020110 BRTI Larang SMS Gratis Lintas Operator

JAKARTA—Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) melarang operator telekomunikasi untuk menawarkan SMS gratis  lintas operator karena bisa menurunkan kualitas layanan bagi pelanggan.

“Kami akan mengeluarkan surat teguran bagi operator yang menawarkan program pemasaran SMS gratis lintas operator  tersebut. Surat Ketua BRTI pada akhir 2008 belum dicabut,  sehingga himbauan lama itu masih berlaku,” tegas Anggota  Komite BRTI Iwan Krisnandi di Jakarta, Kamis (1/1).

Diungkapkannya, BRTI pada akhir Desember 2008 mengeluarkan  surat larangan penawaran SMS gratis lintas operator karena  bisa menganggu jaringan operator penerima. Pasalnya, skema  pentarifan SMS berbeda dengan jasa suara. Di SMS berlaku pola Sender Keep All (SKA) alias  pentarifan dimana biaya SMS diambil semuanya oleh operator pengirim. Sedangkan di suara berlaku pentarifan berbasis biaya interkoneksi yang  memungkinkan revenue sharing antara operator pengirim dan  penerima.

Surat tersebut juga memberikan kesempatan bagi operator  yang tergabung dalam Asosiasi Telekomunikasi Seluler
Indonesia (ATSI) untuk membuat kode etik tentang penawaran SMS, khususnya masalah bahasa pemasaran yang banyak menipu pelanggan dengan kata-kata gratis.

Saat ini operator yang menawarkan SMS gratis lintas  operator adalah  Natrindo Telepon Seluler (NTS) dan
Hutchison CP Telecom Indonesia (HCPT), Indosat, dan XL.

Iwan mengakui, operator yang paling dirugikan oleh praktik SMS gratis lintas operator tersebut adalah Telkomsel karena memiliki pelanggan terbesar di industri yakni 80 juta nomor sehingga jaringannya sangat terbebani dengan SMS sampah yang memanfaatkan bonus gratis dari operator lainnya.

“Telkomsel memang mengadu kepada regulator soal ini. Sebagai wasit di industri kami memang melihat ada
ketidakadilan bagi pemimpin pasar,” katanya.
Deputy VP Corporate Secretary Telkomsel Aulia E. Marinto mendukung langkah BRTI yang melarang program pemasaran tersebut  karena pola interkoneksi SMS masih SKA. “Sebaiknya program promosi itu menggunakan sumber daya masing-masing saja. Jangan malah membebani jaringan pesaing,” katanya.

GM Corporate Communication XL Febriati Nadira mengatakan, penawaran SMS gratis tersebut lebih diberikan untuk
memberikan apresiasi bagi pelanggan tertentu.
Sementara juru bicara NTS Anita Avianty menegaskan, pihaknya hanya memberikan bonus airtime bagi pelanggan.
“Di bonus airtime itu termasuk SMS dan suara. Nah, rasanya tidak semua bonus dipakai untuk SMS oleh pelanggan,”
katanya.

Sedangkan Group Head Corporate Communication Indosat Adita Irawati mengingatkan, regulator harus memahami program itu telah berjalan dan dinikmati oleh para pelanggan. “Kami ikut saja dengan kemauan regulator. Tetapi pelanggan yang telah merasakan nikmatnya program ini bagaimana,” katanya.

Adita pun mengungkapkan, jasa SMS masih menjadi idola bagi pelanggan untuk berkomunikasi. Terbukti pada pergantian tahun lalu trafik SMS Indosat dengan 28,6 juta pelanggan meningkat 43,57 persen atau mencapai  433.38
juta SMS.

Sedangkan trafik suara  mengalami kenaikan 19,71persen atau menjadi sekitar 288 juta suara dan  jasa data naik 1,08 persen atau mencapai sekitar 18,6 Terabyte.

Sebelumnya Ketua Umum ATSI Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan, pihaknya sedang melakukan pembahasan untuk kode etik SMS dan pentarifannya. “Sedang dibahas jika diterapkan pola interkoneksi berbasis biaya agar operator pengirim dan penerima mendapatkan uang,”  jelasnya.[dni

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s