021209 Kecelakaan Dumex 10 Dipicu Human Error



JAKARTA– Menteri Perhubungan Freddy Numbery menegaskan, kasus kecelakaan KM Dumai Express 10 (Dumex 10)  di Perairan Dumai, Minggu pekan lalu yang menewaskan puluhan penumpang disebabkan oleh human error(kesalahan perorangan).

“Saya  telah melaporkan ke Organisasi Maritim Internasional (IMO). Sekjen IMO Mr Efthimios Mitropoulos menyatakan memang itu karena humman error. Dia meminta agar pemerintah Indonsia terus membangun komitmen untuk membangun keselamatan bersama,” kata Freddy  di Jakarta, Senin (30/11).

Nakhoda kapal, jelasnya, saat ini sedang menjalani pemeriksaan.

Paling tidak dia akan dibawa ke Mahkamah Pelayaran untuk mempertanggungjawabkan yang telah diperbuatnya.

Seperti diketahui, dalam laporan Dephub, KM Dumex 10 yang berbahan fiber glass tersebut mengalami kecelakaan saat berlayar dari Pelabuhan Sekupang Batam menuju Tanjung Balai Karimun. Kapal ferry cepat itu terhempas ombak setinggi tiga meter.

Diperkirakan operator melakukan pelanggaran yaitu tidakmengindahkan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi danGeofisika (BMKG). Selain itu, sang nakhoda juga mengakui masih terjadi penjualan tiket di atas kapal.

Disebutkannya, ke depan pemerintah tidak akan berkompromi lagiterhadap operator pelayaran yang ingin mendapatkan keuntungan tanpamempedulikan keselamatan. “Operator-operator yang hanya mementingkan keuntungan sebaiknya dicabut saja,” tegas Freddy.

Freddy juga menyatakan tenggelamnya KM Dumex 10 tidak berpengaruh terhadap kredibilitas bangsa Indonesia di depan anggota IMO.

Bahkan Indonesia terpilih kembali menjadi anggota IMO dengan rankingterpilih nomor tiga di antara 20 anggota yang terpilih sebagai anggota Dewan IMO kategori C.

Uji Petik Sementara
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Sunaryo mengatakan,uji petik terhadap semua kapal di Kepulauan Riau dan Riau telahdilakukan.

Meski demikian, jelasnya, saat ini pihaknya belum menerima laporan tertulis.

Berbeda dengan uji petik sebelumnya yang hanya dilakukan olehDephub saja. Dalam sidak tersebut, Dephub dibantu oleh administrator pelabuhan (adpel) dan kantor pelayanan pelabuhan(kanpel) yang turut proaktif memeriksa kapal yang keluar masuk pelabuhan.

“Laporannya belum masuk, tetapi saya sudah menekankan agar sampaike dephub minggu ini. Nanti akan kita umumkan hasilnya, yang jelasyang tidak memenuhi syarat pelayaran dan keselamatan tidak bolehberlayar,” katanya.

Dijelaskannya, uji petik dilakukan dengan memeriksa sebagian darikapal yang keluar masuk pelabuhan di daerah-daerah secara acak.

Bila hasilnya sebagian tidak memenuhi syarat, maka akan dilakukanuji petik lagi agar para operator pelayaran tertib menjalankan pelayarannya.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s