171009 Lion Air Bidik Penerbangan Haji

JAKARTA–Maskapai swasta nasional, Lion Air, akan membidik penerbangan haji untuk musim ibadah tahun depan seiring perseroan telah memiliki ijin rute penerbangan dari pemerintah Saudi Arabia pada pekan lalu.

“Kami tentu mengharapkan dapat melayani angkutan haji. Tetapi masalah haji ini kan melibatkan banyak departemen, kita harus melihat dulu arah kebijakannya,” ungkap Direktur Umum Lion Air Edward Sirait di Jakarta, Jumat (16/10).

Dikatakannya, jika pemerintah membuka tender pengangkutan jemaah haji untuk kuota Indonesia, maka Lion akan ikut serta tetapi dengan strategi hanya menggarap jemaah per sektoral.

“Kita tidak akan membidik semua jemaah. Misalnya, kita akan memilih wilayah Banjarmasin saja untuk angkutan hajinya,” katanya.

Sedangkan untuk jangka pendek, dalam rangka memanfaatkan keluarnya ijin rute penerbangan (Landing permit) ke Jeddah, Edward mengungkapkan, hingga akhir tahun ini Lion akan melayani rute Jakarta-Jeddah (PP) sebanyak dua kali seminggu dengan dua armada B 744-400 mulai 7 November nanti.

“Kami mendapatkan jatah dari pemerintah Arab Saudi terbang tujuh sekali seminggu. Tetapi hingga akhir tahun nanti baru dimanfaatkan dua kali seminggu. Ini sebagai bagian dari langkah mempelajari pasar,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk rute tersebut Lion membidik segmen pebisnis, jemaah umroh, dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI). “Satu pesawat berkapasitas 506 kursi. Sebanyak 24 kursi disediakan buat kelas bisnis. Diperkirakan pasar ini akan dikuasai oleh jemaah Umroh sebanyak 80 persen,” katanya.

Diungkapkannya, untuk memenangkan persaingan dalam rute Jakarta-Jeddah tersebut, manajemen akan mengandalkan tarif murah dengan memaketkan rute penerbangan domestik.

“Hanya ada tiga maskapai yang terbang langsung ke Jeddah yaitu Lion, Garuda, dan Saudi Airlines. Nanti, kami akan mengoneksikan penumpang dari Jeddah atau daerah Indonesia dengan 32 rute domestik lokal yang dimiliki Lion,” jelasnya.

Edward mengharapkan, hadirnya Lion meramaikan rute Jakarta-Jeddah dapat merebut pasar rute internasional dari dominasi maskapai asing. “Jumlah penumpang yang menggunakan rute ini diluar angkutan haji per tahun sebanyak 1,5 juta jiwa. Sayang sekali kalau hanya ada satu maskapai lokal. Banyaknya pemain lokal akan membuat devisa tidak lari ke luar negeri,” jelasnya.

Untuk diketahui, rencana Lion ke Jeddah seperti terowongan gelap yang tidak jelas kapan berakhir ujungnya. Awalnya, maskapai ini akan terbang ke Jeddah pada Juni lalu, tetapi mundur karena armada belum siap.

Setelah armada siap, pada bulan lalu masalah dokumen yang belum lengkap dinilai otoritas penerbangan Arab Saudi. Akhirnya tiga minggu lalu manajemen Lion terlihat putus asa dan memperkirakan tidak dapat melayani rute tersebut pada tahun ini.

Namun, kabar gembira datang minggu lalu dengan dikeluarkannya landding permit oleh otoritas Arab Saudi bagi Lion Air ke negeri itu.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s