121209 Natal dan Tahun Baru : Penumpang Angkutan Jalan Naik 8 %

JAKARTA—Departemen Perhubungan (Dephub) memprediksi jumlah penumpang angkutan jalan untuk natal dan tahun baru 2009 akan mencapai 2.358. 495  juta penumpang atau naik 8 persen dari periode sama tahun lalu sebesar 2.189.193 juta penumpang.

Sedangkan untuk moda Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) diperkirakan jumlah penumpang yang menggunakan sarana tersebut untuk natal dan tahun baru nanti sebesar 1.502.080 juta penumpang atau naik 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 1.307.736 juta penumpang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Suroyo Alimoeso mengungkapkan, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut telah disiapkan armada bus dengan potensi 34.458 unit dengan kesiapan armada 30.922 unit. Kapasitas penumpang angkutan jalan sendiri adalah 14.895.000 jiwa.

“Sedangkan untuk ASDP ada potensi armada 119 kapal dengan kesiapan 107 kapal. Kapasitas penumpang ASDP adalah 9,603 juta jiwa,” ujarnya di Jakarta, Jumat (11/12).

Dijelaskannya, lokasi yang harus dipehatikan untuk angkutan jalan adalah terminal di Provinsi DKI Jakarta, Purabaya (Jatim), Lw. Panjang (Jabar), Terboyo (Jateng), Giwangan (DI Yogyakarta), dan terminal di Sumut, Bali, NTT, hingga Papua.

“Kalau ASDP yang harus diperhatikan itu penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk,” katanya.

Dia meminta, pelaku usaha untuk tidak menaikkan tarif melebihi batas atas karena melanggar regulasi dan merugikan konsumen.

“Saat Lebaran lalu kami menghukum 32 PO karena melanggar tarif batas atas. Sanksi administratif diberikan secara beragam,” katanya.

Dijelaskannya, pelanggaran yang biasa dilakukan selain penetapan tarif terlalu tinggi adalah masalah penelantaran penumpang.

“Sanksi terberat kami berikan pada PO Warga Baru yang melakukan penelantaran penumpang di wilayah Surakarta Jawa Tengah yaitu pelarangan pengoperasian kendaraan yang melanggar selama 13 minggu dan pengembangan usaha selama 13 bulan kepada perusahaan,” katanya.

Revitalisasi Terminal
Selanjutnya diungkapkan, mulai tahun depan program revitalisasi sejumlah terminal bus antarkota akan direalisasikan guna meningkatkan mutu pelayanan dengan memberikan kenyamanan maksimal kepada masyarakat.

“Terminal yang akan direvitalisasi itu adalah terminal  Bus Antarkota Pulogadung di Jakarta Timur. Kita sudah lakukan koordinasi dengan Pemprov DKI karena pola revitalisasi ini akan disesuaikan dengan tata ruang kota Jakarta,” ungkapnya.

Secara garis besar, Suroyo memaparkan, melalui program revitalisasi ini Terminal Bus Pulogadung akan diupayakan menjadi ”Green Terminal”.

Konsep ini mengusung.  terminal ramah lingkungan yang didukung dengan sistem tata kelola moderen, di mana para calon penumpang tidak sebatas memanfaatkan terminal sebagai tempat untuk naik-turun kendaraan.

Terminal tersebut akan dirancang sedemikian rupa agar bisa juga dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat rendezvous yang nyaman, dengan segala fasilitas pendukung seperti koridor-koridor pejalan kaki yang tertutup, area niaga yang terlokalisasi, serta toilet yang sangat higienis.

Suroyo menjamin, bus-bus tidak akan ada lagi mangkal atau berhenti sembarangan di luar terminal, serta tidak akan ada lagi pedagang kaki lima yang berkeliaran di kawasan terminal seperti sekarang ini.

”Kita akan buat bagaimana terminal bus Pulogadung nantinya akan senyaman mungkin. Masyarakat baru akan merasa kalau dia berada di terminal yaitu saat mereka masuk ke ruang tunggu pemberangkatan bus. Sebelum masuk ruang tunggu, mereka bisa keliling-keliling baik untuk belanja atau makan di tempat yang sudah disediakan, layaknya ketika berada di dalam mal. Untuk sitem tiketingnya, kita akan gunakan sistem elektronik,” paparnya.

Suroyo optimistis, konsep terminal bus ideal yang ramah lingkungan ini bisa terwujud. ”Kendala yang agak berat mungkin membudayakan dispilin dan sikap tertib, baik kepada masyarakat maupun aparat. Tapi, saya yakin bisa, karena masyarakat kita bukan masyarakat yang bodoh. Coba lihat terminal atau bandara di luar negeri seperti di Singapura atau China yang sangat nyaman itu, tidak ada calon penumpang yang bandel dan bersikap sembarangan, termasuk warga Indonesia. Nah, di negara orang kita bisa kok tertib, masak di rumah sendiri tidak bisa?” Jelasnya.

Berkaitan dengan anggaran untuk revitalisasi tersebut, Suroyo enggan mengungkapkan,”Dananya akan diambil dari APBN. Besarannya belum bisa diungkap”.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s