051109 Indocomtech Incar Transaksi Rp 180 Miliar

Jakarta – Ajang pameran komputer  terbesar di Tanah Air, Indocomtech 2009, mengincar  nilai transaksi sebesar 180 miliar rupiah.

Ketua Pelaksana Indocomtech 2009 Chris Irwan Japari mengatakan, target itu mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 150 miliar rupiah.

“Dari sisi jumlah perusahaan yang ikut serta, area yang disediakan serta target pengunjung juga melonjak ketimbang 2008,” katanya di Jakarta, Rabu (4/11).

Diungkapkannya, pada tahun lalu ada 240 perusahaan yang ikut serta dan menempati 20.000 meter persegi area Indocomtech. Sementara untuk tahun  ini, panitia menyediakan area 22.000 meter persegi yang telah dijejali 326 perusahaan yang menjajakan produknya.

“Jadi pertumbuhannya cukup signifikan. Tahun lalu ada 96 ribu pengunjung yang datang, maka untuk tahun ini kami menargetkan 120 ribu pengunjung,” tuturnya.

Nada optimistis itu juga dipertegas dengan kondisi stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah yang sedikit menguat terhadap dolar.

Belanja TI
Pada kesempatan sama, Menkominfo Tifatul Sembiring mengungkapkan, belanja teknologi informasi (TI) Indonesia sepanjang tahun lalu mencapai 100 triliun rupiah.

“Sayangnya belanja itu  hampir semuanya didominasi 100 persen produk asing,” katanya.

Dikatakannya,  pemerintah akan terus mendorong peningkatan kandungan lokal dalam produk peranti keras dan peranti lunak teknologi informasi.“Sangat disayangkan apabila nilai bisnis sebesar itu lari semua ke luar negeri. Pemerintah berjanji akan menelorkan kebijakan-kebijakan yang mendukung industri manufaktur lokal,” ujarnya.

Masih menurutnya, pemerintah sebenarnya sudah mulai memperhatikan industri manufaktur lokal, diantaranya dengan menerapkan kewajiban kandungan dalam negeri pada penyelenggaraan telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G) dan boradband wireless access (BWA) atau WiMax.

Selain mengembangkan manufaktur teknologi informasi lokal, pemerintah juga segera mewujudkan Indonesia interconnection pada 2014 berupa keterhubungan yang sinergis antara infrastruktur dan layanan telekomunikasi di seluruh tanah air.

Salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui pembangunan jaringan serat optik Palapa Ring tahap ke-2 yang menghubungkan daerah-daerah di wilayah timur Indonesia.“Saat itu lah masyarakat bisa berkomunikasi di mana saja dan kapan saja dengan harga yang terjangkau.
Saat ini pemerintah menilai penetrasi di sektor TI dan telekomunikasi masih sangat rendah,” tuturnya.

Berdasarkan catatan Departemen Komunikasi dan Informatika, penetrasi komputer di seluruh Indonesia baru sekitar 1,4 persen dari jumlah penduduk, adapun penetrasi Internet hanya sekitar 16 persen.

Yayasan Apkomindo Indonesia (dulu Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia/Apkomindo) mendukung program pemerintah yang ingin meningkatkan penetrasi komputer dan Internet di Indonesia.

Salah satunya adalah bersedia mendukung dalam hal pengadaan komputer murah untuk program 1 kecamatan 1 komputer.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s