190110 Dari Israel Hingga Makelar

Bisnis perangkat telekomunikasi tidak hanya dihebohkan tentang inovasi teknologi, tetapi juga negara asal dari datangnya produk.

Adalah Menkominfo Tifatul Sembiring yang mempersoalkan tentang perlunya rasa sensitifitas dalam memilih satu perangkat oleh operator. “Jika negara asalnya tidak memiliki hubungan dagang atau menindas bangsa lain, rasanya tidak elok kalau dipilih sebagai mitra,” tukas mantan Presiden PKS itu di Jakarta, pada Desember tahun lalu.

Negara yang dimaksud oleh Tifatul adalah Israel yang menjadi musuh bersama umat muslim. Regulasi yang dijadikan dasar adalah  Pasal 21 UU No 36/99 tentang Telekomunikasi, khususnya    yang berbunyi   penyelenggara telekomunikasi dilarang melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan gangguan ketertiban umum, melanggar kesusilaan, dan menggangu keamanan.

Munculnya nama Israel tentu tak bisa dilepaskan dari tender Operating System Software, Billing Software System (OSS,BSS) senilai 1,2 triliun rupiah yang sedang digelar Telkomsel.

Dalam tender tersebut, dua nama perusahaan asal Israel yakni Amdocs dan Convergys ikut serta. Kabar beredar mengatakan, Telkomsel memberikan keistimewaan kepada dua perusahaan ini.Hal itu bisa dilihat dari   pelaksanaan  Prove of concept (POC) yang waktunya  sengaja dibuat sangat ketat. Hal ini membuat dua perusahaan asal  Israel itu diuntungkan karena   selama ini menangani  billing eksisting dari Telkomsel.

Keanehan lain dari tender yang akan diumumkan pemenangnya pada akhir bulan ini adalah rencana digunakan dua vendor yakni masing-masing untuk On Line Charging System (OCS) dan System Control Point (SCP). Padahal, sistem yang ideal adalah OCS dan SCP  berasal dari satu vendor  agar  mendapatkan performa lebih bagus dengan harga murah. Kabarnya ini untuk mengakomodir kepentingan pihak-pihak tertentu yang selama ini menjadi agen tak resmi alias makelar dari perusahaan-perusahaan asal Israel.

Praktisi telematika Raherman Rahanan mengungkapkan, vendor yang memiliki kompetensi kuat untuk OCS  adalah Huawei, Nokia Siemens Network (NSN), dan Ericsson. Sedangkan vendor dari Israel yang ikut tender  lebih  ke arah Business Support System (BSS).  “Ada kemungkinan Convergys dan Amdocs mengikuti tender sebagai “Main Vendor”. Mereka tentu akan introduce lini produk untuk BSS . Sementara untuk komponen OCS  menggunakan pihak ketiga,” katanya.

Terlepas dari kontroversi tender, Raherman menegaskan, operator di Indonesia memang harus memperbaharui sistem billing jika ingin  mengambil pasar layanan data  yang sekarang belum optimal digarap.

Pegiat telematika Barata Wisnu Wardhana mengungkapkan,  perangkat telekomunikasi dari negara zionis itu sudah lama masuk Indonesia dan menguasai 30 persen pangsa pasar. Masuknya perangkat tersebut  dengan mengubah negara asal perangkat (country of origin) melalui kantor cabang  yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia  atau menggandeng perusahaan lokal sebagai perantara.

Ditegaskannya, jika pemerintah memaksakan diri atas nama agama untuk menolak produk telekomunikasi dari Israel, maka layanan dari operator akan terpengaruh karena perangkatnya digunakan untuk “otak” dari jaringan. “Itulah sebaiknya Menkominfo baiknya berbicara teknologi netral, ketimbang membawa sentimen agama dalam urusan teknis,” tegasnya

Menurut Barata, ketimbang meributkan isu Israel, pemerintah lebih baik membereskan masalah tender perangkat yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telekomunikasi.

“Tender di BUMN telekomunikasi itu banyak yang tertutup. Munculnya isu perangkat dari Israel itu tak bisa dilepaskan dari ketidakpuasan dari cara manajemen BUMN itu mengelola tender. Jika pengadaan perangkat menimbulkan ekonomi biaya tinggi, tentu yang rugi pelanggannya,” katanya.

Sedangkan Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno ketika dikonfirmasi mengatakan, munculnya isu tak sedap karena adanya pihak-pihak yang tak puas karena tidak lolos tender. ”Itu suara-suara mereka yang kalah. Saya tidak mau ribut-ribut. Lihat saja nanti pemenangnya,” ketusnya. [dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s