241009 Pelayanan Angkutan Haji Harus Ditingkatkan

JAKARTA—Operator bandara dan maskapai yang terlibat dalam penyelenggaraan angkutan haji diminta untuk terus meningkatkan pelayanannya karena kegiatan tersebut merupakan rutinitas tahunan.

“Kegiatan haji adalah rutinitas yang ada setiap tahun. Operator bandara dan maskapai harus terus meningkatkan layanannya. Jangan tiap tahun kualitasnya sama. Itu berarti tidak ada peningkatan,” ujar Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Jakarta, Selasa (27/10).

Freddy mengungkapkan hal tersebut dalam kunjungan kerjanya bersama Menteri Agama Suryadarma Ali, Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti, Dirut PT Angkasa Pura II Eddy Haryoto, serta Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Menurut Freddy,  saat ini  keberadaan terminal khusus haji yang ada di Bandara Soetta cukup merepresentasikan upaya peningkatan mutu pelayanan kepada jamaah.

”Penyediaan terminal khusus haji ini sudah bagus, karena jamaah tidak perlu berbaur dengan penumpang reguler di terminal umum. Saya berharap, mutu pelayanan yang baik tidak hanya saat berangkat, tetapi juga pada saat proses pemulangan jamaah dari tanah suci,” katanya.

Freddy meminta,  Garuda sebagai maskapai yang mengangkut jemaah haji dapat  memberikan kemudahan pengangkutan bagasi.

“Setiap tahun masalah bagasi selalu menjadi permasalahan sendiri dalam pelaksanaan angkutan haji. Berilah penumpang kemudahan untuk bagasi, kalau perlu digratiskan sehingga mereka tidak perlu membawa barang  banyak-banyak ke dalam kabin yang ruang bagasinya sangat terbatas itu. Saya yakin, kalau itu disosialisasikan dengan baik, memintah jamaah untuk mengepak barangnya dengan baik, pasti bisa. Jamaah pasti akan mengerti,” katanya.

Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Syatar mengatakan, pihaknya akan berupaya melaksanakan instruksi Menhub untuk terus melakukan upaya peningkatan mutu pelayanan terhadap jamaah. ”Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan. Karena itu, kami selalu berusaha untuk menyediakan armada yang baik,” ujar Emir.

Selain armada, Emir menambahkan, untuk memudahkan proses komunikasi jamaah selama penerbangan berlangsung, pihaknya juga merekrut putra dan putri daerah dari masing-masing wilayah embarkasi. ”Masih banyak jamaah yang tidak bisa berkomunikasi bahasa Indonesia, karena itu untuk membantu mereka, kita ambil pramugari dan pramugara dari daerah asal masing-masing,” tambahnya.

Kecewa Terminal I
Jika puas dengan layanan angkutan haji, sebaliknya Freddy mengaku kecewa dengan kondisi Terminal I Soetta.

“Sangat disayangkan, kita ini bukan negara miskin dan banyak orang pintar, tapi mengapa terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta amburadul,” katanya.

.Menurut Freddy, amburadulnya pengelolaan ini juga mencerminkan kepribadian masyarakat, antara lain sejumlah toilet yang tidak bersih dan puntung rokok tidak pada tempatnya.

“Ke depan, kamar mandi-WC harus lebih baik dan bersih karena inilah kesan pertama yang dilihat oleh orang asing. Jika kotor, maka kesan mereka bangsa ini tak sanggup bersih dan seterusnya,” katanya.

Ditegaskannya,  untuk masalah ini, tidak ada alasan untuk tidak baik. “Tak ada lagi ruang bagi petugas dan masyarakat bertindak seenaknya karena ini semua adalah refleksi kultur bangsa,” katanya.

Menanggapi kondisi terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II, Sudaryanto mengatakan, pihaknya terus melakukan perbaikan dan peningkatan pelayanan, khususnya di bidang kebersihan.

Sudaryanto merinci sejak Januari 2008 hingga Juni 2009 dan akan terus berkelanjutan telah digelar kegiatan Road to Clean Airport.”Itu meliputi semua aspek, termasuk kebersihan 300-an toilet di bandara. Anggarannya mencapai 1,1 miliar rupiah,” katanya.

Hasilnya, penilaian Asosiasi Toilet Indonesia selama Januari-Oktober 2009, Bandara Soekarno-Hatta masuk peringkat dua.

Dikataknnya,  kebersihan toilet di bandara tidak bisa disamakan dengan di hotel. “Standarnya beda,” katanya sambil menambahkan, saat ini dari 10 toilet, sekitar 1-2 toilet masih kurang bersih.

Khusus di terminal 1, Sudaryanto mengakui, yang kurang bersih adalah toilet di sekitar “air side”, “apron” dan sekitarnya.

“Kalau di ruang terminal dan gate, sudah bagus,” katanya. [Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s