301209 Pemerintah Minta Pengelola Slot Satelit Berbadan Hukum Indonesia

JAKARTA–Pemerintah mendesak pengelola slot satelit milik negara harus berbadan hukum Indonesia agar devisa tidak lari keluar negeri.

“Idealnya pengelola slot itu berbadan hukum Indonesia. Ini masalah kejelasan pembayaran Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP) dan pajak,” tegas Sekjen Depkominfo/PLT Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar di Jakarta, Selasa (29/12).

Basuki menegaskan, pihaknya akan melakukan klarifikasi ke perusahaan Media Citra Indostar (MCI) terkait hilangnya nama Indostar II setelah satelit itu dibeli oleh  SES World Skies (SES) dari  PT Protostar. MCI adalah operator televisi berbayar Indovision.

Protostar adalah mitra MCI mengoperasikan Indostar II dalam bentuk kerjasama condo satelit. Kerjasama ini adalah dimana satelit disewa oleh pemilik slot.

Belum lama ini Protostar mengalami kebangkrutan dan sahamnya dibeli oleh SES  sejak 16 Desember setelah memenangi tender terbuka dengan menggelontorkan dana 185 juta dollar AS.

Indostar II  memiliki  22 transporder Ku-Band serta 10 transporder S-Band dengan rencana operasional layanan hingga 15 tahun mendatang.

SES sendiri merupakan perusahaan satelit komunikasi global yang kini memiliki 40 satelit di 26 orbit.

Basuki menjelaskan, masalah satelit harus dilihat secara jernih karena ada kepentingan negara di infrastruktur tersebut.

“Sebenarnya untuk jangka pendek kita tidak ada masalah perusahaan asing mengisi slot tersebut. Tetapi harus berbadan hukum lokal. Soalnya jika slot dibiarkan kosong bisa ditarik oleh International Telecommunication Union (ITU). Dilema ini harus dipahami, karena investasi untuk membangunnya mahal,” katanya.

Basuki mengatakan, untuk membereskan masalah pengelolaan satelit di Indonesia, pemerintah akan secepatnya menyelesaikan peraturan menteri terkait satelit. “Terutama masalah skema perjanjian condo satelit,” katanya.

Secara terpisah Sekretaris Perusahaan MCI Arya Mahendra, menyatakan satelit Protostar II masih dimiliki oleh MCI hingga saat ini, meskipun kini tidak lagi dimiliki oleh Protostar.

“Kami yang memilih SES sebagai mitra baru pasca kebangkrutan Protostar, namun kemarin-kemarin belum bisa diumumkan karena masih dalam proses tender dan SES merupakan perusahaan publik,” ujarnya.

Dia menjelaskan pola kerja sama antara Protostar dengan MCI dan SES dengan MCI sama. “Mereka yang mengajukan diri kepada MCI untuk dipilih sebagai mitra. Selain SES, pasca bangkrutnya Protostar ada juga beberapa perusahaan lain yang mengajukan diri,” katanya.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s