101209 2012, Era Total Konvergensi Dimulai

2012, Era Total Konvergensi Dimulai

JAKARTA—Para pelaku usaha di sektor telekomunikasi menyakini era total konvergensi akan terjadi di Indonesia dalam waktu tiga tahun mendatang atau pada 2012.

Konvergensi adalah menyatukan berbagai layanan telekomunikasi dan penyiaran ke dalam satu media. Sehingga dengan hanya satu media pelanggan dapat menikmati berbagai jenis layanan seperti triple play (teleponi, video dan text termasuk di dalamnya layanan streaming broadcast dan video on-demand) maupun Quad play dengan andalannya adalah teknologi akses tanpa kabel (wireless).

”Jika hanya konvergensi yang sepotong-potong seperti triple play itu sudah akan terjadi pada tahun depan. Telkom saja akan menggelar triple play plus pada kuartal pertama 2010,” ungkap COO Telkom Ermady Dahlan, di Jakarta, Rabu (9/12).

Dijelaskannya, dalam era full konvergensi hal yang perlu dipertimbangkan adalah ketersediaan bandwitdh, fully mobility, perangkat yang seamlesss, dan konten lokal yang berlimpah. ”Di era ini jaringan bergerak dan tetap akan menyatu. Untuk ini dibutuhkan regulasi yang mendukung dari pemerintah,” katanya.

Ermady menjelaskan, saat ini pelaku usaha sedang membahas masalah penetapan harga jika full konvergensi dilaksanakan. Terdapat beberapa skenario yakni berbasiskan volume, waktu, bulk, atau kombinasi dari ketiganya.

Dosen Senior Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia (UI) Purnomo Sidi Priambodo mengungkapkan, untuk mengantisipasi datangnya era konvergensi, UI bersama beberapa operator bernisiatif membentuk Forum Konvergensi Telekomunikasi (Konvertel). Operator yang menjadi anggota Konvertel adalah Telkom, Telkomsel, Indosat, IM2, dan XL.

”Forum ini untuk memberikan asupan dan kontribusi bagi usaha-usaha penghematan devisa untuk pengelolaan infrastruktur informasi yang lebih efisien dan berdaya guna,” katanya.

Sementara Sekjen Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, konvergensi di sisi jaringan memang dibutuhkan oleh industri telekomunikasi untuk menghemat belanja modal dan biaya operasional di masa depan. ”Regulator sekarang sedang mengaji, apakah open access itu perlu diregulasi atau tidak,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s