221009 Dephub Terbitkan SID Elektronik

JAKARTA – Departemen Perhubungan (Dephub) akhirnya menerbitkan secara perdana kartu identitas pelaut sistem elektonik (SID/Seafarers Identity Document) untuk pelaut Indonesia.

SID merupakan kartu identitas pelaut yang baru, dibuat secara elektronik yang dilengkapi sepuluh sidik jari, foto retina mata dan barkode. Kartu yang berlaku secara internasional ini dapat dibaca oleh mesin khusus di seluruh pelabuhan dunia.

Guna merealisasikan  proyek tersebut dibutuhkan dana sekitar  18 miliar rupiah untuk  menerbitkan sebanyak 25.000 SID selama satu tahun.

Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Hanafi Rustandi menilai, hadirnya SID  dapat menghilangkan diskriminasi terhadap pelaut asal Indonesia.

“Hak-hak mereka dapat kembali didapat, khususnya ketika mereka singgah di AS,” jelasnya di Jakarta, Rabu (21/10).

Dijelaskannya,  adanya SID membuat pelaut Indonesia bisa mendapat kemudahan visa dan tidak mendapat ancaman ketika menginjakkan kaki di daratan AS.

Diungkapkannya,   US Coast Guard (Satuan Penjaga Pantai AS) sangat ketat memeriksa seluruh dokumen pelaut yang akan memasuki wilayah AS. Pelaut yang tidak memiliki SID dilarang turun ke darat. pemeriksaan ketat juga diberlakukan bagi pelaut yang akan memasuki wilayah Eropa.

Menurut Hanafi, lambatnya penerbitan SID karena tidak sinkronnya Dephub dengan peraturan pemerintah (PP) dalam masalah perhitungan biaya pembuatan SID.

Kalkulasi yang dilakukan Dephub menyebutkan biaya pembuatan SID mencapai 350.000 rupiah  per kartu, sedangkan Peraturan Pemerintah No.6/2009 tentang Jenis dan Tarif atas Pajak Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di Dephub hanya menetapkan sebesar 10 ribu rupiah.

Akhirnya kalkulasi biaya 350 ribu rupiah (US$ 35) sudah dikonsultasikan dengan pihak terkait, yakni asosiasi perusahaan pelayaran dan KPI. “Pelaut tidak keberatan dan yang terpenting pelaut harus segera memiliki SID yang berlaku internasional,” jelasnya.

Secara terpisah,   Kepala Subdit Kepelautan Indra Priyatna mengatakan, soal nilai PNBP merupakan salah satu faktor keterlambatan terbitnya SID.

“Tetapi, yang lebih inti yaitu peralatan SID yang rusak sejak enam bulan lalu, namun sekarang alat tersebut sudah ada karena dipinjamkan KPI,” ujarnya.

Dijelaskannya,  SID tersebut salah satu upaya Dephub untuk melindungi pelaut-pelaut Indonesia yang berlayar antar negara khususnya tujuan AS.

“Sebelumnya pelaut Indonesia hanya menggunakan Sea man dan paspor saja, setalah meratifikasi konvensi ILO No 185 tahun 2003 barulah kita diwajibkan untuk menggunakan SID,” jelasnya.

Sebelum kartu SID tersebut terbit, pelaut Indonesia di luar negeri terancam diturunkan dari kapal, sementara Indonesia bisa mendapat teguran dari ILO (International Labor Organization) kerena tidak segera merealisasikan ratifikasi konvensi ILO No 185 yang dituangkan melalui UU No 1/2008 tentang pembuatan SID.

Supervisor pembuatan SID Agus Monang mengatakan, sudah ada 30 pendaftar sejak Senin (19/10), namun hingga Rabu (21/10) baru satu pelaut yang mendapatkan SID, kebanyakan para pelaut tersebut tidak mencantumkan foto pada website pelaut, dan itu akan menghambat proses penerbitan SID.

“Satu pelaut yang diterbitkan SID-nya karena dia memenuhi persyaratan,” jelas dia.

Menurut Agus, pengumuman untuk penerbitan SID sudah diberikan sejak satu bulan yang lalu dan sesuai PNBP, biaya untuk pembuatan SID tersebut sebesar 10 ribu rupiah.

“Kami juga menggunakan foto untuk menghindari calo, dan tidak akan bisa diwakili karena pelaut harus datang sendiri,” jelas Agus.

Agus  menuturkan, syarat yang dibutuhkan oleh pelaut dalam pembuatan SID cukup mudah. Pelaut hanya tinggal melengkapi beberapa dokumen, yaitu sudah terdaftar di website pelaut, foto pemohon sudah on line di website pelaut, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) asli dari Kepolisian, paspor asli dan fotokopi, serifikat keahlian jika berasal dari kapal niaga dan sertifikat BST (Basic Safety Training) untuk yang berasal dari industri pariwisata. Terakhir, surat pengantar dari perusahaan.[Dni]

3 Komentar

  1. biayanya yg jelas 350rb pa 10 bos???prosesnya kok lambat y???

  2. kemarin saya bikin 400 ribu rupiah, kalau mengikuti kurs nilai mata uang dollar tentu gk sampai sebesar itu dengan nilai $ 35,,,apakah pihak kantor dishub dan pihak agensi perkpalan yg memainkan tarif tersebut……dan bisakah membuat sid tanpa perantara seperti agen kapal ,,,,,,,

    thax

  3. ntu maksudny terdaftar di website pelaut….berarti ad certificate yg online disana kan?? Thnx before….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s