281109 Laba Bersih BTEL Anjlok 19,83

JAKARTA—Laba bersih PT Bakrie Telecom (BTEL) pada kuartal ketiga tahun ini hanya sebesar   97 miliar rupiah atau anjlok 19,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar  121 miliar rupiah.

Anjloknya laba bersih pemilik merek dagang Esia ini tidak sebesar pada kuartal pertama tahun ini sebesar 79 persen atau  sebesar 5,7 miliar rupiah   dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan raihan  27,4 miliar rupiah.

Berdasarkan catatan, anjloknya laba perseroan pada kuartal pertama tahun ini  akibat  rugi kurs sebesar 14,2 miliar rupiah   dibanding laba kurs sebesar  25,9 miliar rupiah di kuartal pertama tahun lalu.

Sedangkan jika dilihat per semester, maka pada semester I 2009, laba bersih BTEL justru mengalami  kenaikan  16,7 persen  menjadi 72,8 miliar rupiah dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 62,4 miliar rupiah.

Direktur Keuangan Bakrie Telecom Jastiro Abi, mengungkapkan, penurunan laba bersih untuk periode kuartal ketiga tahun ini   dipicu oleh kenaikan beban bunga dan dan biaya depresiasi sejalan dengan penambahan aset akibat perluasan jangkauan wilayah layanan secara nasional serta untuk meningkatkan kualitas jaringan.

“Kami berhasil menambah  21 kota baru antara September 2008 hingga September 2009. Saat ini  hingga akhir bulan September Esia  telah hadir di 76 kota. Semua ini untuk mencapai target akhir tahun mendapatkan 10,5 juta pelanggan,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (27/11).

Dijelaskannya, agresifnya penambahan area baru tersebut menjadikan jumlah pelanggan perseroan pada kuartal ketiga tahun ini mencapai 9,81 juta pelanggan atau naik   49,7 persen  dibanding pencapaian pada periode yang sama di tahun 2008.

Pertumbuhan jumlah pelanggan tersebut mengakibatkan pendapatan bersih perusahaan  meningkat 29,8 persen. Pendapatan bersih BTEL kuartal ketiga 2009 menunjukkan angka  2.013 miliar rupiah atau meningkat dibanding periode sebelumnya yang mencapai  1.551 miliar rupiah.

Sedangkan pendapatan usaha pada  kuartal ketiga 2009  tercatat sebesar Rp 2.545 miliar rupiah. Dibanding periode yang sama tahun lalu terdapat peningkatan 27,4 persen mengingat pendapatan Bakrie Telecom saat itu sebesar 1.997  miliar rupiah.

Lonjakan  juga terlihat pada  Earnings Before Interest, Tax, Depreciation & Amortization (Ebitda) dimana BTEL  membukukan pertumbuhan sebesar 59,8 persen year on year. Pada kuartal ketiga 2009, EBITDA BTEL tercatat senilai    930 miliar rupiah dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar  582 miliar rupiah.

Pada kesempatan lain, Wakil Direktur Bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer mengatakan, bagi operator seperti Esia belum saatnya untuk berpindah orientasi dari akuisisi pelanggan menjadi fokus pada retensi ala incumbent di seluler.

“Bagi operator besar mungkin itu harus dilakukan untuk mencari pendapatan tambahan agar profitabilitas kembali naik. Soalnya ketika operator besar ingin ikut-ikutan main tarif murah ala esia ternyata berbalik menyerang kinerja mereka,” jelasnya.

Erik menegaskan,  esia tetap akan pada jalurnya dengan memastikan memberikan tarif  termurah dan  layanan baik dengan harga terjangkau kepada pelanggannya. “Kami tidak mau menaikkan  tarif   hanya untuk meningkatkan revenue. Kami tetap akan fokus menambahkan jumlah pelanggan  dan memberikan jasa baru yang relevan,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s