150110 Operator Sepakati Implementasi SKTT

JAKARTA—Operator telekomunikasi berhasil mencapai kesepakatan dengan PT Pratama Jaring Nusantara (PJN) untuk menjalankan  Sistem kliring trafik telekomunikasi (SKTT) mulai akhir bulan ini.

“Kita sudah dapat laporan dari pelaksana kliring trafik yaitu para operator terkait dengan kesepakatan mereka bersama  PJN utk menjalakan SKTT.. SKTT akan segera berjalan setelah kontrak kerja sama antara operator dengan PJN ditandatangai pada 26 Januari 2010,”ungkap Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi di Jakarta, Kamis (14/1).

SKTT merupakan sistem kliring yang telah diagendakan oleh pemerintah sejak 2004 lalu untuk menggantikan sistem otomatisasi kliring interkoneksi (SOKI) milik operator.  Posisi regulator dalam pelaksanaan sistem kliring sebagai pengawas, sedangkan untuk pelaksanaanya diserahkan pada operator yang meng-outsourcing pekerjaan tersebut pada PJN.

Heru menjelaskan, SKTT rencananya akan dijadikan pemerintah sebagai mekanisme check and balance untuk memverifikasi data trafik kliring operator. Data tersebut nantinya akan menjadi acuan dari pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan makro telekomunikasi seperti penetapan tarif dan lain sebagainya.

Hal ini karena dalam SKTT akan tergambar pola trafik, interest tarif, dan intensitas panggilan di suatu daerah.    Faktor lain yang lebih penting, data SKTT dapat dimanfaatkan oleh Ditjen Pajak sebagai bahan verifikasi pembayaran pajak oleh operator ke negara.  Selama ini data-data tersebut hanya didapat oleh regulator melalui operator. Tentunya jika data disediakan oleh pihak ketiga akan menjamin ”kesucian” statistik.

“Dijalankannya SKTT  diharapkan data trafik real dapat diketahui. Bagi operator pun  settlement antara mereka dalam hal interkoneksi bisa lebih cepat dan transparan. Kami pun sewaktu-waktu  dan periodik akan dapat melakukan monitoring terhadap trafik,”jelasnya.

Heru mejelaskan, meskipun pada masa depan struktur jaringan akan berbasis Internet Protocol (IP based) namun saat ini `di industri tetap terdiri atas tiga layer yakni Fixed, mobile, dan basis IP.  “Saat ini belum bisa ditentukan kapan semua akan berbasis IP. Dalam struktur IP itu  interkoneksi ada beberapa alternatif yakni  volume based, atau bill and keep. Sembari menunggu itu terjadi SKTT tetap dijalankan dulu,”katanya.

Heru pun menegaskan, walaupun SKTT berjalan dan ada investasi yang tambahan yang dikeluarkan operator tidak akan berdampak pada kenaikan tarif ritel di lapangan. “Kita mengharapkan tidak ada perubahan tarif ke pelanggan,”tegasnya.

Secara terpisah, Sekjen Asosiasi Kliring Trafik  Telekomunikasi Indonesia (Askitel) Rakhmat Juanedi mengakui akan adanya penandatanganan dengan PJN. “Alat Soki yang dimiliki akan disewa oleh PJN. Nanti PJN akan menandatangani kesepakatan  dengan masing-masing operator,”katanya.

Chief Marketing Officer Indosat Guntur S Siboro mengaku tidak keberatan dengan adanya SKTT dijalankan oleh PJN. “Ini sudah sesuai aturan. Kita ikut saja,”katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s