031109 BRTI Akan Selidiki BTEL

JAKARTA–Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akan menyelidiki penyelenggaraan Sambungan Langsung Internasional (SLI) milik Bakrie Telecom (BTEL) dengan kode akses 009 untuk memastikan jasa yang diberikan ke pelanggan menggunakan teknologi clear channel.

“Kami akan menyelidiki dan mengklarifikasi ke manajemen BTEL tentang adanya dugaan kode akses  009 menggunakan Voice Over Internet Protocol (VoiP). Kalau ini terbukti, jelas sekali merugikan pelanggan karena biaya yang dikenakan ke pengguna berbeda,” tegas Anggota Komite BRTI Heru Sutadi kepada Koran Jakarta, Rabu (2/12).

Heru mengatakan, di masyarakat terdapat keluhan dari pengguna 009 yang merasakan tidak menikmati teknologi clear channel kala menggunakan jasa dari pemilik esia tersebut. “Para pengguna yang tergabung dari Indonesia Telecommunication Users Group (IDTUG) ikut memepertanyakan kualitas SLI dari 009,” katanya.

Menanggapi hal itu, Direktur Layanan Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaedi mengaku tidak khawatir dengan langkah regulator. “Silahkan saja diperiksa,” katanya.

VP Intercarrier Bakrie Telecom Herry Nugroho memastikan, trafik yang diangkut mulai dari pengguna hingga Sentra Gerbang Internasional (SGI) menggunakan clear channel. Tetapi untuk terminasi, dari SGI ke negara tujuan, BTEL tidak bisa mengkontrol kualitas karena disalurkan melalui jaringan rekanan.

“Kita tidak bisa kontrol secara end to end. Semua operator SLI mengalami hal yang sama. Anehnya kenapa tudingan hanya diarahkan ke BTEL,” ketusnya.

Herry menjelaskan, BTEL memiliki dua partner internasional yakni Telstra dan Tata. Dibelakang kedua operator ini biasanya ada rekanan lain untuk menyalurkan trafik ke negara tujuan.

“Nah, jika tujuannya negeri antah berantah, tentu makin sulit dikontrol. Apa regulator lokal punya sumber daya mengaudit hingga kesitu,” tantangnya..

Untuk diketahui, ini adalah kali kedua dalam rentang waktu seminggu BTEL mendapat sorotan dari regulator. Kasus pertama adalah ricuhnya penjualan ponsel Esia-Nexian yang hingga sekarang belum jelas penyelesaiannya.[dni]

Tiga Pemenang Tender BWA Di-deadline Hingga 20 Desember

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s