211109 Jembatan Selat Sunda Harus Kombinasi dengan Kereta Api

JAKARTA—Pembangunan jembatan Selat Sunda jika direalisasikan harus dikombinasikan dengan jalur kereta api agar bisa mendorong pertumbuhan perekonomian Pulau Sumatera dan Jawa secara optimal.

“Jembatan itu harus dikombinasikan antara jalur untuk jalan raya dan rel kereta api. Jika hanya untuk jalan raya saja, itu menyia-nyiakan investasi besar yang telah dikeluarkan,” ujar Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, Jumat (20/11).

Bambang mengungkapkan, berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) belum lama ini, membangun jembatan Selat Sunda yang menghubungkan Sumatera dan Jawa adalah hal yang tepat.

“Membangun jembatan itu memang ideal. Tetapi jika dikombinasikan dengan jalur kereta api ada tantangannya pada konstruksi dari jembatan,” katanya.

Dijelaskannya, jika jembatan hanya diisi oleh kendaraan bermotor maka infrastruktur tersebut memiliki fleksibilitas dalam menghadapi goncangan di laut. “Jika jembatan itu nanti dilalui rel kereta api, strukturnya harus lebih rigid. Hal ini karena kereta api tidak bisa ada yang bergoyang,” jelasnya.

Menurut Bambang, jika moda kereta api diberikan jalur dalam jembatan tersebut maka akan memperlancar perpindahan barang karena arus ekonomi dari kedua pulau lumayan besar. Jawa selama ini memiliki Product Domestic Regional Bruto (PDRB) sebesar 60 persen, sedangkan Sumatera sebesar 20 persen.

“Jika  jalur kereta api terwujud, maka impian memiliki rute kereta api dari Aceh hingga Jawa bisa tercapai,” katanya.

Selanjutnya dijelaskannya, jika jembatan itu dioperasikan hal lain yang harus diperhatikan adalah angkutan laut yang berada di bawah infrastruktur tersebut tetap beroperasi sesuai standar International Maritime Organization (IMO) dan skenario yang jelas untuk pengalihan operasional kapal feri yang selama ini menyambungkan Jawa dan Sumatera.

Untuk diketahui, proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda dengan diperkirakan  membutuhkan dana investasi sekitar  100 triliun rupiah mulai ditawarkan pemerintah  melalui buku Private Public Partnership, yang berarti masuk dalam  kerangka kerja sama pemerintah dan swasta.

Saat ini pemerintah sedang menyiapkan pembentukan Tim Nasional yang
merupakan gabungan dari orang-orang di Sumatera dan Jawa dalam
menyiapkan proyek Jembatan Selat Sunda.

Pemerintah sudah memegang lima kajian pembangunan jembatan
Selat Sunda. Selain opsi jembatan, ada juga alternatif akses berupa
terowongan dasar laut atau terapung di bawah permukaan laut, seperti
terowongan yang menghubungkan Inggris dan Perancis saat ini.

Jika opsi terowongan yang dipakai, nilai investasinya lebih
rendah, yakni 49  triliun rupiah , tetapi jangka waktu pemakaiannya sangat  singkat, yakni sekitar 20 tahun.

Adapun opsi jembatan membutuhkan investasi hingga  117 triliun rupiah, tetapi daya tahannya sanggup  menampung lonjakan kendaraan hingga 100 tahun.

Data Direktorat Bina Teknik, Ditjen Bina Marga Departemen PU
menunjukkan, tahun 2050 akan ada lalu lintas yang tidak tertampung
sebanyak 57.600 kendaraan per hari jika Sumatera-Jawa masih bergantung
pada feri. Sebab, kapasitas maksimal feri saat ini hanya 18.000
kendaraan per hari.[dni]

1 Komentar

  1. mudah2n semuanya bisa bersatu untuk dapat menindaklanjuti pembangunan Jembatan ini.
    gabung yuk untuk memberikan dukungan pembangunan Jembatan ini :
    check disini om :
    http://www.facebook.com/group.php?gid=187272464835

    Salam


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s