181109 Pemerintah Akan Tertibkan Konten Multimedia

JAKARTA—Pemerintah melalui Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) akan menertibkan konten yang disiarkan melalui mulitmedia guna menjamin penggunaan internet untuk hal-hal yang produktif.

”Tak lama lagi akan diterbitkan Peraturan Menteri (Permen) tentang konten multimedia. Sekarang sedang digarap, enam bulan lagi selesai,” ungkap Menkominfo Tifatul Sembiring di Jakarta, Selasa (17/11).

Dijelaskannya, tujuan dari diterbitkan regulasi tersebut  untuk mencegah munculnya  segala macam konten negatif yang timbul di dunia maya agar  internet dapat lebih sehat dan aman bagi anak-anak.

”Internet ini seperti dunia sendiri yang pertumbuhannya sangat luar biasa di Indonesia. Sekarangs aja diperkirakan ada 35 juta pengguna internet. Dari ranah ini semua informasi bisa didapat. Jika tidak dikontrol informasinya dan banyak pornografi tentunya bisa merusak mental generasi penerus,” katanya.

Ketua Masyarakat Industry Kreatif TIK Indonesia (Mikti) Indra Utoyo mengaku tidak khawatir dengan adanya regulasi tentang konten tersebut.

”Jika hanya mengatur terkait konten yang berisi pornografi dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia, rasanya wajar dikeluarkan. Asalkan jangan mengatur terlalu dalam hingga ke proses bisnis dari konten. Ini karena basis bisnis ini adalah kreatifitas,” katanya.

Pada ksesmpatan sama, Ketua Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) Irwin Day mengungkapkan, pada tiga tahun lalu saja sebanyak 3,075 juta dollar AS dihabiskan dana untuk berbelanja konten pornografi oleh pengguna internet.

”Jika pada tiga tahun lalu Indonesia berada di peringkat ketujuh dunia sebagai pengakses pornografi, maka pada 2008 Indonesia berada di peringkat ketiga,” katanya.

Dijelaskannya, terdapat beberapa penyaringan yang bisa dilakukan dalam mencegah masuknya konten negatif ke pengguna yakni penyaringan di PC, proxy atau cache server, dan di internet.

”Awari sedang mengembangkan penyaringan di internet dengan menggunakan DNS Nawala. Perangkat lunak ini bisa diunduh oleh pengguna dari situs resmi karena berbasis open source. Untuk mengembangkan perangkat ini kami bekerjasama dengan Telkom,” jelasnya.

DNS Nawala merupakan layanan gratis yang bebas digunakan pengguna internet yang membutuhkan saringan konten negatif dan berbau pornografi. Perangkat lunak ini bisa menyaring konten-konten asusila, malicious software, dan phising.

COO Telkom Ermady Dahlan menambahkan, tidak dipungut bayaran bagi pengguna jika mengunduh DNS Nawala meskipun perseroan harus mengeluarkan dana untuk menyediakan perangkat mirror untuk software tersebut. ”Ini bagian dari komitmen perseroan membangun mental anak bangsa. Selain itu anggota Awari banyak juga yang menggunakan akses broadband Telkom. Simbiosis mutualismelah,” katanya.

Ermady pun mengatakan, akan menggunakan DNS Nawala sebagai salah satu item yang ditawarkan dalam memenangkan tender Desa Pinter yangs edang digelar oleh Balai Telekomunikasi Informatika Pedesaan (BTIP).

”Kami ingin memasukkan jaminan bisa menyediakan internet sehat ini untuk memenangkan tender. Bisa dibayangkan jika internet masuk ke sekitar lima ribuan desa tanpa ada penyaring informasi. Semoga ini bisa makin membuat Telkom makin kompetitif di tender tersebut,” jelasnya.

Untuk diketahui,  tender Desa Pinter diadakan bagi  5.738 kecamatan dengan total pagu anggaran tahun pertama 370,5 miliar rupiah. Depkominfo melalui  BTIP Ditjen Postel membagi pengerjaan proyek Desa Pinter dari dana USO menjadi 11 paket pekerjaan.

Program desa pinter sendiri masuk dalam penilaian kinerja 100 hari pertama pejabat menkominfo baru, Tifatul Sembiring. Tifatul menargetkan dalam 3 bulan terdapat 100 desa dengan masing-masing memiliki 1 komputer.[dni]