020110 Investor Asing Berminat Investasi di Pelabuhan

JAKARTA—Sejumlah investor asing dari Jepang dan China tertarik untuk melakukan investasi di infrastruktur pelabuhan Indonesia, khususnya di  Samarinda, Banjarmasin, Sabang, Tangerang, dan Bekasi.

“Tempat-tempat itu sangat menarik para investor dari kedua negara itu,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan, Sunaryo di Jakarta, belum lama ini.

Sunaryo menduga, banyaknya investor dari China yang terjun ke bisnis pelabuhan tak bisa dilepaskan dari adanya perjanjian Asean-China Free Trade Area (ACFTA) mulai Januari 2010. “Investor yang banyak mengajukan itu dari China. Saya duga ini tak bisa dilepaskan dari adanya perjanjian tersebut,” katanya.

Sunaryo menjelaskan, untuk membangun pelabuhan di Indonesia  harus melewati
beberapa tahapan. Tahapan tersebut antar alain studi kelayakan pantas atau tidaknya, rekomendasi pemda, rekomendasi amdal. “Semua itu diserahkan ke  administrator pelabuhan (Adpel) yang nantinya direkomendasikan ke hubla (Dephub),” tandasnya.

Untuk diketahui, sesuai dengan Undang-Undang No 17 tahun 2008 tentang Pelayaran,
saat ini pemerintah tidak lagi memonopoli kegiatan di pelabuhan. BUMN pelabuhan yaitu PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) lambat laun akan menyerahkan sejumlah kewenangannya kepada pihak swasta.

Pihak asing pun diperbolehkan masuk untuk berinvestasi ke bidang pelayaran ini. Meski demikian, karena membutuhkan proses, maka masih butuh waktu yang cukup lama.

Terkait dengan Free Trade Area (FTA), pemerintah pun akan melakukan pembenahan di pelabuhan. Kegiatan pelabuhan di Indonesia saat ini dianggap masih belum efisien, karenanya bisa terkena imbas dari perdagangan bebas.

Tingginya  ongkos pelabuhan memicu  harga barang Indonesia lebih mahal dibanding harga barang dari China. “Karena ongkos angkut domestik yg relatif lebih tingi. Orang
mengatakan di pelabuhan high cost. Kalau mau siap FTA, bersaing dengan turunkan tarif pelabuhan. Kalau di sana (China) low cost dan di sini high cost harus atur cara supaya tidak pelabuhan luar yang kebanjiran barang dari luar,” tegas Sunaryo.

Untuk melakukan hal itu, tandasnya, butuh komitmen untuk turunkan biaya operasional. “Perhubungan laut berkepentingan itu dengan mengajak penyedia dan pengguna jasa turunkan high cost,” tandasnya.[dni]

1 Komentar

  1. saat ini saya mencari investor utk membangun pelabuhan terpadu, saya punya lahan 300 ha yang letaknya sangat strategis sekali , di wilayah segitiga emas kalimantan yaitu Balikpapan , Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara . bakal pelabuhan ini bersifat open sea dan dapat dirapati oleh vesel sampai dengan 60.000 mt karena berada tepat di kawasan Teluk Balikpapan . Saat ini saya mencari investor yang siap untuk bekerja sama .


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s