190110 Implementasi ACFTA : Pintu Masuk Mengguritanya Produk dari Tirai Bambu

Tahun macan ini merupakan era dimulainya liberalisasi perdagangan  internasional bagi Indonesia  yang ikut menandatangani Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA).

Perjanjian yang memangkas habis bea masuk bagi produk-produk dari negara-negara Asean atau China yang ingin masuk ke Indonesia itu dipercaya akan mengubah jalannya perekonomian negeri ini dalam beberapa tahun ke depan.

Sektor telekomunikasi pun tak luput dari implementasi ACFTA yang harusnya mulai berjalan sejak Januari ini. Perangkat telekomunikasi dari negeri Tirai Bambu diperkirakan akan merajalela masuk ke Indonesia baik di tingkat hilir melalui  Consumer Premise Equipment (CPE) atau di hulu yang menajdi backbone dari jaringan operator.

Kementrian Komunikasi dan Informatika mengungkapkan sejak 22 Desember 2009 hingga 13 Januari 2010, setidaknya  telah mengeluarkan 20 sertifikasi untuk perangkat telekomunikasi. Dari jumlah tersebut 18 diantaranya merupakan buatan Republik Rakyat China. Sedangkan sisanya produk buatan Thailand dan Spanyol.

Penyedia perangkat telekomunikasi dan solusi jaringan dari China yang berkibar di Indonesia adalah Huawei dan  ZTE Corp. Pada tahun lalu, Huawei   banyak memenangkan tender dari Telkom grup untuk pengadaan perangkat.

Huawei berhasil memenangkan tender Palapa Ring, High Speed Packet Access (HSPA+), bahkan rencananya Telkomsel akan mengganti perangkat di Jakarta dan Jawa Tengah dari Nokia Siemens Network (NSN) ke Huawei. Di XL,  35 persen  dari total elemen jaringannya juga menggunakan perangkat dari Huawei.

Sedangkan ZTE Corp telah berancang-ancang pendapatannya di Indonesia tumbuh sebesar 30 persen pada 2010. “Indonesia adalah salah satu negara terbesar di Asia Pasifik. Pasar telekomunikasi di negara ini terus tumbuh walau sekarang masih berada di bawah India dan China,” ungkap President of Asia Pasific Region ZTE Corp, Cuiyi di Jakarta, belum lama ini.

Dijelaskannya, optimisme  tak bisa dilepaskan dari masih tingginya pengembangan infrastruktur, populasi penduduk yang besar, dan banyaknya pemain.

“Inilah yang membuat pada tahun ini Indonesia mampu berkontribusi sebesar 30 persen bagi pendapatan dari kawasan Asia Pasifik,” ujarnya tanpa mengungkap pendapatan untuk kawasan Asia Pasifik.

Berdasarkan catatan,  pada paruh pertama tahun ini secara global ZTE mencatat keuntungan kurang dari  6,247 miliar dollar AS.
Barat Tak Gentar

Lantas bagaimana reaksi pesaing dari belahan benua barat?

VP Marketing and Communications Ericsson Indonesia Hardyana Syintawati mengaku tak gentar dengan ancaman dari pendekar negeri Panda itu. “Ericsson telah hadir di Indonesia lebih dari 100 tahun. Itu sudah merupakan bukti komitmen dari perusahaan kami sebagai yang terdepan di sektor ini. Masalah ada kompetisi itu justru sehat bagi industri,” tegasnya.

Saat ini Ericsson adalah pemimpin pasar untuk  pemasok solusi telekomunikasi di Indonesiaa.  Perusahaan ini menyediakan  solusi radio, core network, transmisi, dan intelligent network nagi operator.

Hardyana memperkirakan, belanja operator seluler pada tahun ini akan dihabiskan untuk mengembangkan evolusi teknologi data dari  GSM/WCDMA/HSPA yakni   Long Term Evolution (LTE).

”Komunikasi data akan terus berkembang dan diperlukan oleh banyak orang, sambungan internet akan semakin menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Di samping itu, pelanggan juga akan semakin kritis terhadap layanan yang dipakai, ini tentu menuntut operator meningkatkan kualitas jaringannya,” katanya.

Head, Customer Marketing & Communication Regional Marketing Asia Pacific NSN, Harith Menon juga  mengaku tidak khawatir dengan sepak terjang vendor dari China. “Jika pada tahun lalu ada beberapa tender yang mereka menangkan, itu hanya kemenangan di satu pertempuran. Masih banyak perperangan lainnya karena di industri ini yang penting inovasi dalam jangka panjang,” katanya.

Perkuat Lokal

Pada kesempatan lain, Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengingatkan, ACFTA juga menjadi ancaman serius bagi perangkat lokal yang sedang dihidupkan lagi dari alam kuburnya. Salah satunya melalui pemilihan standar Wimax yang pro industri lokal.

“Harus ada kebijakan mendasar dari pemerintah yang mendorong manufaktur lokal. Jika ini tidak dilakukan, bisa-bisa perangkat lokal kembali ke alam kubur,” katanya.

Menurut dia,   kebijakan yang dapat membantu produk lokal yaitu di antaranya dalam bentuk kerja antara vendor China dan dalam negeri. “Produk dari China yang dijual ke Indonesia perlu memiliki konten lokal sehingga Indonesia tidak hanya sebagai konsumen tetapi juga produsen,” katanya.

Ketua Umum  Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) Sarwoto Atmosutarno menambahkan, pemerintah harus lebih berperan dalam membuat kebijakan pasar agar tercipta siklus di mana operator dapat menggulirkan kembali belanjanya ke industri dalam negeri.”Operator tidak dapat membantu industri lokal sendirian, meskipun 20 persen dari belanja modal khususnya di bidang jasa sudah diisi tenaga lokal,” ujarnya

Ketua Komite Tetap telekomunikasi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Johnny Swandi Sjam mengungkapkan, produk asal China sudah masuk ke Indonesia sejak lama, baik dalam hal perangkat telekomunikasi maupun handset asal negara tersebut yang umumnya berharga sangat murah. “Pasar mereka sudah melebihi 50 persen di Indonesia. Adanya ACFTA tentu akan semakin membesar,” katanya.

Sementara Direktur Jaringan XL Dian Siswarini mengatakan, operator memilih perangkat berdasarkan  kualitas yang bagus dan harga murah (value for money). “Kami tidak melihat negara asal vendor. Asalkan memenuhi spesifikasi, tentu dipertimbangkan,” tegasnya.

Sedangkan juru bicara Kemenkominfo Gatot S Dewo Broto menegaskan, perangkat dari negara manapun harus memenuhi sertifikasi. “Ini untuk menjaga kualitas produk karena nantinya akan digunakan oleh masyarakat. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena produk yang digunakan tidak sesuai dengan standar Indonesia,” tegasnya.[dni]

1 Komentar

  1. nice nice info mas

    BR//mhd


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan ke mhd_yanuar Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s