180110 Maret, Empat Maskapai Diusulkan Keluar dari Larangan Terbang Eropa

Jakarta—Kementrian Perhubungan pada Maret ini berencana  mengusulkan ke Komisi Uni Eropa mencabut larangan terbang bagi  empat maskapai lokal kebenua biru tersebut.

Keempat maskapai itu adalah Lion Mentari Airlines (Lion Air), Batavia Air,
Indonesia AirAsia, dan Travira Air. Empat maskapai ini menyusul Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Airfast dan Premi Air yang telah dicabut larangannya tahun lalu.

“Pada Maret nanti Komisi Uni Eropa akan melakukan siding. Dari 23 maskapai yang telah diresertifikasi Air Operator Certificate (AOC) oleh regulator, empat maskapai di atas layak di ajukan ke Komisi Uni Eropa,” ungkap  Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti Singayudha Gumay, di Jakarta, akhir pecan lalu.

Namun, jelas Herry, untuk  Travira Air kemungkinan akan dicabut dari daftar yang diajukan karena sebagian pesawatnya  masih ada yang belum memenuhi syarat keselamatan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).  “Kemungkinan Travira akan diganti dengan maskapai lain yang lebih siap,” jelansynya.

Dijelaskanya, penilaian dilakukan berdasarkan persyaratan aturan Annex 6 ICAO dan
Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 121 dan 135 yaitu armada maskapai harus dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan modern seperti pintu tahan peluru, alat sensor anti tabrakan pesawat (TCAS), pendeteksi cuaca dan ketinggian (GPWS), alat sensor pegunungan, dan beberapa alat lain.

Lion Air dan Indonesia AirAsia dianggap memenuhi syarat tersebut karena saat ini armadanya merupakan pesawat buatan pabrikan terbaru. Lion saat ini telah mengoperasikan Boeing 737-900 ER, sedangkan Indonesia AirAsia menyeragamkan armada dengan Airbus. Pesawat-pesawat jenis tersebut telah dibuat dengan sistem
keselamatan yang cukup lengkap sesuai dengan Annex VI dan CASR.

Dikatakannya,  nantinya seluruh pesawat terbang harus memenuhi Annex 6. Hal itu sangat dimungkinkan, karena pabrikan pesawat saat ini telah memproduksi ÃÃsafety equipment. ÄÄyang telah terpasang di pesawat produksi terbaru, sehingga tidak perlu dipasang lagi.

Sementara armada lama, yang tidak terpasangi alat tersebut jugasudah mulai ditinggalkan oleh operator penerbangan, karena umumnya adalah pesawat tua yang diproduksi sebelum tahun 2000..

Bagi operator penerbangan di Indonesia, pencabutan larangan terbang ke Eropa tidak hanya menyangkut melayani rute tersebut, tetapi juga untuk kesetaraan dalam melayani penumpang dari Eropa bagi rute domestik. Berdasarkan catatan, dari empat maskapai terdahulu yang telah dicabut larangannya ke Eropam hanya Garuda yang akan membuka rute Jakarta-Amsterdam mulai Juni 2010.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s