011209 BTEL Didesak Pertanggungjawabkan Nasib Pelanggan

 

JAKARTA—PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) didesak untuk mempertanggungjawabkan nasib pelanggan yang tidak berhasil mendapatkan ponsel murah akibat dibubarkannya promo below the line operator tersebut di salah satu pusat perbelanjaan oleh aparat keamanan pada pekan lalu.

 

“BTEL sebagai operator harus bertanggungjawab dengan nasib calon pelanggannya. Operator itu harus bisa memprediksi akan adanya animo yang luar biasa jika produk dibanting harganya. Para calon pelanggan yang sudah didata pada hari dibubarkan sebaiknya diberikan ponsel dengan harga promo yang ditawarkan,” tegas Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi kepada Koran Jakarta, Senin (30/11).

 

Heru meminta, jika operator melakukan aktivitas below the line harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan di lingkungan sekitar. “BTEL sudah memiliki pengalaman adanya antrian jika produk dijual murah. Tahun lalu, di kantornya juga terjadi antrian kala ada ponsel murah. Kenapa untuk kejadian kemarin dibuat hanya di satu tempat?. Jadinya seperti antrian hewan kurban atau zakat gratis,” tegasnya.

 

Menanggapi hal itu, Wakil Direktur Bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer menjelaskan, penyelenggara dari kegiatan below the line itu adalah vendor ponsel Nexian. “Kami belum dapat kabar dari Nexian. Mereka penyelenggara acara tersebut. Tetapi, saya akui produk yang dijual adalah bundling dengan esia,” katanya.

 

Seperti diketahui, pada Rabu pekan lalu, BTEL membanting harga ponsel bundling Esia-Nexian dari 299 ribu rupiah menjadi 99 ribu rupiah hanya untuk satu hari. Program ini menyedot ribuan orang untuk antri di salah satu pusat perbelanjaan  di Jakarta.

 

Sayangnya, kegiatan ini menganggu ketertiban umum dan calon pelanggan pun tidak semuanya bisa terlayani. Akhirnya, kegiatan tersebut terpaksa dihentikan aparat keamanan.

 

Calon pelanggan pun melakukan demonstrasi ke kantor BTEL dan meminta kepastian akan ketersedian ponsel. BTEL dikabarkan mendata calon pelanggan dan dijanjikan akan mendapatkan ponsel tersebut. Namun, tidak ada jaminan ponsel masih dijual dalam harga promosi atau tidak.[dni]

 

 


st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Batang; panose-1:2 3 6 0 0 1 1 1 1 1; mso-font-alt:바탕; mso-font-charset:129; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:1 151388160 16 0 524288 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Tahoma; panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:1627400839 -2147483648 8 0 66047 0;} @font-face {font-family:”\@Batang”; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:129; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:fixed; mso-font-signature:1 151388160 16 0 524288 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:Batang; mso-fareast-language:KO; mso-no-proof:yes;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-fareast-font-family:Batang;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

BTEL Didesak Pertanggungjawabkan Nasib Pelanggan

JAKARTA—PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) didesak untuk mempertanggungjawabkan nasib pelanggan yang tidak berhasil mendapatkan ponsel murah akibat dibubarkannya promo below the line operator tersebut di salah satu pusat perbelanjaan oleh aparat keamanan pada pekan lalu.

“BTEL sebagai operator harus bertanggungjawab dengan nasib calon pelanggannya. Operator itu harus bisa memprediksi akan adanya animo yang luar biasa jika produk dibanting harganya. Para calon pelanggan yang sudah didata pada hari dibubarkan sebaiknya diberikan ponsel dengan harga promo yang ditawarkan,” tegas Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi kepada Koran Jakarta, Senin (30/11).

Heru meminta, jika operator melakukan aktivitas below the line harus memperhatikan keselamatan dan kenyamanan di lingkungan sekitar. “BTEL sudah memiliki pengalaman adanya antrian jika produk dijual murah. Tahun lalu, di kantornya juga terjadi antrian kala ada ponsel murah. Kenapa untuk kejadian kemarin dibuat hanya di satu tempat?. Jadinya seperti antrian hewan kurban atau zakat gratis,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Direktur Bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer menjelaskan, penyelenggara dari kegiatan below the line itu adalah vendor ponsel Nexian. “Kami belum dapat kabar dari Nexian. Mereka penyelenggara acara tersebut. Tetapi, saya akui produk yang dijual adalah bundling dengan esia,” katanya.

Seperti diketahui, pada Rabu pekan lalu, BTEL membanting harga ponsel bundling Esia-Nexian dari 299 ribu rupiah menjadi 99 ribu rupiah hanya untuk satu hari. Program ini menyedot ribuan orang untuk antri di salah satu pusat perbelanjaan  di Jakarta.

Sayangnya, kegiatan ini menganggu ketertiban umum dan calon pelanggan pun tidak semuanya bisa terlayani. Akhirnya, kegiatan tersebut terpaksa dihentikan aparat keamanan.

Calon pelanggan pun melakukan demonstrasi ke kantor BTEL dan meminta kepastian akan ketersedian ponsel. BTEL dikabarkan mendata calon pelanggan dan dijanjikan akan mendapatkan ponsel tersebut. Namun, tidak ada jaminan ponsel masih dijual dalam harga promosi atau tidak.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s