061109 Telkom Kaji IPO untuk Anak Usaha

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sedang mengaji untuk menawarkan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) milik anak usahanya ke publik pada tahun depan.

Dua anak usaha yang sedang dibidik untuk di-IPO adalah PT  PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan PT Indonusa.

“Anak usaha yang paling berpeluang dan memiliki nilai jual tinggi itu adalah Mitratel. Kemungkinan perusahaan ini mendapatkan prioritas untuk di-IPO,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta, Kamis (5/11).

Dijelaskannya, anak usaha yang bergerak di bidang dukungan infrastruktur telekomunikasi tersebut lebih memiliki nilai jual karena nilai asetnya lebih tinggi.

”Apalagi jika nanti akusisi PT Solusi Kreasindo Pratama (Indonesian Tower) selesai. Makin seksi perusahaan tersebut. Bagaimanapun kebutuhan akan infrastruktur itu tetap tinggi. Diperkirakan akuisisi Indonesian Tower selesai sebelum tutup tahun ini,” katanya.

Sayangnya, ketika ditanya berapa komposisi saham yang akan dilepas atau nilai rupiah yang ditargetkan perseroan dari IPO Mitratel, Rinaldi enggan mengungkapkannya.

Berdasarkan penelusuran, Mitratel memiliki bisnis inti  pembangunan dan penyewaan menara telekomunikasi serta fasilitas telekomunikasi lainnya seperti repeater outdoor dan indoor (Inbuilding Cellular System/IBS).

Saat ini Mitratel sedang dalam proses mengakuisisi Indonesian Tower Indonesian Tower yang memiliki 1816 menara  dengan jumlah kolokasi mencapai 2429 unit. Di industri, nilai sewa satu menara jika diisi oleh empat operator bisa mencapai 2,1 miliar rupiah per bulan.

Berkaitan dengan rencana dari Indonusa untuk melakukan IPO pada tahun depan, Rinaldi mengaku, belum mendapatkan laporan dari manajemen perusahaan yang membesut TV berlangganan dengan merek dagang Telkomvision itu.

”Terus terang belum ada laporan ke saya kalau mereka akan IPO. Tetapi jika manajemennya percaya diri untuk melakukan itu, tentu akan kita kaji. Namun, apakah IPO akan terjadi tahun depan, bisa iya, bisa tidak,” katanya.

Dijelaskannya, Telkomvision memiliki peluang untuk mengembangkan pasarnya karena akan ada layanan Internet Protocol TV (IP-TV) yang akan digelar pada tahun depan. ”Indonusa akan menjadi bagian dari konsorsium Telkom menggelar IPTV. Baiknya dikembangkan dulu produknya agar semakin seksi,” katanya.

Diungkapkannya, peluncuran dari IPTV rencananya akan dilakukan pertama kali di Jakarta, setelah itu bergulir di lima kota besar lainnya seperti Surabaya, Bandung, dan lainnya. Ditargetkan dari tiga juta kapasitas terpasang yang siap menjalankan IPTV akan bisa diraih 30 persen yang menjadi pelanggan.

Sebelumnya Direktur Keuangan TelkomVision Harjawan Balaningrath mengungkapkan, pemegang saham  telah meminta  untuk segera melakukan IPO agar bisa mandiri dalam  pengembangan bisnis.  “Waktunya belum bisa dipastikan karena prosesnya masih panjang,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa perseroan saat ini tengah berekspansi untuk menjadi televisi berlangganan nomor satu terbesar di Indonesia pada 2011 mendatang.

Untuk ekspansi tersebut dibutuhkan belanja modal (capex) kurang lebih 150 miliar rupiah  yang digunakan untuk membeli antena satelit bagi pelanggan. Saat ini diperkirakan Telkomvision memiliki 200 ribu pelanggan.

Telkom sendiri sebagai perusahaan sedang melakukan transformasi bisnis menjadi operator Telecommunication, Information, Media, dan Edutainment (Time).

Guna merealisasikan belanja modal tahun depan disiapkan sekitar 20 triliun rupiah. Pemenuhan belanja modal datang dari kas internal, hutang, atau penerbitan obligasi. Jika ada anak usaha yang di-IPO, tentunya sumber pendanaan menjadi bertambah.

Mojopia
Berkaitan dengan aksi bisnis untuk mendukung transformasi, Rinaldi menjelaskan, hal itu telah dimulai dengan soft launching portal  Mojopia.com yang menelan investasi awal  2 juta dolar AS. Portal ini bagian dari anak usaha Telkom, Metranet.

Layanan yang ada di  Mojopia.com portal adalah  e-commerce, content agregator (pusat konten) dan fitur komunikasi.

”Dalam waktu tiga hingga lima tahun depan ditargetkan portal ini menjadi pemimpin di pasar e-commerce,” ujarnya.

Direktur Utama Mojopia, Shinta Dhanuwardoyo menargetkan,  pada 2010 sebanyak 1..000 merchant (pedagang) aktif membuka toko online di Mojopia dengan sekitar 1 juta jenis barang dagangan.

Shinta optimistis,  layanan e-commerce milik Mojopia bisa  mendorong pertumbuhan pasar perdagangan secara elektronik di tanah air.

“Layanan ini dapat membantu mengembangkan Usaha Kecil Menengah, dan meningkatkan jumlah wirausaha melalui penyediaan platform online shopping,” ujarnya.

Diungkapkannya, selama ini perkembangan online shopping di Indonesia masih kecil atau sekitar 3 persen dari total pengguna internet yang baru mencapai 30 juta pada 2008.

Pemicu  relatif kecilnya peminat belanja online saat ini karena kepercayaan, keamanan pennggunaan kartu kredit, masa pengiriman barang, kualitas barang, dan spesifikasi barang yang ditampilkan tidak sesuai dengan barang yang diterima.

Shinta menjanjikan, guna  mengembangkan kewirausahaan, Mojopia memberi kemudahan membuka toko online sekaligus melakukan pembinaan dalam bentuk workhsop manajemen online. “Fee sebesar di bawah lima persen baru ditarik jika transaksi mencapai lima hingga 10 juta rupiah. Selain itu pendaftaran bagi merchant juga gratis,” katanya.

Selanjutnya dijelaskan, selain e-commerce, Mojopia juga terintegrasi konten dengan akses bagi para pelaku bisnis. Meski begitu ia tidak bersedia menyebutkan nilai transaksi yang bisa diperoleh dari layanan e-commerce dan konten tersebut.

“Mojopia diprogram jangka panjang, dan sangat ditentukan dengan trafik dan jumlah pedagang yang aktif,” ujarnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s