160110 Bandara yang Siap untuk Open Sky Diumumkan Bulan Ini

Jakarta—Departemen Perhubungan berjanji akan mengumumkan nama-nama bandara yang akan siap untuk melayani Open Sky pada 2015 nanti menjelang tutup bulan ini.

”Saat ini kita sedang membuat draft  penetapan lima bandara yang akan dibuka untuk Open Sky. “Kita sedang  menunggu Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan. Kalau sudah ada maka akan diumumkan  akhir bulan ini,” ungkap  Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti  Singayudha Gumay di Jakarta,  Jumat (15/1).

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan tengah mengaji  lima bandara internasional disiapkan  untuk menghadapi  Open Sky pada 2015. Kelima bandara itu adalah   adalah Hasanuddin (Makassar), Juanda (Surabaya),  Ngurah Rai (Denpasar) dan Kualanamu (Medan).

Bandara Kualanamu masih dalam pembangunan, diperkirakan akan dioperasikan
pada semester dua 2010. Saat ini bandara yang ada di Medan adalah Polonia.
Polonia juga telah melakukan penerbangan pesawat ke luar negeri.

Herry mengatakan,   penetapan tersebut belum resmi ditetapkan secara regional,
karena masih dalam taraf pengumuman dalam negeri. Lima bandara tersebut
akan diumumkan secara resmi dalam Asean Leader Meeting, April nanti, lalu
Senior Transport Oficial Meeting kemudian Air Transport Minister Meeting
pada November 2010.

Dijelaskannya, saat ini lima bandara tersebut telah membuka penerbangan
internasional. Namun demikian, penerbangan tetap dibatasi dengan cara
kesepakatan bilateral antar negara, yaitu maskapai masing-masing negara
boleh masuk ke antar negara dengan kapasitas yang sama.

“Nantinya di lima bandara itu sudah tidak ada lagi perjanjian bilateral dan pembatasan-pembatasan, maskapai dari luar negeri diperbolehkan masuk dan menerbangkan dengan frekuensi sebanyak-banyaknya. Hanya saja untuk tarif akan diterapkan sesuai dengan aturan IATA,” ujarnya.

Hal itu juga diterapkan pada beberapa bandara lain yang sudah menerapkan
penerbangan internasional, namun karena bandara tersebut tidak masuk Open
Sky, maka akan tetap dibatasi.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengungkapkan, pemerintah Indonesia  telah meminta pembahasan terhadap aturan pelaksanaan kebijakan  open sky di wilayah Asean ditunda hingga enam bulan ke depan untuk menunggu disiapkannya aturan pendukung di pasar domestik.

Aturan yang sedang dipersiapkan adalah untuk mendukung Undang-undang No 1/2009 tentang Penerbangan dimana nantinya di dalam regulasi itu akan memberikan perlindungan bagi industri penerbangan lokal.

“Tujuan lain meminta penundaan tersebut adalah karena Indonesia tidak ingin jika Open Sky diberlakukan justru membuat rugi bangsa ini. Jujur saja, secara sarana dan prasarana Indonesia kalah dengan negara lainnya di Asean, jika dipaksakan kita hanya akan menjadi penonton,” tegasnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s