091109 Tender Desa Pinter Molor

JAKARTA—Penyelesaian tender desa pinter yang diharapkan mendapatkan pemenang pada akhir November ini dipastikan molor seiring dokumen pemilihan Penyediaan  Pusat Layanan Jasa Akses Internet Kecamatan (PLI-K) baru dalam tahap penyempurnaan.

“Diperkirakan pemenang baru bisa ketahuan pada pertengahan Desember nanti. Soalnya kita minta dimundurkan seminggu untuk menyempurnakan dokumen,” ungkap Kepala  Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP) Santoso Serad kepada Koran Jakarta, Minggu (8/11).

Dijelaskannya, penyempurnaan perlu dilakukan untuk menepis isu yang berkembang diantara peserta tender bahwa adanya persyaratan yang mengarah pada merek tertentu untuk pengadaan barang. “Kami tidak mau itu terjadi, karena itu harus diteliti ulang persyaratannya sehingga tidak condong kepada merek tertentu,” tegasnya.

Juru bicara Depkominfo Gatot S Dewa Broto menambahkan,  saat ini proses tender  telah menyelesaikan tahapan prakualifikasi untuk 11 paket pekerjaan. Sebanyak 19 dari 25 perusahaan dinyatakan lolos masuk tahapan prakualifikasi. Beberapa perusahaan besar yang lolos diantaranya Telkomsel, Telkom, Indosat Mega Media (IM2), dan Rahajasa Media Internet.

Gatot pun mengakui, saat ini beredar isu panitia pengadaan mengeluarkan atau mempublikasikan Dokumen Pemilihan. “Itu tidak benar. Hanya ada kegiatan  konsultasi publik yang diselenggarakan pada tanggal 11 Agustus lalu  dalam rangka diperoleh masukan terhadap substansi terkait dengan kegiatan PLI-K dimaksud,” katanya.

Gatot menjelaskan, sebagai konsekuensi adanya penyempurnaan dokumen pemilihan ini, maka rangkaian kelanjutan jadwal tender Universal Service Obligation (USO) layanan internet kecamatan ini mengalami perubahan dan sedikit pengunduran waktu dan diharapkan dalam kurun waktu sekitar 1 minggu berikutnya proses tender ini dapat dilanjutkan lagi pelaksanaannya.

Secara terpisah, Direktur Utama Rahajasa Media Internet Roy Rahajasa Yamin mengaku belum tahu adanya pengunduran jadwal tender. “Saya tidak tahu adanya pengunduran. Setahu saya, Senin sampai Rabu depan mengambil dokumen tahap II, dan Kamis dilakukan Aanweijzing,” katanya,

Namun, jika pun ada pengunduran jadwal Roy mengaku tidak keberatan,”Jika hanya mundur seminggu tidak apa-apa”.

Berkaitan dengan hasil tender, Roy  mengharapkan dalam tender kali ini pemenangnya tidak didominasi oleh pemain-pemain lama. “Kami ikut di 11 paket. Harapan saya pemain baru diberikan kesempatanlah. Bosan lihat muka-muka lama terus yang menang,” tegasnya.

Sementara Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah mengaku optimistis akan memenangkan tender. “Tender kali ini berbeda karena ditentukan kecepatan akses mulai 256 kbps.. Telkom memiliki infrastruktur yang lengkap untuk teknologi tersebut,” tegasnya.

Sedangkan Anggota Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Yadi Heryadi meragukan  program Desa Pinter efektifitasnya jika masih berbasis pada proyek pengadaan barang.

“Jika pemerintah bersikukuh pelaksanaan tender Desa Pinter itu mengacu pada pelaksanaan proyek layaknya pengadaan barang, maka sama saja ini dengan menabur garam ke laut,” ungkapnya.

Menurut Yadi, sangat disayangkan dana yang disediakan pemerintah untuk program tersebut mencapai triliunan rupiah jika akhirnya menjadi sia-sia akibat salah konsep.

“Jika konsepnya pengadaan barang, tidak akan tercapai itu target menaikan jumlah pengguna internet,” katanya.

Meanggapi hal itu, Santoso membantah progaram tersebut akan gagal karena keberlanjutannya terjamin mengingat pemerintah membiayai dana operasional selama empat tahun. “Ada jaminan dari pemerintah untuk biaya operasional,kok dibilang gagal. Baiknya dibiarkan dulu berjalan,” katanya.

Untuk diketahui,  Desa Pinter diadakan bagi  5.738 kecamatan dengan total pagu anggaran tahun pertama 370,5 miliar rupiah. Depkominfo melalui Balai Telekomunikasi dan Informatika Perdesaan (BTIP) Ditjen Postel membagi pengerjaan proyek Desa Pinter dari dana USO menjadi 11 paket pekerjaan.

Program desa pinter sendiri masuk dalam penilaian kinerja 100 hari pertama pejabat menkominfo baru, Tifatul Sembiring.

Tifatul menargetkan dalam 3 bulan terdapat 100 desa dengan masing-masing memiliki 1 komputer.[Dni]

091109 Lion Kembangkan Rute Jakarta-Jeddah Setiap Hari

JAKARTA—Maskapai swasta nasional, Lion Air, berencana akan mengembangkan rute Jakarta-Jeddah mulai tahun depan akan ada setiap hari guna mengantisipasi permintaan dari pasar lokal.

“Untuk tahun ini cukup dua kali seminggu dulu, sambil mempelajari pasarnya. Tahun depan rute ini akan ada satu kali per hari,” ungkap Direktur Umum Lion Air Edward Sirait di Jakarta, Sabtu (7/11) seusai melepas penerbangan perdana rute tersebut.

Dijelaskannya,  mulai 7 November 2009 Lion Air telah resmi  melayani rute internasional berjadwal Jakarta-Jeddah pulang pergi (PP) dua kali per minggu. Rute tersebut dilayani dengan dua pesawat Boeing 747-400, registrasi PK-LHF dan PK-LHG berkapasitas masing-masing 506 tempat duduk, 22 kelas bisnis dan 484 ekonomi.

Lama penerbangan rute ini selama 9 jam 30 menit dengan jadwal keberangkatan dari Jakarta pukul 07.30 WIB (JT 110) dan tiba di Jeddah pukul 13.00 waktu setempat. Selanjutnya, penerbangan JT 111 berangkat dari Jeddah 14.45 waktu setempat dan tiba di Jakarta pukul 04.15 WIB keesokan harinya.  Penumpang  di luar Jakarta, selanjutnya dapat memanfaatkan 32 rute domestik milik  Lion Air.

Dioperasikannya  rute tersebut oleh  Lion Air, menjadikan maskapai itu  mencatatkan diri dalam sejarah Indonesia sebagai maskapai swasta pertama setelah PT Garuda Indonesia  yang melayani penerbangan berjadwal ke Arab Saudi.

Edward optimistis, Lion bisa menghadirkan penerbangan Jakarta-Jeddah sekali per hari  karena izin rute (landing permit) dari Arab Saudi bagi maskapai tersebut  tujuh kali per minggu.

”Kami menggandeng mitra lokal  untuk memantapkan kualitas pelayanan penerbangan, khususnya  penanganan ground handling dan lain-lain,” jelasnya.

Diungkapkannya, pada penerbangan perdana itu, tingkat isian penumpang mencapai 90 persen karena dari total kapasitas yang ada berisi 491 penumpang.  “Target kami hingga akhir tahun load factor-nya 90 persen,” katanya.

Penumpang pada musim haji ini dilayani dengan harga tiket mulai dari 1.650 dolar AS pulang pergi dan pada nonmusim haji mulai dari 375 dolar AS untuk sekali jalan. Selama penerbangan penumpang akan mendapatkan layanan full meal manusia normal. Sasaran konsumen di rute ini selain pebisnis, juga perjalanan rohani (umroh) dan tenaga kerja.

Sebelumnya, Edward mengungkapkan  Lion Air juga  akan membidik penerbangan haji untuk musim ibadah tahun depan  jika tender pengadaan angkutan dilakukan.

“Kami tentu mengharapkan dapat melayani angkutan haji. Tetapi masalah haji ini kan melibatkan banyak departemen, kita harus melihat dulu arah kebijakannya,” ungkapnya.

Dikatakannya, jika pemerintah membuka tender pengangkutan jemaah haji untuk kuota Indonesia, maka Lion akan ikut serta tetapi dengan strategi hanya menggarap jemaah per sektoral.

“Kita tidak akan membidik semua jemaah. Misalnya, kita akan memilih wilayah Banjarmasin saja untuk angkutan hajinya,” katanya.

Berdasarkan catatan,  jumlah penumpang yang menggunakan rute Jakarta-Jeddah diluar angkutan haji per tahun sebanyak 1,5 juta jiwa. Regulator sendiri berencana akan menambah maskapai swasta yang melayni rute tersebut dengan mendorong Batavia Air melayani rute Surabaya-Jeddah.[dni]