210110 Kemenkominfo Masih Beri Kesempatan Internux

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) masih memberikan kesempatan bagi PT Internux  untuk mempertahankan lisensi Broadband Wireless Access (BWA) yang dimilikinya meski hingga jatuh tempo perpanjangan kedua belum juga membayar kewajiban pada negara.

Internux adalah salah satu pemenang tender BWA pada Juli lalu. Perusahaan asal Makassar ini memenangkan zona II (Jabodetabek) dengan kewajiban untuk up front fee saja sekitar 110,033 miliar rupiah. Kewajiban lainnya adalah Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) frekuensi.

Jatuh tempo pembayaran kedua Internux untuk upfront fee dan  (BHP)    di pita 2,3 GHz, seharusnya berakhir hari ini, Rabu, 20 Januari 2010.

“Kami memutuskan   memperpanjang tenggat waktu bagi perusahaan itu  hingga 20 Februari 2010. Ini untuk memenuhi regulasi yang ada, yaitu peringatan harus diberikan sebanyak tiga kali,” ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo Gatot S Dewo Broto di Jakarta, Rabu (20/1).

Gatot menegaskan, tidak ada alasan tersembunyi di balik kebijakan yang diambil lembaganya .”Tidak juga karena ada deal-deal tertentu. Semuanya dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Menurut Gatot, KemenKominfo beralasan diberinya kesempatan bagi  Internux demi memenuhi ketentuan aturan, sesuai dalam Undang-Undang Telekomunikasi No. 36/1999 pasal 45-46 dan Peraturan Pemerintah No. 52/2000 pasal 95.

“Kami punya keharusan untuk memberi tiga kali peringatan, dan kali ini untuk yang terakhir kalinya,” jelasnya.

Gatot kembali menegaskan, jika sampai tenggat 20 Februari Internux masih belum juga memenuhi kewajibannya, maka sanksi dalam aturan UU dan PP bisa segera dieksekusi. Sanksi yang dimaksud adalah pencabutan izin lisensi.

Internux sendiri merupakan satu-satunya perusahaan non-konsorsium yang belum juga melunasi kewajibannya untuk Wimax.

Operator lainnya sudah menyelesaikan kewajiban ke negara, tetapi belum jelas aksi nyata menggelar layanan. Perusahaan yang sudah membayar adalah   Telkom,  Indosat Mega Media,  First Media, Berca Hardayaperkasa, dan  Jasnita Telekomindo.

Sedangkan dua pemenang lainnya berbentuk   konsorsium, yakni PT Wireless Telecom Universal dan PT Comtronics System. Tenggat waktu bagi konsorsium untuk melakukan  pembayaran adalah hingga 26 Januari 2010.

“Untuk Berca sampai saat ini baru membayar BHP frekuensi radio saja. Kewajiban denda atas keterlambatannya waktu itu masih dalam penagihan Ditjen Postel,” ungkapnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s