041209 2010, Penjualan Smartphone Akan Marak

JAKARTA—Penjualan telepon seluler (Ponsel) yang memiliki kemampuan  mengakses internet dan  multimedia (Smartphone) diperkirakan akan marak pada tahun depan secara global dengan pertumbuhan sekitar  lima hingga tujuh persen.

Pada kuartal ketiga 2009, penjualan smartphone  meningkat  12,8 persen sepanjang. Secara keseluruhan total penjualan smartphone di dunia dalam kuartal ketiga mencapai 41 juta unit.

Hasil riset yang dilakukan  iSuppli memprediksi, pada tahun ini pengapalan smartphone akan mencapai 200 juta unit. Sedangkan  pada 2013 jumlahnya  akan meningkat hingga 450 juta unit secara global.

Di Indonesia sendiri penjualan ponsel untuk seluruh jenis diperkirakan hingga akhir tahun ini mencapai 21 juta unit. Sedangkan pada 2010  akan mengalami peningkatan  5 sampai 10 persen .

”Jika secara global angka pertumbuhan satu digit, di Indonesia bisa saja terjadi mencapai dua digit. Pemicunya adalah layanan operator yang akan lebih fokus menggarap jasa data,” ungkap Project Head BlackBerry & Consumer Device Indosat Agung Wijanarko di Jakarta, Kamis (3/12).

Agung mengatakan, saat ini operator dalam mengakuisisi pelanggan elalu memperhatikan tiga hal yakni mobility, internet, dan gadget. Tiga hal tersebut bisa dipenuhi oleh smartphone. “Di Indonesia peluangnya makin besar dengan adanya merek lokal yang menawarkan harga di bawah satu juta rupiah. Produk seperti ini sesuai dengan daya beli masyarakat,” jelasnya.

Menurut Agung, operator kedepan dalam memasarkan kartu perdana akan dipaksa membundel dengan smartphone agar nomornya digunakan pelanggan. ”Jika lepas kartu perdana saja ke pasar susah dilirik. Apalagi pasarnya anak muda. Inilah alasan kita banyak menggandeng ponsel merek seperti IMO dengan varian B819,” katanya.

Direktur  IMO Sarwo Wargono menambahkan, penjualan smartphone  mengalami lonjakan pada tahun ini juga dipicu oleh keranjingannya masyarakat mengakses situs jejaring sosial dan berkomunikasi melalui instant messaging. “Dua hal itu yang membuat pasar menjadi terbuka lebar bagi pemain dengan merek lokal seperti IMO,” katanya.

Mendongkrak
Secara terpisah, Division Head Core Product & Branding Ruby Hermanto mengakui, hadirnya ponsel smartphone mampu mendongkrak jumlah pelanggan operator yang mengandalkan jasa data untuk mempenetrasi pasar.

“Smart telah merasasakan hebatnya ponsel yang memiliki kemampuan koneksi data. Sekarang saja sudah ada 330 ribu dari total 2,17 juta pelanggan yang menggunakan ponsel untuk koneksi data,” jelasnya.

Ruby mengungkapkan, sebagai operator yang konsisten mengembangkan teknologi Code Division Multiple Access (CDMA), Smart memiliki inovasi CDMA 1x, EVDO, dan EVDO Rev A. ”Ketiga teknologi tersebut menjadikan pelanggan Smart benar-benar bisa menikmati jasa internet dengan kecepatan tinggi ala broadband,” katanya.

Diungkapkannya, hingga akhir 2009  teknologi EVDO akan melayani 32 kota.  Sedangkan EVDO Rev A menjangkau beberapa kota, yaitu Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta, Bandung dan Bali.

”Kami juga mulai menggarap segmen menengah atas untuk jasa data ini.. Hal itu ditandai dengan dirilisnya  dua seri ‘Hape Modem’ , Dual On GSM-EVDO 3.5G E329 dan Windows Phone 3.5G N75,” katanya.

N75 merupakan ponsel paket bundling dengan ZTE. Ponsel yang dihargai Rp2,7 juta tersebut menggunakan sistem operasi berbasis Windows Mobile 6.1 Professional Edition dengan prosesor Qualcomm MSM7625 528 MHz. Selain itu N75 memiliki fitur lengkap dengan kamera 3,2MP, aplikasi Facebook, GPS-support, dan microSD 2GB.

Sedangkan, E329 dual on GSM-EVDO 3.5G, yang merupakan ponsel bundel K-Touch dibanderol dengan harga Rp 1,36 juta. E329 mengusung desain candybar yang dilengkapi teknologi layar sentuh dan fitur Shake Sensor. Fitur tersebut mampu digunakan untuk mengganti wallpaper screen ataupun untuk motion game. E329 juga dilengkapi dengan kamera 2 MP dan ditawarkan dengan paket gratis internet unlimited Platinum selama 100 hari hingga 31 Januari 2010.

Sementara Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Hefini Haryono mengungkapkan,  pertumbuhan pendapatan  dari jasa data  tidak seimbang, malah cenderung merugi. Hal ini dipicu tingginya akses pengguna ke situs asing yang membuat konsumsi bandwitdh menjadi tinggi.

“Sebetulnya keuntungan dari data itu flat. Banyak bandwith yang terbuang ke luar negeri, tapi tidak ada pemasukan buat kita. Itu yang membahayakan,” ungkapnya.

Dicontohkannya Hefini, paket BlackBerry unlimited Telkomsel hanya 180 ribu rupiah, yang membuat pengguna bisa mengunduh atau browsing sepuasnya. Bahkan, dalam keadaan tidak digunakan, bandwith bisa terbuang begitu saja, tanpa ada pemasukan tambahan bagi operator.
”Pada akhirnya, iPhone itu seperti kompetitornya Telkomsel. Sebab, mereka bisa mendapatkan fee dari app store dengan mengunduhnya. Sedangkan operator, tidak,” tambahnya.

Guna mengatasi hal ini, Telkomsel  akan menjalin kerja sama dengan raksasa internet, agar bisa menghasilkan win-win solution. ”Soalnya kita tahun depan menargetkan pelanggan mencapai 100 juta nomor dari 80 juta nomor. Jika tidak seimbang kontribusi pendapatan, bisa tidak sehat,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s