291009 TRG Investasi Rp 60 Miliar untuk Perangkat Wimax

JAKARTA–PT Teknologi Riset Global
(TRG) menanamkan dana sebesar 60 miliar rupiah guna mengembangkan perangkat wimax buatan lokal.

“Dana itu digunakan untuk mengembangkan assembly line di Batam. Kami menggandeng SIIX Electronics Indonesia untuk mengasembling perangkat,” ungkap Presiden Direktur TRG Sakti Wahyu Trenggono kepada Koran Jakarta, Rabu (28/10).

Dijelaskannya, perseroan semakin serius menggeber produksi perangkat wimax seiring telah adanya operator akan bermain  mengusung teknologi  wimax di spektrum 2,3 GHz dan 3,3 GHz.

“Regulasi dari pemerintah sangat mendukung keberadaan perangkat lokal untuk digunakan. Jadi, sekarang saatnya berproduksi untuk mencapai skala ekonomis,” jelasnya.

Ditegaskannya, produk yang dihasilkan oleh perseroannya telah memenuhi kandungan lokal sebesar 40 persen untuk BTS dan 30 persen untuk Consumer Premises Equipment (CPE).

“Produk kami memiliki reliabilitas, biaya yang efektif, dan didukung layanan purna jual. Saat ini kami sudah mendapatkan pemesanan dari Telkom untuk frekuensi 3,3 GHz,” jelasnya.

Diungkapkannya, untuk tahun ini assembly line hasil kerjasama dengan SIIX memiliki kapasitas produksi 80 BTS dan 4 ribu CPE per bulan.

Setelah itu pada tahun depan ditingkatkan menjadi 200 BTS dan 10 ribu CPE per bulan. Dan pada 2011 kemampuan produksi meningkat menjadi 400 BTS dan 20 ribu CPE per bulan.

“Kapasitas produksi yang ada itu baru satu shift. Jika pemesanan sudah banyak akan disesuaikan.Rencananya pada kuartal ketiga tahun depan TRG akan memiliki pabrik sendiri di Cikarang. Kami investasikan 100 miliar rupiah untuk membangun pabrik tersebut,” katanya.

Secara terpisah, Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono menyambut gembira keseriusan dari TRG untuk memproduksi perangkat lokal bagi produk wimax.

“Pemerintah memang memberikan peluang besar bagi pemain lokal di teknologi ini. Sudah saatnya dihentikan Indonesia hanya menjadi pasar dari produk asing,” tegasnya.

Menurut Nonot, bangkitnya manufaktur lokal untuk perangkat telekomunikasi akan membuat devisa negara tidak lari seluruhnya ke luar negeri.

“Belanja modal telekomunikasi mencapai 70 triliun rupiah tahun ini. Realitasnya hanya 0,7 persen  dinikmati manufaktur lokal,” katanya.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s