281009 Susi Air Butuh Investasi Rp 200 Miliar

JAKARTA—Maskapai penerbangan Susi Air membutuhkan dana segar sebesar 200 miliar rupiah guna menambah armadanya untuk melayani rute-rute yang dimiliki..

Presiden Direktur Susi Air, Susi Pudjiastuti mengungkapkan, saat ini maskapainya memiliki armada  berjumlah 22 unit yang terdiri dari jenis

Susi air adalah maskapai yag memulai bisnisnya sebagai  penerbangan carter di sekitar Medan dan Aceh sejak 2004. Saat ini, maskapai tersebut telah memiliki wilayah pelayanan  ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Papua.

Beberapa rute yang dilayani adalah    Jakarta-Bandung, Jakarta-Pangandaran, Jakarta-Cilacap, dan Bandung-Pangandaran.  Sebelumnya, maskapai ini telah mengajukan ke regulator untuk mendapatkan sertifikat angkutan berjadwal dari sebelulmnya melayani pasar carter.

Pelita Air
Pada kesempatan lain, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan Herry Bakti S Gumay, membantah telah  mencabut izin terbang pesawat milik maskapai penerbangan Pelita Air.

”Kita tidak pernah mencabut izin terbang Pelita Air. Pesawat itu tidak beroperasi karena memang harus sudah masuk bengkel sesuai siklus inspeksi rutin pesawat. Karena harus masuk bengkel, pesawat maka otomatis tidak akan terbang,” jelasnya.

Herry memaparkan, pesawat carter jenis Fokker-28 yang melayani rute Denpasar—Labuan Bajo—Maumere—Kupang serta rute Tambulaka—Ende—Kupang tersebut, saat ini berada di bengkel perawatan pesawat Pelita Air di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten.

Di luar pengecekan seluruh komponen, keberadaan pesawat berkapasitas 85 penumpang itu di bengkel adalah untuk menjalani heavy maintenance, yang salah satunya meliputi modifikasi pintu kokpit (reinforced cockpit door) agar tahan peluru sesuai dengan standar keselamatan penerbangan internasional. Kurun waktu yang dibutuhkan dalam menjalani inspeksi ini berkisar antara 4 minggu hingga sebulan ke depan.

”Pesawat ini harus heavy maintenance atau pemeriksaan di level D-Check, karena sudah memasuki siklus inspeksi 12 ribu jam terbang. Sebelum memasuki level ini, pesawat juga telah menjalani inspeksi rutin sesuai siklus terbangnya, seperti A-Check pada 100 jam terbang, B-Check (600 jam), serta C Check (3000 jam),” jelasnya.

Ditambahkan Herry, meski pesawat Pelita Air tersebut tidak beroperasi untuk sementara waktu, proses pengangkutan penumpang di rute-rute yang biasa dilayaninya tidak akan terhambat. ”Karena di sana ada pesawat lain, seperti Merpati, Riau Airlines, serta Trigana. Jadi, tidak akan ada masalah,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s