computing. Microsoft sendiri sedang meraba melalui cara memberikan gratis software office 2010 melalui cloud computing.

“Ini hal yang baru, aksesnya diberikan gratis, tetapi nanti akan ada slot iklan di aplikasi itu. Pola lainnya kami bekerjasama dengan Yahoo untuk menjadi mitra search engine,” katanya.

Indar mengatakan, pihak yang paling harus banyak berubah dengan adanya cloud computing adalah operator telekomunikasi karena tidak bisa lagi hanya mengandalkan jasa jaringan.

“Kalau hanya mengandalkan menjual pipa bisa-bisa kita menderita karena harus terus menerus menyediakan bandwitdh yang besar. Secara bertahap tentunya operator akan menyesuaikan diri dengan kondisi ini. Hal itu bisa dimulai dengan ikut menggarap platform services,” jelasnya.

Sementara Andreas mengatakan, operator akan berubah dengan tidak lagi menjual jasa tradisionalnya berupa suara dan SMS jika cloud computing sudah merajalela. “Tetapi operator jangan takut. Banyak potensi aset dari operator yang bisa digarp seperti basis pelanggan yang besar dan kekuatan infrastrukturnya,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s