241009 Indonesia membutuhkan LTE

JAKARTA—Industri telekomunikasi Indonesia akan membutuhkan kehadiran teknologi Long Term Evolution (LTE) di masa depan guna mengantisipasi lonjakan trafik data dari pengguna internet.

LTE adalah siklus terakhir pengembangan teknologi data seluler  dengan standar  IEEE 802.20 yang diproyeksikan akan diluncurkan secara komersial di dunia  pada 2010 nanti.

Dalam ujicoba operator seluler terbesar di Jepang, NTT DoCoMo, pada Februari 2008, terungkap bahwa kecepatan downlink LTE bisa mencapai 250 Mbps sementara uplink berkisar 50 Mbps.

Bagi operator pengusung teknologi GSM, LTE  dipergunakan  untuk meningkatkan kapasitas dan kecepatan akses data.  Hal ini karena  dari aspek ketersediaan spektrum, LTE dapat  digunakan pada alokasi yang tersedia.

“Indonesia tentunya akan membutuhkan LTE di masa depan. Hal ini jika menilik kepada penggunaan jasa pita lebar bergerak (mobile broadband) yang mengalami eksponensial selama setahun ini,” ujar VP Product and Marketing Telkomsel Mark Chamber kepada Koran Jakarta, Jumat (23/10).

Berdasarkan catatan,  mobile broadband  di Indonesia digunakan  sekitar 10 juta pelanggan. Diperkirakan pada 2012 nanti, tingkat penetrasi dari broadband bisa mencapai 20 persen dari total  populasi.

Menurut Mark, masyarakat Indonesia saat ini dalam tahap edukasi tentang kegunaan dari broadband. Hal itu bisa dilihat dari kecenderungan mengakses pada situs jejaring sosial atau fasilitas chatting.

“Itu hal yang biasa dalam tahap awal pengenalan teknologi. Setelah itu akan muncul kreatifitas mengembangkan aplikasi. Nah, ketika aplikasi lokal ini dikembangkanlah dibutuhkan broadband dengan kecepatan yang lumayan tinggi. LTE bisa menjadi jawaban dari kebutuhan itu nantinya,” jelasnya.

VP Public Relations and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia menambahkan, guna mengantisipasi broadband dijadikan kendaraan untuk pengembangan aplikasi lokal, Telkom mendorong para kreator lokal dalam Indigo Award.

Indigo Award merupakan event tahunan sebagai ajang apresiasi dari seluruh kategori industri kreatif yang dinilai berhasil dan memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan dapat mendorong serta menciptakan peluang bisnis baru.

“Telkom sedang mentransformasi diri menjadi perusahaan berbasis  Telekomunikasi, Informasi, Media, dan Edutainment (TIME). Menampung para kreator ini salah satu implementasi dari Time,” jelasnya.
Menurut Eddy, alasan lain dipilihnya industri kreatif  karena perseroan menyakini sektor tersebut  mampu menumbuhkan kembali perekonomian Indonesia.

“Pasar dan sumber SDM kreatif di Indonesia sangat besar, yaitu sekitar 47 persen dari penduduk Indonesia. Industri kreatif juga diprediksi akan menciptakan lapangan kerja sekitar 5,4 juta lapangan kerja serta berkontribusi pada PDB sekitar 6,3 persen,” jelasnya..

Sementara itu, Head Of Sales & Marketing Radio Access Nokia Siemens Network (NSN) Markus Borchert mengungkapkan, mulai bulan depan perusahaannya akan melakukan uji coba teknologi LTE di Indonesia.

“Kami telah berhasil melakukan panggilan komersial pertama dengan LTE beberapa waktu lalu di laboratorium. Sebelumnya kita juga sudah menjual perangkat pemancar LTE ke beberapa operator. Saya rasa momentum LTE diluncurkan secara komersial tahun depan akan tercapai,” katanya.

Markus menjelaskan, dalam  lima tahu ke depan operator dimana pu akan menghadapi kondisi dimana trafik dari data akan meningkat secara eksponensial, tetapi tidak diikuti oleh melajunya pendapatan dari jasa tersebut.

“Setiap tahunnya pertumbuhan trafik itu bisa mencapai 300 persen, tetapi pendapatan berbanding terbalik. Jika dibiarkan ini akan membuat kondisi keuangan operator berdarahdarah karena investasi tidak kembali,” katanya.

Menurut Markus, jika operator memilih LTE untuk solusi peningkatan akses data maka bisa menghemat biaya investasi untuk pengembangan jaringan hingga 70 persen. “Tentunya ini akan membuta operator menjadi tidak khawatir untuk terus mengembangkan teknologi pita lebar,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s