311009 Bisnis Internet Jadi Masa Depan Telkom

new-telkom-logoJAKARTA–PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akan menggantungkan nasibnya pada bisnis internet di masa depan selain jasa seluler.

“Jasa telepon kabel terus menunjukkan penurunan. Kami harus mencari bisnis baru yang menunjukkan masa depan cerah,” ujar Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah kepada Koran Jakarta, Jumat (30/10).

Diungkapkannya, jasa internet yang akan menjadi andalan adalah broadband Speedy dan Telkomsel Flash. Speedy nyaris memiliki pelanggan sebesar satu juta satuan sambungan layanan, sedangkan Telkomsel Flash sekitar 700 ribu pelanggan.

“Pertumbuhan paling besar terjadi di Speedy. Hampir 50 persen pertumbuhannya. Selain kedua itu, kami juga ada teknologi Broadband Wireless Access (BWA) berbasis Wimax sebagai pelengkap. Wimax akan mendapatkan izin prinsip pada bulan depan,” katanya.

Selanjutnya dijelaskan, bisnis lainnya yang bisa berkontribusi besar bagi perseroan adalah seluler melalui anak usaha Telkomsel.

Divisi seluler pada kuartal ketiga ini mengalami kenaikan pendapatan usaha sebesar 15,1 persen menjadi 21,041 triliun rupiah dari sebelumnya 18,280 triliun rupiah.

Berkaitan dengan kinerja dari Telkom pada kuartal ketiga, terungkap terjadi kenaikan laba bersih 4,2 persen menjadi 9,3 triliun rupiah hingga kuartal III-2009.

Tahun lalu, pada periode yang sama, perseroan mencatat laba bersih sebesar 8,92 triliun rupiah.

Berdasarkan publikasi laporan keuangan Telkom (yang tidak diaudit) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat 30 Oktober 2009, selama periode itu, laba usaha operator telekomunikasi terbesar di Indonesia itu naik tipis dari 17,17 triliun menjadi 17,95 triliun rupiah.

Sementara itu, pendapatan usaha mencapai 47,11 triliun rupiah atau naik sekitar 5,5 persen dari periode sama tahun sebelumnya 44,65 triliun rupiah.

Pendapatan dari data, internet, dan jasa teknologi informatika mengontribusi paling besar, yakni 12,42 triliun rupiah.

Namun, beban usaha juga naik 6,1 persen dari 27,47 triliun menjadi 29,16 triliun rupiah. Ekuitas perusahaan mencapai 37,5 triliun rupiah , atau naik 15,6 persen dari periode sama 2008 sebesar 32,5 triliun rupiah.[Dni]