061009 Gempa Sumbar: Menyadari Arti Pentingnya Komunikasi

IMG_5612Ranah minang pada Rabu (30/9) lalu kembali diguncang gempa setelah pada awal Ramadan mendapatkan goyangan yang sama dari bumi.

Jika pada awal Ramadan gempa berkekuatan 6,8 SR yang menggoyang wilayah tersebut, maka pada pekan lalu kekuatannya lebih dahsyat, yaitu mencapai 7,6 SR.

Akibat goyangan yang besar dari bumi tersebut maka ratusan gedung atau rumah di wilayah Sumbar rubuh atau rusak. Gempa juga ikut merusak infrastruktur dasar seperti penampungan air bersih, listrik, jalan, hingga telekomunikasi.

Di Sumbar sendiri terdapat beberapa operator telekomunikasi seperti Telkom, Telkomsel, Indosat, XL, Natrindo Telepon Seluler (NTS), Hutchinson CP Telecom Indonesia (HCPT), dan Bakrie Telecom. Sesaat setelah gempa terjadi, jaringan operator yang berfungsi hanyalah Telkom Flexi, Esia, dan XL.

“Layanan Flexi sesaat setelah  gempa terjadi masih berjalan. Kita bisa on kira-kira 4 jam, setelah itu drop karena kehilangan catu daya. Soalnya yang digunakan untuk menghidupkan BTS adalah baterai karena listrik padam,” ungkap GM Telkom Sumbar Syahril kepada Koran Jakarta, akhir pekan lalu.

Diungkapkannya, Flexi di Sumbar memiliki 120 ribu pelanggan dimana  60 persen berasal dari Kota Padang. Kekuatan infrastruktur yang mendukung adalah 85 site BTS dimana  26 site  berada di  Padang  dan 11 site di   Pariaman.

“Jika pada beberapa jam setelah gempa terjadi kesulitan berkomunikasi itu karena terjadinya jamm trafik alias disaat bersamaan jumlah panggilan outgoing dan incoming sangat tinggi. Karena BTS menggunakan baterai, makin terkuraslah energinya,” jelasnya.

VP Public Relations dan Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia menambahkan, untuk telepon rumah juga sempat terjadi gangguan karena jamm trafik dan Sentral Telepon Otomat (STO) kehilangan daya listrik. “Tetapi STO di pusat gempa seperti padang dan Pariaman berjalan baik.  Total kapasitas STO Sumatera Barat dalam keadaan normal mencapai 180.000 satuan sambungan layanan,” jelasnya.

Syahril menjelaskan, layanan Flexi kembali normal pada Jumat (2/10) malam setelah pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk genset mengalir dari wilayah sekitar Sumbar. “Kendala kami memang di BBM. Kalau bicara teknis, semua tidak ada masalah,” katanya.

Sementara Direktur Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaedi mengungkapkan, jaringannya sempat terputus link dari Padang, tetapi dalam beberapa jam bisa recovery seusai gempa. “Kami punya dua link. Beberapa jam saja semua sudah recovery di hari pertama gempa. Untuk memperlancar komunikasi warga, Esia menyediakan 20 unit telepon gratis,” katanya.

Sedangkan VP West Region Xl Agus P Simorangkir mengatakan, jaringan XL bekerja secara normal sesaat setelah gempa terjadi. “Begitu kami mengetahui infrastruktur tidak mengalami masalah, langsung genset dinyalakan. Jadi, semua aman. Apalagi pasokan BBM dari Muara Bungo langsung kita pesan untuk keterjaminan layanan,” katanya.

Saat ini di Sumbar XL memiliki 500 ribu pelanggan dengan kekuatan infrastruktur 258 BTS. Sebanyak 126 BTS berada di Padang, Bukittinggi, dan Pariaman. “Kekuatan XL lainnya adalah back-up untuk  transmisi yang mencapau tiga layer yakni dari Padang ke Medan, Padang ke Pekan Baru menggunakan serat optik, dan Padang-Rengat dengan  microwave,” ujarnya.

Telkomsel Merana

Jika tiga operator di atas infrastrukturnya selamat dari gempa. Tidak demikian dengan pemimpin pasar di ranah minang yaitu, Telkomsel. Operator ini memiliki 3 juta pelanggan di Sumbar dimana 90 persen berada di Padang.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan, pemicu utama jaringannya bermasalah di kala gempa terjadi adalah tidak adanya pasokan listrik, perangkat yang bergeser, dan rubuhnya BTS yang berada di atap gedung.

“Hampir 25 persen BTS berada di atap gedung atau (roof top). Inilah yang menjadi kendala kami. Banyak titik BTS yang hilang karena gedungnya rubuh. Terutama untuk layanan di inner jaringan,” jelasnya.

Sarwoto memperkirakan, dua minggu setelah gempa barulah layanan Telkomsel kembali normal. Sedangkan memasuki hari keempat paska gempa, Telkomsel  baru  berhasil mengoperasikan kembali 709 BTS. “Jumat malam kita sudah bisa mulai smooth melayani pelanggan. Untuk titik yang hilang kita sediakan 5   Compact Mobile Base Transceiver (COMBAT) atau mobile BTS ,” jelasnya.

Telkomsel  juga menyiapkan 20 pico BTS via satelit VSAT di daerah terpencil yang sulit dijangkau. Untuk menjaga performansi jaringan dan mempercepat pengoperasian kembali BTS-BTS yang kehilangan pasokan listrik, Telkomsel telah mendatangkan 74 mobile genset dari Jakarta, Palembang, Pekanbaru, Jambi, dan Medan, serta melengkapi BTS dengan baterai rechargeable yang kuat men-supply catudaya hingga 6 jam.

Sarwoto menjelaskan,  beroperasinya 709 BTS tersebut, membuat  coverage layanan Telkomsel telah menjangkau 85 persen inner Padang dan hampir 100 persen wilayah outer seperti Pariaman, Bukit Tinggi, Solok, Payakumbuh, Pasaman, Palangki, dan Painan.

Koran Jakarta yang berada di Padang sejak Kamis (1/10) memang baru bisa berkomunikasi dengan Telkomsel pada Jumat malam. Dan pada minggu akses data sudah bisa digunakan.

Planning Diubah

Secara terpisah, Pengamat telematika Miftadi Sudjai menyarankan, belajar dari bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, operator harus berani melakukan restrukturisasi pola pengembangan jaringannya.

“Jangan disamakan pola planning untuk wilayah yang rawan bencana alam seperti gempa dengan yang tidak rawan. Soalnya komunikasi itu merupakan salah satu kebutuhan penting saat ini. Bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi keluarganya, sedangkan bagi pemerintah untuk berkoordinasi,” jelasnya.

Miftadi menyarankan, dalam membangun link antarkota, operator harus membuat berlapis agar jika terjadi pergeseran di bawah bumi sehingga membuat salah satu link terputus masih ada cadangan. Sedangkan untuk penempatan BTS di atap gedung harus memperhatikan konstruksi dari gedung.

“Biasanya jika yang ditempatkan berupa radio dan semua sistem itu bisa mencapai 5 ton. Anda bisa bayangkan, jika terjadi gempa gedung harus menahan beban dirinya dan BTS juga. Sebaiknya beban berat penunjang BTS seperti pendingin atau kabinetnya diletakkan di bawah gedung,” jelasnya.

Miftadi juga meminta pemerintah memperhatikan masalah pasokan BBM bagi genset operator ketika gempa terjadi. “Jangan diberikan harga industri. Sudah bukan rahasia lagi masalah BBM ini menjadi kendala utama untuk menjalankan BTS. Kalau begini komunikasi tidak bisa digunakan, dampaknya para korban bencana di wilayah terisolir tidak bisa berkomunikasi,” tegasnya.

Transparan

Secara terpisah, Direktur Kebijakan dan Perlindungan Konsumen Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala mendesak operator untuk menjaga transparansi dalam menginformasikan kondisi jaringannya jika terjadi bencana.

“Saya melihat ada arogansi dari operator yang merasa enggan untuk mengakui jaringannya bermasalah, meskipun terjadi   gempa,” katanya.

Menurut Kamilov, sikap arogansi tersebut harus ditinggalkan oleh operator karena masyarakat membutuhkan akses komunikasi dari penyelenggara jasa yang benar-benar berfungsi kala bencana terjadi.

“Rasanya bicara jujur jaringan memang bermasalah itu tidak apa-apa. Mana ada jaringan yang tidak bermasalah jika dihantam gempa sebesar itu. Ini pakai bilang masih aman untuk akses menggunakan jasa tertentulah, padahal memang semua jasa yang dimiliki bermasalah,” sesalnya.

Berdasarkan catatan, sesaat setelah gempa Indosat menyatakan akses data dan internet masih berjalan. Namun, ketika Koran Jakarta melakukan aktivitas peliputan di Padang mulai Kamis (1/10) hingga Sabtu (3/10), koneksi internet dengan modem Indosat tidak bisa dilakukan sama sekali.

Selain itu, Kamilov menyarankan,   masyarakat untuk tidak meng-abuse penggunaan jaringan dikala bencana terjadi karena usaha yang dilakukan oleh operator untuk menyelengarakan layanan membutuhkan biaya lumayan besar. “Hitung saja biaya untuk menghidupkan genset dan menjalankan mobile BTS. Berkomunikasilah seperlunya,” katanya.[dni]

061009 Antara Melayani dan Mencuri Start

IMG_5795Selalu ada hikmah dikala bencana datang. Idiom ini rasanya tepat sekali digunakan untuk menggambarkan persaingan jasa komunikasi di Sumbar sesaat setelah gempa terjadi.

Tak percaya, lihatlah antrian yang terjadi di kantor XL,  di Padang sehari setelah gempa terjadi. Antrian yang panjang dilakukan warga Padang  seperti ingin mendapatkan sembako terjadi di kantor yang berlokasi di Jaan A. Yani Padang tersebut.

“Saya lagi antri kartu perdana XL. Soalnya hanya XL yang bisa digunakan untuk daerah rumah saya,” ujar Hendra (20) yang mengaku tinggal di Ampang, Padang.

VP West Region XL Agus P Simorangkir mengungkapkan, tidak hanya warga Padang yang mencari kartu perdana XL, tetapi para relawan atau kerabat yang baru masuk Padang pada hari pertama langsung berganti kartu menjadi XL.

“Dalam waktu dua hari saja terjual 110 ribu kartu perdana. Biasanya sangat susah mendapatkan angka itu di Padang. Rencananya akan disediakan tambahans ekitar 500 ribu kartu baru,” jelasnya kepada Koran Jakarta, Jumat (2/10).

Dijelaskannya, pada tanggal 1 Oktober terjadi kenaikan trafik percakapan di Padang sebesar 40 persen. Sedangkan per hari rata-rata terjadi trafik sekitar 100 ribu erlang.

Agus menjelaskan, dalam menjual perdana tidak ada perubahan harga. “Bahkan kami tidak harus menyeleksi itu yang antri adalah distributor atau masyarakat biasa. Bagi kami semangatnya melayani,” katanya.

Menurut Agus, komitmen satu operator melayani pelanggan sebenarnya diuji kala bencana terjadi. “Bayangkan usaha kami menyalakan genset. Kami sampai pesan ke Muaro Bungo dan daerah lainnya. Biaya operasional meningkat hingga 20 persen. Tetapi ini tidak ada apa-apanya dibandingkan kepuasan melayani pelanggan kala dibutuhkan,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan Koran Jakarta, kartu perdana di kantor XL memang dijual sesuai harga banderol yakni sekitar dua ribu rupiah. Tetapi ketika berkeliling Kota Padang, di konter penjualan bisa mencapai 35 ribu rupiah.

Ketika hal itu dikonfirmasi ke Agus, dijelaskannya, pihaknya tidak bisa mengontrol penjualan setelah di pasar. “Karena itu kami lebih menghimbau pengguna mengisi pulsa saja. Denominasi yang paling diminati adalah 10 ribu rupiah. Tetapi jika ada pelanggan operator lain yang switch kartu tentu tidak bisa ditolak,” katanya.

GM Telkom Sumbar Syahril menjelaskan, Flexi juga mengalami lonjakan permintaan kartu perdana sehari setelah gempa terjadi karena masayarakat mengetahui jasa milik Telkom itu masih berfungsi. “Sebenarnya itu hanya buahnya saja. Konsentrasi Telkom adalah recovery perangkat,” tegasnya.

Sementara Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan, akibat jaringannya bermasalah selama beberapa hari terdapat potensi pendapatan yang hilang sebesar 2,8 miliar rupiah.

“Kami dalam dua hari  setelah gempa baru menggunakan jaringan sebesar 63 persen. itu berarti ada potensial loss. Padahal sebulan kita bisa mendapatkan 350 miliar rupiah di sini,” jelasnya.

Berdasarkan catatan, di Sumbar Telkomsel memiliki 3 juta pelanggan. Sebanyak 90 persen berada di Padang.

Sarwoto mengaku tidak khawatir kehilangan pelanggan karena jaringannya belum optimal sesaat setelah gempa. “Bagi saya itu hal yang wajar-wajar saja dilakukan kompetitor. Namanya mencuri start. Tetapi jika jaringan kami sudah kembali normal, kita bisa mendapatkan kembali pelanggan yang pindah kartu,” tegasnya

Sarwoto menegaskan, Telkomsel tetap akan fokus pada tiga strategi untuk mendapatkan pelanggan yakni menggarap komunitas, memberikan layanan berkualitas, dan mendapatkan pelanggan yang memberikan pendapatan.

”Kita tidak mau terima pelanggan yang hanya menggosok kartu perdana setelah itu dibuang. Masalah layanan seusai gempa ini hanya soal recovery harus cepat,” katanya.

Berdasarkan pantauan Koran Jakarta, di Padang memang semua operator membuka posko layanan di depan kantornya. Namun, lokasi yang banyak dikunjungi pengunjung adalah milik Telkom, XL, dan Telkomsel.

Tujuannya untuk isi ulang pulsa atau membeli kartu perdana Sedangkan di posko operator lainnya kebanyakan masyarakat menumpang telepon atau men-charge baterai gratis. Hal ini karena di pinggir Kota Padang untuk men-charge baterai ponsel saja dikenakan biaya 6 ribu rupiah per jam karena listrik padam.[dni]

061009 Tiga Operator Kembangkan Inovasi Layanan

JAKARTA—Tiga operator seluler mengeluarkan inovasi baru untuk memperatahankan pelanggan yang didapatnya.

Ketiga operator itu adalah Indosat dengan Utones, XL melalui layanan BlackBerry harian seharga dua ribu rupiah untuk registrasi pertama, dan Mobile-8 yang menggandeng Yahoo untuk mobile chatting.

Chief Marketing Officer Indosat Guntur S Siboro menjelaskan Utones adalah  layanan berbasis aplikasi   berbentuk tampilan visual dalam format GIF animation yang akan muncul di layar ponsel pelanggan setiap kali ada pesan (SMS) atau panggilan telepon masuk (Incoming Call), yang berbarengan dengan nama atau nomor telepon pemanggil.

Layanan ini merupakan media baru untuk i-klan (Mobile Advertising), melengkapi media mobile advertising yang telah dimiliki oleh Indosat, seperti text messaging (SMS), MMS dan WAP.

Dijelaskannya, media beriklan melalui ponsel atau mobile advertising di beberapa negara saat ini sudah mulai digemari karena lebih praktis dan tepat sasaran. “Iklan langsung dikirimkan ke ponsel penerima sesuai dengan target market pemasang iklan. Pemasang iklan bisa memilih iklan yang akan dikirimkan ke pelanggan yang ada di suatu wilayah tertentu, dengan spesifikasi kriteria pelanggan yang diinginkan, misalnya berdasarkan umur, pendidikan atau jenis kelamin tertentu,” katanya di Jakarta belum lama ini.

Sedangkan VP Direct Sales XL Djunaedi Hermawanto menjelaskan, hadirnya tarif harian paling murah di industri.  “Program promo ini berlaku mulai 1 Oktober – 31 Desember 2009,” katanya.

Saat ini XL memiliki jumlah pelanggan BlackBerry terbesar di Indonesia yang mencapai lebih dari 160 ribu pelanggan. Seiiring dengan peningkatan jumlah pelanggan XL secara berkala juga meningkatkan kualitas layanannya melalui peningkatan kapasitas bandwidth (kini mencapai 90 Mbps dan akan terus di tingkatkan).

Pada kesempatan lain, , Direktur Sales & Marketing  Mobile-8 Telecom   Beydra Yendi mengatakan, belum lama ini berhasil menggandeng Yahoo untuk   layanan Yahoo Instant Messenger .

“Layanan nilai tambah seperti Yahoo Messenger atau yang lebih di kenal dengan YM ini berperan untuk mendukung dan memperkaya gaya hidup dari pelanggan kami yang memiliki tingkat mobilitas tinggi. Kami gembira menjadi operator CDMA pertama yang memberikan layanan ini di Indonesia. Kami yakin bahwa layanan ini akan sangat menarik bagi masyarakat, khususnya pelanggan kami karena kemudahan dalam penggunaannya serta harganya yang sangat terjangkau.” Ucapnya.

Yahoo Messenger adalah aplikasi layanan chatting yang mudah dan praktis yang memungkinkan para pengguna menggunakannya dari PC atau ponselnya masing-masing. Setelah sign in melalui proses yang sangat sederhana, pelanggan tetap dapat on line meski tidak berada di depan komputer.

Mobile-8 menyediakan akses mudah bagi para pelanggannya untuk berlangganan aplikasi Yahoo Messenger pada ponsel mereka dengan hanya mengetik SMS yang berisi ‘Yahoo’ dan mengirimkannya ke nomor 123. Mobile-8 menawarkan tariff yang sangat terjangkau untuk berlangganan yaitu Rp 2500,- untuk menikmati pemakaian tidak terbatas (unlimited) dari Yahoo Messenger selama periode  satu minggu.[dni]

061009 Telkomsel Didesak Kembalikan Bandwitdh

JAKARTA—Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mendesak  Telkomsel mengembalikan bandwitdh layanan mobile broadband Flash sesuai perjanjian awal dengan para pelanggannya.

“Solusinya sebenarnya sangat mudah. Pengembalian bisa dilakukan dengan menambahkan kuota yang terpangkas di bulan selanjutnya atau memberikan insentif lain, seperti yang dilakukan operator lain jika layanannya bermasalah,” ujar anggota BRTI Heru Sutadi kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Dijelaskannya, regulator akan melihat terlebih dahulu langkah Telkomsel dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno yang juga Ketua Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), tambah Heru, dalam berbagai kesempatan menginginkan industri menyelesaikan sendiri dulu setiap ada masalah dengan pelanggan. “Nah, sekarang waktunya bagi beliau untuk membuktikan ucapannya,” tegasnya.

Dikatakannya, BRTI   berencana memanggil Telkomsel dan lembaga yang mewakili konsumen untuk menyelesaikan masalah pemangkasan kuota bandwidth layanan internet Telkomsel Flash.

Heru berharap Telkomsel bisa menyelesaikan masalah ini dengan para pelanggan terlebih dahulu sebelum dilakukan klarifikasi pekan depan.

“Kami belum memperoleh laporan resmi dari para konsumen maupun lembaga yang mewakilinya, namun tetap akan ada tindaklanjut dari permasalahan ini,” ujarnya.

Heru pun mendesak, jika memang ada lembaga konsumen yang ingin melakukan somasi ke Telkomsel untuk konsisten berjuang. “Saya catat lembaga yang sama sudah dua kali mensomasi Telkomsel. Hasilnya apa? Kenapa tidak ada transparansi ke publik,” katanya.

Telkomsel mulai menurunkan kuota bandwidth untuk layanan internet Telkomsel Flash miliknya mulai 1 September lalu, namun penjelasan resmi baru disampaikan dua pekan setelahnya.

Pemberlakukan ini didasarkan pada data perilaku pengguna Telkomsel Flash, di mana 60 persen rata-rata menggunakan data 500 MB per bulan.

Telkomsel menyebutkan untuk Paket Basic, pelanggan diberi kuota 500 MB dengan kecepatan maksimum 256 kbps dan Paket Advance 1 GB kecepatan maksimum 512 kbps, serta Paket Pro kecepatan maksimum 3,6 Mbps untuk 2 GB. Sebelumnya, kuota yang diberikan di ketiga paket tersebut dipukul rata 2 GB.

Pelanggan Telkomsel Flash kini berjumlah 1,2 juta atau meningkat 500% dibandingkan dengan akhir 2008 lalu. Telkomsel mengklaim telah menghadirkan bandwidth dengan kapasitas yang mampu melayani tiga juta pelanggan Flash hingga akhir tahun ini.

Dirut Telkomsel Sarwoto Armosutarno mengungkapkan Telkomsel dengan senang hati akan memenuhi dan menjelaskan hak dan kewajiban operator dan konsumen dalam layanan mobile broadband Flash kepada regulator dan masyarakat agar semuanya jelas dan dapat dipakai untuk referensi industri.

“Banyak aspek layanan broadband yang belum dimengerti masyarakat. Telkomsel berprinsip Indonesia harus didorong ke arah penggunaan layanan broadband yang produktif dan sustainabel untuk perkembangan ekonomi kreatif,” tuturnya.[dni]

061009 NSN Luncurkan Son Plug and Play

JAKARTA—Penyedia jaringan Nokia Siemens Networks (NSN)  meluncurkan inovasi SON (Self Organizing Network) Plug and Play untuk 2G, 3G dan LTE.  Fitur baru tersebut  dalam Nokia Siemens Networks Self Organizing Networks (SON) Suite tersebut, akan meningkatkan kualitas penggelaran jaringan mobile broadband dan mempercepat hadirnya layanan di pasar.

“SON Plug and Play baru memperkenalkan tingkat kualitas baru dalam proses penggelaran jaringan, sehingga penggelaran jaringan menjadi lebih sederhana dan lebih cepat,” ujar    Head of Wireless Access Product Management, Radio Access, Nokia Siemens Networks Tommi Uitto dalam keterangan tertulisnya yang diterima Senin  (5/10).

Menurut dia, fitur tersebut memungkinkan   konfigurasi BTS dapat dilakukan hanya dengan terhubung ke transmisi jaringan. Flexi Base Station Multiradio akan secara otomatis terkoneksi ke  jaringan dengan interaksi manusia yang lebih sedikit.

Dikatakannya, fitur ini secara otomatis membuat parameter yang tepat pada pemasangan BTS sehingga kualitas jaringan akan meningkat dan penggelaran jaringan dapat dilakukan secara lebih efisien dan lebih cepat karena pekerjaan manual dan kunjungan ke situs menjadi berkurang.

“Fitur ini akan tersedia  HSPA / HSPA + pada Kuartal-4 2009, dan untuk GSM & LTE akan tersedia pada tahun depan,” jelasnya.

Sebelumnya, NSN telah berhasil mendemonstrasikan panggilan LTE dengan menggunakan rilis software yang standar dan BTS komersial. Implementasi pertama layanan LTE diperkirakan akan terjadi pada akhir tahun ini dengan penggelaran jaringan komersial secara besar-besaran pada awal 2010. Kini, NSN telah mengirim hardware Flexi Base station yang kompatibel dengan LTE ke lebih dari 80 operator.[dni]

061009 Jumlah Penerbangan ke Bandara Minangkabau Capai 135 Kali

JAKARTA—Sejak terjadinya bencana gempa bumi di Sumatera Barat menyebabkan jumlah penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau Padang mencapai 135 kali.
Berdasarkan data dari Departemen Perhubungan, hingga Senin (5/10), dalam setiap harinya ada penerbangan tambahan Jakarta-Padang (pp) sebanyak 135 kali. Jadwal Itu tidak termasuk penerbangan domestik Padang dengan kota selain Jakarta.

“Sebagai akibatnya, penerbangan pun mengalami keterlambatan,” ujar Direktur Angkutan Udara Tri S Sunoko di Jakarta, Senin (5/9).
Dicontohkannya, , pada Sabtu (3/10) lalu, hampir seluruh penerbangan mengalami keterlambatan. Garuda Indonesia yang dijadwalkan terbang dari Padang pada pukul 17.30, baru bisa mengangkasa sekitar pukul 22.15.

“Itu wajar, karena biasanya hanya puluhan pesawat tiba-tiba yang terbang ratusan pesawat. Apalagi yang diangkut kan penumpang-penumpang dengan misi khusus dan terutama kargo bantuannya yang membutuhkan banyak waktu untuk mengangkutnya dari bandara,” katanya.

Dijelaskannya, dari penambahan jadwal penerbangan   hingga kemarin adalah amaskapai berjadwal   sebanyak 38 termasuk 4 kargo, tiga penerbangan kemanusiaan yaitu satu AirAsia dan dua Batavia, 29 penerbangan pesawat charter dan 24 airline asing yang datang memberikan bantuan langsung ke Medan.

Posisi Flight Approval extra flight ke/dari Padang
AIRLINE BERJADUAL EXTRA FLIGHT  (s/d 4 Okt jam 9.00):
Jumlah total : 38 FA (34 pax/combi dan 4 freighter)
Garuda (10), Batavia (7), Lion (3), Sriwjaya (5), Mandala (1),
Kartika (2), Merpati (3), Cardig (4)
HUMANITARY FLIGHT
Indonesia AirAsia (1)realisasi tgl 04/10/09 pkl. 08.00 wib
Batavia  (2) Realisasi tgl 03 & 04/10/09 pkl. 21.00 wib.

AIRLINE CHARTER ( s/d 4 okt jam 16.15 WIB) :
DOMESTIK 29 FA :
IAT 2, ASI 5, Airfast 4, NAC 2, Riau Air 1, ETA 3, Travira 1, RPX
3, Pelita 3, Nusantara Buana Air 1, Jhonlin 1, Trigana 1, ATS 2

INTERNASIONAL 24 FA

:
avenir 1, pasific flight service 2, smac 1, asi 3, tag aviation 3,
air north 1, swiss intl 1, ukraine air 1, emercon federasi rusia 3,Ô   h)        0*0*0*°°  Ôsky wing air 1, royal jet 1, blue line 4, firefly 1, lynden air
cargo

Sriwijaya Air

Pada kesempatan lain, Direktur Niaga Sriwijaya Air Toto Nursatyo mengaku  optimis pada akhir tahun nanti akan menerbangkan  5,1 juta penumpang Hingga triwulan ketiga 2009 lalu, perusahaan ini telah mengangkut sebanyak 3,4 juta penumpang.

Dikatakannya,  target tersebut segera tercapai akhir tahun mengingat penambahan armada juga terjadi sesuai jadwal. Hingga September 2009 lalu, Sriwijaya telah mengoperasikan sebanyak 23 pesawat Boeing 737 series.
“Bulan ini ada penambahan satu Boeing 737-300 dan akhir tahun satu unit Boeing 737-400, dengan 25 armada yang ada, target tersebut insyaallah akan tercapai,” kata Toto.

Dijelaskannya, pada akhir 2008 lalu, Sriwijaya baru mengoperasikan 18 unit pesawat, armada didatangkan secara bertahap hingga akhir 2009 menjadi 25 unit dengan rute saat ini sebanyak lebih dari 130 rute.

Pada akhir tahun ini, jelasnya, Sriwijaya akan membuka rute ke Ternate, jalur yang dianggap ekonomis karena permintaan terus melonjak.

Toto menyatakan ekspansi armada yang dilakukan Sriwijaya tidak terlalu tergesa-gesa, sehingga penambahan pesawat setiap tahunnya pun tidak terlalu banyak. Hal ini untuk menghindari agar maskapai tidak kekurangan sumber daya manusia terutama pilot yang masih langka.

“Kami juga menjaga agar kondisi keuangan kami tetap prudent, penambahan pesawat dilakukan secara bertahap. Satu tahun paling banyak enam unit,” ujarnya.

Dijelaskannya,  saat ini Sriwijaya air telah memiliki dua unit dari seluruh pesawat yang dioperasikannya. Dua pesawat tersebut berjenis Boeing 737-200. Sesuai dengan Undang-Undang No 1 Th 2009 tentang Penerbangan, maskapai diharuskan memiliki lima unit pesawat dan menguasai lima unit lainnya.

“Kami memilikinya sejak Juli lalu. Tiga kewajiban kami akan kami lakukan tahun depan dengan membeli tiga unit Boeing 737-800 NG tahun depan,” tandasnya.

Bila tiga pesawat tersebut dioperasikan, tambah Toto, Sriwijaya akan mengepakkan sayapnya ke rute internasional yaitu membuka jadwal penerbangan Denpasar-Perth (Australia).[dni]