080110 Garuda Kembali Layani Rute Timika

JakartaGaruda Indonesia akhirnya kembali melayani rute penerbangan ke Timika mulai Jumat (8/1) malam, seiring adanya perdamaian dengan PT Freeport Indonesia dan pengelola bandara Mozez Kilangin, Timika.

Perdamaian dicapai setelah kedua belah pihak difasilitasi oleh Direktur Jendral Perhubungan Udara Dephub, Herry Bakti Singayudha Gumay di gedung Dephub Jakarta, Kamis (7/1).

“Garuda akan kembali terbang ke Timika mulai Jumat besok malam dari Jakarta, sampai di Timika hari Sabtu pagi,” kata Herry.

Pada pertemuan tersebut hadir Direktur Operasi Garuda, Ari Sapari, juru bicara Garuda Pujobroto, VP Legal Freeport Tony Wenas dan juru bicara Freeport Mindo Pangaribuan.

Herry menyatakan, kembalinya Garuda menerbangi Timika harus diiringi dengan persediaan BBM yang cukup. PT Airfast Aviation Facilities Company (AVCO) anak usaha Freeport.

“Untuk memastikan tersedianya BBM di Timika maka kami juga mendorong agar ada operator selain AVCO untuk melayani BBM.
Bisa saja Pertamina, Shell atau Petronas. Swasta boleh sediakan avtur,” ujarnya.

Berkaitan dengan  insiden 3 Januari lalu,  Herry menegaskan telah menegur
Kepala Bandara Timika Subagyo.

Teguran dilakukan dalam bentuk lisan dan
tertulis. “Sanksi sudah kami lakukan dalam bentuk lisan dan tertulis,” ujarnya.

Mengenai insiden di mana Kepala Bandara Timika, Subagyo meminta agar CEO Garuda meminta maaf, Herry menyatakan belum menerima laporan tersebut.

Juru bicara Freeport menyatakan penolakan pengisian BBM untuk Garuda pada 3
Januari lalu terjadi karena salah paham.

“Terjadi miskomunikasi teknis. Telah terjadi kekeliruan yang seharusnya nota pembatasan dianggap menjadi penghentian. Tetapi itu langsung diganti lagi dan pada tanggal 4 dan 5 Januari kita sudah menyediakan BBM lagi,” ujarnya.

Sementara Direktur Operasi Garuda, Ari Sapari mengatakan, demi kepentingan masyarakat Indonesia, maka Garuda bersedia melayani penerbangan ke Timika
lagi.

“Kita berfikir ke depan untuk melayani masyarakat di Timika dan sekitarnya,” ujar Ari.

Meski demikian, jelasnya, Garuda tidak menginginkan insiden memalukan tersebut terjadi pada Garuda. Dia meminta agar pihak bandara menyediakan BBM yang cukup sehingga bisa menjamin operasional Garuda.

Sementara pilot Garuda, Manotar Napitupulu menyatakan rasa kecewanya dengan keputusan tersebut.

Menurutnya, dia telah dizolimi oleh oknum baik dari Freeport maupun bandara Timika, tetapi tidak ditindaklanjuti.[Dni]

Garuda Kembali Layani Rute Timika
JakartaGaruda Indonesia akhirnya kembali melayani rute penerbangan ke Timika mulai Jumat (8/1) malam, seiring adanya perdamaian dengan PT Freeport
Indonesia dan pengelola
bandara Mozez Kilangin, Timika.

Perdamaian dicapai setelah kedua belah pihak difasilitasi oleh Direktur Jendral Perhubungan Udara Dephub, Herry Bakti Singayudha Gumay di gedung Dephub Jakarta, Kamis (7/1).

“Garuda akan kembali terbang ke Timika mulai Jumat besok malam dari Jakarta, sampai di Timika hari Sabtu pagi,” kata Herry.

Pada pertemuan tersebut hadir Direktur Operasi Garuda, Ari Sapari, juru bicara Garuda Pujobroto, VP Legal Freeport Tony Wenas dan juru bicara Freeport Mindo Pangaribuan.

Herry menyatakan, kembalinya Garuda menerbangi Timika harus diiringi dengan persediaan BBM yang cukup. PT Airfast Aviation Facilities Company (AVCO) anak usaha Freeport.

“Untuk memastikan tersedianya BBM di Timika maka kami juga mendorong agar ada operator selain AVCO untuk melayani BBM.
Bisa saja Pertamina, Shell atau Petronas. Swasta boleh sediakan avtur,” ujarnya.

Berkaitan dengan  insiden 3 Januari lalu,  Herry menegaskan telah menegur
Kepala Bandara Timika Subagyo.

Teguran dilakukan dalam bentuk lisan dan
tertulis. “Sanksi sudah kami lakukan dalam bentuk lisan dan tertulis,” ujarnya.

Mengenai insiden di mana Kepala Bandara Timika, Subagyo meminta agar CEO Garuda meminta maaf, Herry menyatakan belum menerima laporan tersebut.

Juru bicara Freeport menyatakan penolakan pengisian BBM untuk Garuda pada 3
Januari lalu terjadi karena salah paham.

“Terjadi miskomunikasi teknis. Telah terjadi kekeliruan yang seharusnya nota pembatasan dianggap menjadi penghentian. Tetapi itu langsung diganti lagi dan pada tanggal 4 dan 5 Januari kita sudah menyediakan BBM lagi,” ujarnya.

Sementara Direktur Operasi Garuda, Ari Sapari mengatakan, demi kepentingan masyarakat Indonesia, maka Garuda bersedia melayani penerbangan ke Timika
lagi.

“Kita berfikir ke depan untuk melayani masyarakat di Timika dan sekitarnya,” ujar Ari.

Meski demikian, jelasnya, Garuda tidak menginginkan insiden memalukan tersebut terjadi pada Garuda. Dia meminta agar pihak bandara menyediakan BBM yang cukup sehingga bisa menjamin operasional Garuda.

Sementara pilot Garuda, Manotar Napitupulu menyatakan rasa kecewanya dengan keputusan tersebut.

Menurutnya, dia telah dizolimi oleh oknum baik dari Freeport maupun bandara Timika, tetapi tidak ditindaklanjuti.[Dni]Garuda Kembali Layani Rute Timika
JakartaGaruda Indonesia akhirnya kembali melayani rute penerbangan ke Timika mulai Jumat (8/1) malam, seiring adanya perdamaian dengan PT Freeport
Indonesia dan pengelola
bandara Mozez Kilangin, Timika.

Perdamaian dicapai setelah kedua belah pihak difasilitasi oleh Direktur Jendral Perhubungan Udara Dephub, Herry Bakti Singayudha Gumay di gedung Dephub Jakarta, Kamis (7/1).

“Garuda akan kembali terbang ke Timika mulai Jumat besok malam dari Jakarta, sampai di Timika hari Sabtu pagi,” kata Herry.

Pada pertemuan tersebut hadir Direktur Operasi Garuda, Ari Sapari, juru bicara Garuda Pujobroto, VP Legal Freeport Tony Wenas dan juru bicara Freeport Mindo Pangaribuan.

Herry menyatakan, kembalinya Garuda menerbangi Timika harus diiringi dengan persediaan BBM yang cukup. PT Airfast Aviation Facilities Company (AVCO) anak usaha Freeport.

“Untuk memastikan tersedianya BBM di Timika maka kami juga mendorong agar ada operator selain AVCO untuk melayani BBM.
Bisa saja Pertamina, Shell atau Petronas. Swasta boleh sediakan avtur,” ujarnya.

Berkaitan dengan  insiden 3 Januari lalu,  Herry menegaskan telah menegur
Kepala Bandara Timika Subagyo.

Teguran dilakukan dalam bentuk lisan dan
tertulis. “Sanksi sudah kami lakukan dalam bentuk lisan dan tertulis,” ujarnya.

Mengenai insiden di mana Kepala Bandara Timika, Subagyo meminta agar CEO Garuda meminta maaf, Herry menyatakan belum menerima laporan tersebut.

Juru bicara Freeport menyatakan penolakan pengisian BBM untuk Garuda pada 3
Januari lalu terjadi karena salah paham.

“Terjadi miskomunikasi teknis. Telah terjadi kekeliruan yang seharusnya nota pembatasan dianggap menjadi penghentian. Tetapi itu langsung diganti lagi dan pada tanggal 4 dan 5 Januari kita sudah menyediakan BBM lagi,” ujarnya.

Sementara Direktur Operasi Garuda, Ari Sapari mengatakan, demi kepentingan masyarakat Indonesia, maka Garuda bersedia melayani penerbangan ke Timika
lagi.

“Kita berfikir ke depan untuk melayani masyarakat di Timika dan sekitarnya,” ujar Ari.

Meski demikian, jelasnya, Garuda tidak menginginkan insiden memalukan tersebut terjadi pada Garuda. Dia meminta agar pihak bandara menyediakan BBM yang cukup sehingga bisa menjamin operasional Garuda.

Sementara pilot Garuda, Manotar Napitupulu menyatakan rasa kecewanya dengan keputusan tersebut.

Menurutnya, dia telah dizolimi oleh oknum baik dari Freeport maupun bandara Timika, tetapi tidak ditindaklanjuti.[Dni]

080110 Pemerintah Akan Fasilitasi Investasi H2RSH

JAKARTA—Pemerintah berjanji akan memfasilitasi investasi untuk membangun infrastruktur Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway (H2RSH) atau kereta api supercepat ramah lingkungan rute Jakarta-Bandung- Cirebon sepanjang 357 kilometer untuk memajukan moda transportasi.

” Jika benar ada investor yang ingin melakukan investasi di sektor tersebut, kami akan memfasilitasinya,” kata Dirjen Perkeretaapian  Tundjung Inderawan di Jakarta, Kamis (7/1).

Dijelaskannya, fasilitasi yang akan dilakukan  adalah  dalam pelaksanaan feasibility study (studi kelayakan), detail engineering design (pembuatan desain detail rancangan),  data-data atau informasi yang diperlukan, serta perizinan yang diperlukan di kemudian hari.

Sebelumnya beredar kabar, sebuah konsorsium di Amerika Serikat berencana akan menanamkan dana sebesar   3 miliar dollar AS (hampir Rp 30 tiriliun) untuk membangung infrastruktur kereta api rute Jakarta-Bandung- Cirebon.  Tahapan awal pembangunan megaproyek ini akan dimulai pada pertengahan Januari 2010.

Menurut Tundjung, jika kabar itu benar maka   rencana tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah saat ini, yaitu untuk lebih meningkatkan investasi swasta khususnya di bidang pembangunan infrastruktur perkeretaapian.

Hal tersebut sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Pereketaapian No. 23 tahun 2007. Undang undang tersebut memberikan kesempatan yang luas bagi swasta baik nasional maupun asing, serta badan usaha milik daerah dan milik negara untuk melakukan investasi dalam bidang sarana dan prasarana. Di mana konsepsi operator tunggal dirombak menjadi multioperator untuk terciptanya kondisi persaingan sehat agar masyarakat dapat dilayani dengan lebih baik.

”Jadi, tidak lagi sebuah proyek infrastruktur idenya harus dari pemerintah dan dianggarkan dalam APBN, lantas ditenderkan kepada swasta. Tetapi swasta bisa membuat usulan untuk pembangunan tersebut dengan rancanangan biaya yang mereka buat. Fungsi pemerintah adalah memberikan dukungan, menyesuaikan dengan cetak biru pembangunan terkait, serta mengawasi pelaksanaannya,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada 4 Januari 2010, sebanyak 15 perusahaan swasta telah mendandatangani nota kesepakatan (MoA) pembangunan infrastruktur transportasi moderen ini di Los Angeles, Amerika Serikat. Hadir dalam acara yang digagas CAEDZ (The Eco Synesis Group) tersebut, perwakilan KJRI Los Angeles diwakili oleh Konsul Ekonomi Edi Suharto dan Pejabat Promosi Investasi Los Angeles, Heldy S. Putera.

Penandatangan MoA proyek ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan awal yang dilakukan oleh beberapa konsorsium di Kuala Lumpur, 1 Desember 2009 silam.

Hadir dalam acara tersebut 20 pengusaha dari 15 perusahaan yang tergabung dalam konsorsium. Kelima belas perusahaan yang dimaksud adalah Aon Risk Service Inc, Aqua-PhyD Inc, Aruna Solutions, Asian Energy Limited, Tricap Group, Copernicus International, eCompass Group, Fidelity National Financial, Global Green Management, McGladry & Pullen, Modular Integrated Technologies, Obermeyer Planen+Beraten, Pembinaan Aktif Gemilang, The Interstate Traveller Company, serta Tum Geotechnical Research.
Director for Investment, Finance and Business Development CAEDZ,  Marjorie Hoeh,  , mengatakan, proyek tersebut merupakan salah satu kompononen proyek dari sejumlah proyek Pembangunan Koridor Ekonomi Jawa Barat seluas 7.200 km2, yang mencakup wilayah Bandung, Sumedang, Majalengka dan Cirebon.

Cakupan wilayah ini setara dengan luas Lembah Silikon (Silicon Valley) di California (6,539 km2). Keseluruhan proyek yang bernilai  500 miliar dollar AS tersebut, di dalamnya termasuk rencana pembuatan lapangan terbang internasional di Kertajati, Majalengka  dan pembangunan serta pengembangan Pelabuhan laut Internasional di Cirebon.

Marjorie  mengungkapkan,   kerangka pengerjaan proyek H2RSH untuk   studi kelayakan proyek tersebut akan mulai dilakukan pada tanggal 11 Januari 2010 yang akan berlangsung selama 90 hari. Setelah itu bila diputuskan layak, proyek akan mulai dikerjakan. Ditargetkan, dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun, KA supercepat tersebut sudah dapat dioperasikan.

Bila rencana ini berjalan sesuai perencanaan, Indonesia akan menjadi tempat pertama di dunia yang mengoperasikan moda transportasi yang super canggih ini. Karena Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway diyakini jauh lebih canggih dan lebih cepat dari Shinkansen, ”bullet train” dari Jepang yang mampu berlari hingga 287 km/jam, maupun kereta supercepat di Paris, Prancis.

Kelebihan lain, biaya konstruksi H2RSH lebih murah daripada moda konvensional. Perbandingannya, H2RSH hanya membutuhkan biaya  10 juta dollar AS per  mil, sedangkan moda konvensional bisa mencapai hingga  36 juta dollar AS per mil.

Ini akan membuat   proses pemulangan modal diperkirakan hanya membutuhkan waktu 2 tahun, sedangkan moda konvensional sekitar 50 tahun. Moda ini juga dapat dipergunakan untuk mengangkut barang (freights dan automobiles).

Selain itu H2RSH juga memberikan alternatif transportasi yang efektif mengingat dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih cepat sehingga diperkirakan dapat menghemat waktu ke tempat tujuan. Kereta ini  juga dapat menghasilkan energi yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan energi daerah tertentu, seperti tenaga listrik, air bersih, dan lain-lain.[dni]

080110 Pemerintah Dukung Investor Jepang Masuk Palapa Ring

JAKARTA—Pemerintah mendukung keinginan investor dari Jepang untuk meningkatkan nilai investasinya di sektor telekomunikasi, terutama jika ingin menggarap proyek Palapa Ring.

Palapa Ring merupakan suatu program pembangunan jaringan serat optik nasional yang akan menjangkau 33 ibukota propinsi dan 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Jaringan ini akan menjadi tumpuan semua penyelenggara telekomunikasi dan pengguna jasa telekomunikasi yang membutuhkan transfer data dalam kecepatan tinggi atau pita lebar.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pada akhir November 2009 telah memulai pembangunan  serat  optik yang akan menghubungkan Mataram-Kupang (Mataram-Kupang Cable System). Sedangkan  sektor utara Indonesia Bagian Timur dari proyek Palapa Ring,    akan dibangun  pada awal  2011 dari Manado, Ternate, Sorong, Ambon, Kendari hingga Makassar.

Rute sisa dari Palapa Ring itu  akan dibangun oleh konsorsium yang terdiri Telkom, Bakrie Telecom, dan Indosat. Total investasi dari proyek ini mencapai 120 juta dollar AS, dimana Telkom menanggung sebesar 50 persen, dan sisanya ditanggung oleh dua anggota konsorsium.

”Dalam pertemuan kemarin dengan antara  Menkominfo Tifatul Sembiring dan Wakil Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang Masamitsu Naito memang disampaikan  keinginan kalangan bisnis telekomunikasi Negeri Sakura itu untuk meningkatkan investasinya di Indonesia,” ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Depkominfo, Gatot S Dewo Broto di Jakarta, Kamis (7/1).

Dikatakannya, Masamitsu dalam lawatannya ke Depkominfo memang tidak sendiri. Namun juga didampingi para pejabat yang berasal dari kalangan bisnis telekomunikasi Jepang, seperti NTT, KDDI dan NEC.

”Bapak menteri menyambut positif keinginan dari investor asal Jepang tersebut. Tetapi untuk berinvestasi disarankan bicara  business to business dengan mitra bisnisnya dari Indonesia. Harapan dari Pak Menteri,  investor itu ada yang mau membantu pembangunan Palapa Ring,” katanya.

Namun, Gatot menegaskan, untuk rute pembangunan Palapa Ring yang telah dilakukan Telkom (Mataram-Kupang) tidak bisa diganggu lagi karena Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu sudah bekerjasama dengan perusahaan dari China yaitu Huawei.

Berdasarkan catatan, dana  investor  Jepang bermain di sektor telekomunikasi lokal  cukup besar. Investasi terbaru yang dilakukan  pada pembangunan sistem komunikasi kabel laut yang akan menghubungkan Surabaya hingga Hong Kong, yang mengikutsertakan NEC Jepang bersama Fangbian Iskan Corporindo dan Telemedia Pacific Inc Hong Kong.

Secara terpisah, Juru Bicara Palapa Ring Rakhmat Junaedi mengaku belum menerima surat atau sinyal dari investor Jepang yang ingin masuk ke sisa rute Palapa Ring. ”Jika informasi itu benar, konsorsium akan melakukan review terhadap semua dampak yang terjadi termasuk atas proses yang telah dan akan berjalan,” katanya.[dni]

070110 Axis-XL Segera Operasikan Roaming Nasional

JAKARTA—PT Natrindo Telepon Seluler (NTS) segera merealisasikan kerjasama roaming nasional dengan PT XL Axiata Tbk (XL) pada Januari ini untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggannya.

“Kerjasama dengan XL untuk roaming nasional segera jalan pada bulan ini juga. Untuk tanggal pastinya, tinggal tunggu tanggal mainnya,” ungkap Juru bicara NTS Anita Avianty kepada Koran Jakarta, Rabu (6/1).

Roaming nasional antaroperator adalah satu kondisi dimana pelanggan dari operator tertentu bisa menggunakan jasanya di area dimana belum dijangkau oleh operator tersebut karena adanya kerjasama dengan penyedia jaringan lainnya.

XL bersama pemilik merek dagang Axis itu menandatangani nota kerjasama pada November 2009. Dalam kerjasama tersebut disebutkan  implementasi   akan dilakukan kedua belah pihak pada kuartal pertama 2010.

Melalui kesepakatan ini para pelanggan  Axis  akan mendapat akses penuh ke jaringan XL di Sumatera, dilanjutkan Kalimantan dan Sulawesi.

Sumber Koran Jakarta mengungkapkan, Axis akan memberikan penawaran pemasaran yang tetap kompetitif bagi pelanggannya meskipun menggunakan jaringan XL di Sumatera. “Untuk data dan SMS, Axis  tetap berani menawarkan harga lebih murah atau nyaris sama dengan XL. Tetapi di suara sepertinya agak lebih mahal,” katanya.

Sebelumnya, Praktisi telematika Herry Nugroho mendesak regulator untuk secepatnya mengeluarkan aturan terkait   roaming   nasional antaroperator agar ada kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Herry menjelaskan, praktik domestik roaming menjadi masa depan dari bisnis operator baik pemain besar atau kecil. “Tidak bisa regulasinya hanya mengacu pada aturan generik tentang jaringan seperti yang ada di KM No 20/2001. Harus ada regulasi yang akomodatif, bukan restriktif karena regulator kaget ada pola bisnis seperti ini,” jelasnya.

Menurut Herry, adanya kerjasama roaming nasional akan mengoptimalisasikan  sumber daya, penghematan belanja modal, dan menaikkan setoran Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP). “Inilah alasan harus cepat dibuat regulasi yang jelas. Jika dibiarkan di area abu-abu bisa terjadi kriminalisasi layaknya layanan Voice Over Internet Protocol (Voip) beberapa waktu lalu dimana beberapa mantan direksi Telkom menginap di hotel prodeo,” tegasnya.[dni]

070110 Merindukan Regulasi yang Kondusif

Pada tahun macan ini regulator telekomunikasi telah menyatakan tidak akan mengutak-atik jasa suara dan SMS layaknya dua tahun lalu.

“Untuk suara dan SMS sejak diberlakukannya biaya interkoneksi 2008, rasanya tidak perlu perubahan. Kita hanya menyiapkan regulasi terkait kualitas layanannya karena sanksi denda mulai diterapkan,” ungkap Sekjen Depkominfo/PLT Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar di Jakarta, belum lama ini.

Basuki mengatakan, regulasi kualitas layanan diperlukan sebagai garis batas operator menyelenggarakan layanan yang ideal dinikmati oleh pelanggan. “Kemungkinan kita juga akan menerapkan regulasi kualitas layanan bagi jasa internet, untuk mendorong turunnya tarif jasa tersebut. Ini yang dinamakan soft policy oleh regulator,” katanya.

Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengatakan, Regulatory Financial Report (FRF) dari operator untuk tahun ini baru masuk, sehingga untuk menghitung penurunan tarif membutuhkan waktu lama.

“Tetapi melihat keuangan operator, rasanya belum ada penurunan tarif suara dan SMS tahun ini. Fokus kita memang ke regulasi turunan dari Permen kualitas layanan,” katanya.

Group Head Vas Marketing Indosat Teguh Prasetya mengharapkan, pemerintah bisa mengeluarkan   regulasi yang bersifat kondusif untuk mendorong laju pertumbuhan penggunaan suara dan sms yang sesuai dengan harapan baik pengguna layanan maupun penyedia layanan.

“Jumlah operator yang  banyak cenderung membuat persaingan semakin sengit khususnya di layanan suara dan sms ini,” katanya.

Teguh mengharapkan, di jasa  suara dan SMS karena   sudah relatif matang regulasinya, diharapkan tidak ada regulasi baru yang berdampak pada munculnya biaya yang akan ditanggung oleh operator.

“Saya mendengar adanya kajian tentang SMS tarif berbasis biaya, hal ini perlu dikaji secara terintegrasi, karena boleh jadi operator harus mengalihkan fokus pengembangan jaringannya kepada penyiapan infrastruktur interkoneksi SMS,” tuturnya.

Teguh pun mengingatkan, jasa internet belum waktunya diatur dalam bentuk regulasi kualitas layanan karena layanan tersebut  berbasis “best effort”.  “Jika  diatur secara kaku   dikhawatirkan nantinya akan terjadi kesulitan penerapan maupun implementasinya di lapangan terutama yang menyangkut public internet policy,” katanya.

Direktur Utama Mobile-8 Merza Fachy mengharapkan,  pemerintah  melalui  regulasinya  mendukung

sehatnya kompetisi yang terjadi di dalam industri  dengan memperhatikan seluruh pemain, dari yang

kecil hingga  besar.

” Tidak boleh ada satupun yang diabaikan. Mereka harus tumbuh bersama, setara dan adil. Tidak

boleh ada satu pemainpun yang boleh mati. Semua pemain tadi  selalu berawal dengan niat untuk

tumbuh dan berkembang, pada saat mereka menerima pertama kali lisensi dari pemerintah,”

katanya.

GM Corporate Communication Bakrie Telecom A. Noorman Iljas mengakui, regulasi dibutuhkan oleh

pelaku usaha sebagai kepastian hukum. ”Regulasi itu sebaiknya dikeluarkan setelah melibatkan

diskusi oleh semua pemain. Jangan hanya mementingkan kepentingan satu pihak,” tegasnya.

Sedangkan GM Corporate Communication XL Febriati Nadira mengaku, tidak takut jika regulator

mulai menerapkan denda bagi para pemain karena itu dipandang sebagai   bagian dari

pembinaan yang dilakukan regulator.

”Tanpa dikeluarkannya aturan kualitas layanan, XL  sangat konsen terhadap kualitas jaringan dan

layanan yang diberikan kepada pelanggan kami. Di sisi lain,  kami berharap selain adanya sanksi

denda perlu adanya semacam reward kepada operator yang memenuhi kewajibannya,” tukasnya.

Sementara Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno menegaskan, sangat mendukung

diimplementasikannya berbagai regulasi yang bertujuan menciptakan semangat  kompetitif yang

sehat berorientasi pada mutu pelayanan.

“Dengan begitu kemajuan industri ini akan menjadi manfaat nyata bagi para pengguna elular dan

menjadikan perkembangan layanan telekomunikasi di Indonesia terus melangkah setara dengan

negara-negara maju di dunia,” ujar Pria yang juga menjadi Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) ini.

Sarwoto pun meminta, jika regulasi telah dikeluarkan, semua pemain harus mematuhi bukan

mengakali. ”Inilah yang dimaksud komitmen dari semua pihak,”  tegasnya.[dni]

070110 BRTI Akan Panggil IM2

JAKARTA—Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan memanggil Indosat Mega Media (IM2) terkait kembali memburuknya layanan broadband internet yang diberikan ke pelanggan selama Desember lalu.

:”Kami akan memanggil IM2 jika memang layanan yang diberikan oleh anak usaha Indosat itu kembali buruk ke pelanggan. Akan diselidiki apa pemicunya. Bisa saja sanksi diberikan karena ini bukan kejadian pertama kali dalam jangka waktu satu tahun,” tegas Anggota Komite BRTI Heru Sutadi di Jakarta, Rabu (6/1).

Diungkapkannya, selama hari-hari libur panjang Desember lalu, layanan IM2 banyak dikeluhkan oleh pelanggan, terutama masalah kesulitan akses atau pulsa yang tiba-tiba hilang, padahal terkoneksi sulitnya bukan main.

“Keduanya itu masalah   teknis. Untuk sinyal  bisa dilihat  apakah penambahan frekuensi 3G sudah dilakukan atau tidak, karena ini dulu alasan Indosat tentang buruknya kualitas layanan di awal 2009. Sedangkan untuk masalah pulsa beberapa pelanggan yang tiba-tiba hilang nanti dilihat laporan billing system-nya,” tuturnya.

Berdasarkan catatan, IM2 pernah berurusan dengan regulator terkait masalah kualitas layanan pada awal 2009. Regulator akhirnya meminta operator ini menahan diri berjualan di Jabodetabek karena jaringannya tidak mampu menahan lonjakan trafik. Kala itu,  IM2 beralasan keterbatasan frekuensi 3G sebagai pemicu buruknya kualitas layanan.

Sebelumnya, IM2 dalam  keterangan resmi perseroan untuk menyambut hari-hari libur panjang untuk Desember 2009 menyakini trafik akan mengalami penurunan  sehingga  yakin jaringan yang dimiliki mampu melayani sekitar 500 ribu pelanggannya.

Namun kenyataan berbicara lain. “Slogan IM2 tidak tepat Broadband Anywhere. Tepatnya Disconected Everywhere. Bahkan sekarang ada layanan baru, pulsa bisa hilang tiba-tiba,” tukas Tiara seorang pelanggan yang sempat ditemui Koran Jakarta, belum lama ini.[dni]

070110 Bersiap Menuju Era Transformasi Bisnis

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menginjak minggu pertama pada 2010 telah memancangkan tekad untuk mempertahankan dominasinya di pasar jasa telekomunikasi.

Pada tahun ini, Telkom menargetkan jasa seluler melalui anak usaha Telkomsel mampu menaikkan pangsa pasarnya dari 52 menjadi 53 persen. Raihan itu akan berhasil dicapai jika pada akhir tahun nanti Telkomsel mampu menambah 15-17 juta pelanggan baru. Pada 2009, Telkomsel memiliki 83 juta pelanggan didukung 30 ribu BTS.

Sedangkan untuk jasa Fixed Wireless Access (FWA), Telkom yang telah menajdikan Flexi sebagai unit mandiri menargetkan ada 1,5-1,8 juta pelanggan baru agar jasa ini menguasai 57 persen pangsa pasar FWA. Pada akhir tahun lalu Flexi memiliki  15,7 juta pelanggan dengan dukungan sekitar 5 ribuan BTS.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan, sebagai pemimpin di pasar    selular, perseroan sedang bersiap untuk melakukan transformasi bisnis menuju  layanan data berbasis broadband tanpa menghilangkan  jasa  suara dan SMS.

Trasnformasi itu diwujudkan dengan  menghadirkan layanan mobile lifestyle terkini seperti  digital music, digital business, digital mobile advertising, atau video applications.

“Secara teknologi pun disiapkan dengan melakukan uji coba  uji coba Long Term Evolution (LTE) pada tahun ini,” ungkapnya kepada Koran Jakarta, Rabu (6/1).

Dikatakannya, untuk merealisasikan target di atas perseroan menyiapkan investasi sebesar  13 triliun rupiah  untuk peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan  dengan menggelar sekitar 35.000 BTS hingga akhir tahun 2010.

Execuitve General Manager Telkom Flexi Triana Muyatsa mengaku, target yang dicanangkan realistis untuk dicapai karena jasa Flexi sudah mengubah diri. “Kami tidak mau terjebak dengan perang tarif. Pada Natal dan Tahun Baru lalu fitur Flexi Milis dan Flexi Ngrumpi diminati pelanggan. Ini membuat penjualan perdana Flexi di sentra-sentra ponsel melonjak tajam,” katanya.

Triana pun optimistis, jasa Flexi akan mampu tumbuh 10 persen di atas rata-rata industri karena mulai tahun ini juga akan menggarap pasar data. “Koneksi internet dengan Flexi lebih murah. Ini belum banyak disadari pelanggan. Tahun ini akan dikampanyekan lebih gencar,” katanya.

Tidak Diam

Menanggapi aksi yang dilakukan oleh pemimpin pasar, dua penantang kuat (Indosat dan XL) tidak tinggal diam. Indosat hingga kuartal III 2009 memiliki 28,7 juta pelanggan dan XL sekitar 26,6 juta pelanggan.

“Kami perkirakan jasa data akan tumbuh hingga double digit pada tahun ini, sedangkan   jasa suara dan SMS hanya tumbuh single digit. Karena itu kapasitas di Jawa akan ditingkatkan, sedangkan untuk luar Jawa lebih pada perluasan jangkauan,” ungkap Group Head Vas Marketing Indosat Teguh Prasetya.

GM Corporate Communication XL Febriati Nadira mengungkapkan, XL tetap akan menjadikan  layanan pokok seperti SMS dan suara sebagai bisnis utama. “Trafik suara dan sms akan tetap meningkat  sejalan dengan peningkatan jumlah pelanggan. Tarif bicara  relatif tidak terlalu signifikan berubah. Selain  itu, XL juga sedikit-demi sedikit mulai juga meningkatkan layanan data,” katanya.

Senada dengan XL, GM Corporate Communication Bakrie Telecom A. Noorman Iljas juga memandang jasa dasar seperti suara dan sms masih memiliki potensi untuk berkembang. “ Kita hanya butuhkan tambahan fitur-fitur penambahan kenyamanan bagi pengguna,” katanya.

Sedangkan Direktur Utama Mobile-8 Merza Fachys mengungkapkan, tetap akan menjadikan   Fren Duo sebagai andalan untuk bersaing di pasar. Fren Duo  layanan satu-satunya di Indonesia yang menggabungkan layanan selular dan FWA di dalam 1 kartu.

”Layanan ini akan  mampu   bersaing dengan   Flexi dalam memberikan tarif murah untuk melakukan pannggilan dan juga melebihi Telkom Flexi dalam memberikan kenyamanan bagi penggunanya untuk berkomunikasi jika sedang di luar kota,” tegasnya.

Senjata lainnya adalah  layanan internet broadband Mobi yang mengusung teknologi CDMA EVDO Rev A dengan kecepatan sampai dengan 3.1 Mbps.  Hingga akhir 2009 pelanggan Mobi telah mencapai 60 Ribu pelanggan dan di tahun 2010 diperkirakan tumbuh 150 persen.

Sementara Division Head Core Product & Branding Smart Telecom  Ruby Hermanto menegaskan, tetap fokus memberikan layanan data pada tahun ini. “Smart tidak pernah terjebak dalam perang tarif suara. Harga jasa suara dan SMS yang diberikan Smart bukan promosi dan tergolong murah,” tuturnya.

Perang Berlanjut

Teguh memperkirakan perang pemasaran seperti penawaran SMS gratis lintas operator yang dilarang oleh regulator belum lama ini akan terus berlanjut pada pada 2010.

“Operator memberikan program pemasaran dengan alasan sebagai   benefit bagi pelanggan. Kalau kompetisi masih seperti ini, rasanya penawaran yang ‘tricky’ tentu masih akan ada,” katanya.

Merza menambahkan,   pasar Indonesia merupakan pasar yang sangat price conscious dimana masyarakat ingin tetap terhubung dengan layanan komunikasi yang dimilikinya tanpa harus khawatir dengan biaya yang besar, serta kegemaran masyarakat dengan iming-iming hadiah atau gimmick-gimmick.

”Inilah yang membuat keyakinan  perang pemasaran akan terus berlanjut dan merupakan strategi yang akan terus diusung oleh para pemain di industri ini,” katanya.

Sementara Noorman mengaku, tidak khawatir dengan perang pemasaran karena di industri esia terbukti  memiliki senjata untuk melawannya dengan disruptive inovation. “Program mencoba tarif GSM dengan Esia Bispak yang diluncurkan beberapa waktu lalu terbukti mampu membungkam gerakan pemain GSM,” katanya.

Pada kesempatan lain, praktisi telematika Bayu Samudiyo mengatakan, jika Telkomsel memprediksi akan ada 15 juta tambahan pelanggan baru, maka pada tahun ini di industri akan ada 30 juta nomor baru yang diperebutkan.

“Tetapi yang menjadi pelanggan bukan benar-benar orang baru. Nomor yang diperebutkan itu adalah pelanggan yang ingin memiliki kartu kedua atau ketiga untuk jasa data,” katanya.

Bayu pun meragukan, Telkomsel akan mampu menaikkan pangsa pasarnya pada tahun ini. “Saya rasa malah akan tergerogoti oleh para pemain baru yang gencar berpromosi. Tetapi di akhir tahun Telkomsel masih menjadi pemimpin pasar,” katanya.

Bayu memperediksi, pusat pertarungan dari para operator tetap akan terjadi di Jawa. Sedangkan untuk area pertarungan baru adalah Sumatera.

“Sedangkan untuk pendapatan data mulai tahun ini akan bicara secara nominal rupiah.  Ini dipicu oleh  bundling data dengan hardware (laptop/handset) yang semakin  menjamur. Tantangan bagi operator tahun ini terletak  untuk  mengembangkan bisnis Value Added Service (VAS) yang lebih mengarah pada data,” katanya.[dni]