041009 Warga Padang Mulai Beraktifitas

PADANG —Empat hari setelah diguncang gempa dahsyat, warga Kota Padang kembali melakukan aktifitas, terutama berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pokok.

Pantauan Koran Jakarta di seputar Kota Padang pada Sabtu (3/10) sejumlah toko bahan pokok telah mulai berdagang, begitu juga dengan pasar-pasar tradisional seperti Simpang Aru, Alai , dan Pasar Raya. Padahal, ketiga pasar tersebut terkena gempa, namun para pedagang  berjualan di sekitar lokasi yang terkena gempa.

“Stok air minum sudah habis. Untunglah ada tempat air isi ulang yang sudah buka dan harga yang dijual tidak lagi setinggi hari pertama setelah gempa. Harga air isi ulang sudah kembali normal,” ujar Linda (43) kepada Koran Jakarta .

Nita (33) yang ditemui sedang berbelanja di Simpang Aru bersyukur para pedagang sudah membuka kios meskipun harga yang ditawarkan rata-rata naik dua kali lipat. “Biasanya beli sayur satu ikat dua ribu rupiah sekarang menjadi empat ribu rupiah,” katanya.

Sedangkan untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU mulai Sabtu (3/10) tidak lagi mengalami antrian yang panjang seperti beberapa hari sebelumnya. “Sekarang pembeli yang menggunakan jeriken tidak dilayani lagi. Aparat Brimob menjaga ketat,” kata salah seorang petugas SPBU.

Salah seorang anggota Brimob yang bertugas mengatakan, penjagaan diperketat untuk menghindari antrian yang panjang karena akan ada kunjungan Wapres Jusuf Kalla pada Sabtu ini.

Berkaitan dengan titik evakuasi di Kota Padang , pusat terbesar perhatian warga masih tersedot dengan proses yang berlangsung di Hotel Ambacang. “Kami di sini penasaran karena TV terus menerus memberitakan. Ketimbang tidak ada kerjaan di rumah mending nongkrong di sini,” kata Budi (45) yang membawa anaknya masih balita ke lokasi.

Fenomena seperti yang dilakukan Budi banyak terjadi di titik evakuasi lainnya seperti bimbingan belajar Gama, Adira Finance, Sentral Pasar Raya, dan kawasan Pondok.[dni]

031009 Foto Evakuasi STBA Prayoga Padang

IMG_5683

Tim medis sedang mengangkut korban selamat dari reruntuhan STBA Prayoga Padang, Suci (25th). Dosen Bahasa Inggris itu adalah korban yang masih hidup terakhir bisa diselamatkan dari kampus tersebut.

031009 Foto Antrian BBM

IMG_5657

IMG_5651Masyarakat antri mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di salah satu SPBU di Padang, Jumat (2/10). Keterbatasan pasokan BBM membuat SPBU membatasi penjualan minimal Rp 50 ribu, selain itu harga-harga bahan pokok mulai melonjak seiiring belum dimulainya aktifitas perdagangan.

031009 Gamawan Fauzi : 15 Hari Lagi Keadaan akan Kembali Normal

PADANG—Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi optimistis kondisi masyarakatnya akan kembali menjalani kehidupan normal dalam waktu 15 hari ke depan.

“Mental orang Sumbar itu kuat. Percayalah dalam waktu 15 hari kedepan, orang akan kembali ke sawah untuk bertani atau melakukan aktivitas lainnya,” ujarnya di Padang , jumat (2/10).

Gamawan menyakini, mental yang kuat dari orang-orang minang akan mempercepat recovery dan kepercayaan diri seusai dilanda gempa.

Sedangkan untuk kondisi Kota padang sendiri, Gamawaan mengakui dalam waktu sebulan ke depan akan bermasalah, khususnya untuk air bersih.

“Penampungan utama milik PDAM terkena gempa, itu butuh 30 hari untuk menyelesaikannya. Karena itu jika ditanya apa yang paling dibutuhkan, kirimkanlah warga Sumbar sebanyak-banyaknya truk tangki air,” jelasnya.

Sedangkan untuk arus listrik, lanjutnya, baru akan kembali dalam waktu empat hari ke depan. “Saya sudah mendapatkan jaminan dari PLN,” katanya.

Gamawan menjelaskan, dalam mengatasi dampak gempa yag terjadi di wilayahnya akan dijalankan pekerjaan secara prioritas. Pertama adalah evakuasi dengan mengerahkan semua sumber daya yang ada. Kedua pengobatan yang disertai pengiriman logistik berupa makanan dan obat-obatan. Terakhir, recovery kondisi masyarakat.

“Masyarakat Sumbar ini unik dalam menghadapi gempa. Jangan dibayangkan mereka mau berkumpul di satu tenda besar di lapangan besar. Masyarakat lebih memilih untuk duduk di depan rumahnya sendiri, setelah bencana reda akan kembali berkatifitas. Inilah yang saya bilang kekuatan mandiri urang minang,” katanya.

Berkaitan dengan aktivitas evakuasi, Gamawan mengatakan, kesulitan yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan alat berat dan potong khusus. “Tetapi sekarang sudah datang cutter dari bantuan Negara asing. Ini bias mempercepat proses evakuasi seperti di hotel Ambacang,” jelasnya.

Gamawan pun membantah dalam melakukan evakuasi pemerintah melakukan pilih kasih atau tidak memperhatikan etnis tertentu. “Tidak benar itu. Kalau Anda bicara di Pondok (pemukiman China ), masyarakatnya memang mandiri. Mereka memang memiliki alat-alat berat karena banyak yang menjadi kontraktor. Jadi, kalau bisa evakuasi sendiri justru bagus. Jangan dibawa-bawa sentimen sara-lah,” sesalnya.

Berdasarkan pantauan Koran Jakarta, wilayah Pondok merupakan salah satu pemukiman dan pertokoan yang mengalami rusak. Hampir 80 persen kerusakan terjadi di wilayah tersebut dan evakuasi dilakukan secara mandiri.
Gamawan pun menegaskan,   pasokan bahan makanan dan BBM sudah aman seiring 20 SPBU di Padang telah dibuka. “Antri itu karena terjadi rush,” katanya.

Longsor Tandikek

Sementara itu, Kabid Humas Satkorlak Ade Edward mengungkapkan terdapat satu lokasi yang belum bisa dijamah sama sekali yakni Tandikek di Koto Mambang.

“Kami mendapatkan kabar di wilayah tersebut terjadi longsor . Sekitar seratus rumah terkena longsor,” katanya.

Ade pun mengatakan kondisi gunung berapi di Sumbar masih dalam keadaan siaga. Gunung yang masuk kategori siaga adalah  Gunung Talang dan Kerinci.
Sedangkan jumlah korban yang tercatat di posko Satkorlak mencapai  451 meninggal, 240 luka berat, dan 2530 luka ringan. Sebanyak  197 meninggal dunia di Padang , Pariaman (49), dan Kabupaten Padang Pariaman (184).[dni]