021009 Maskapai Diminta Pasang Tarif Kemanusiaan

JAKARTA—Maskapai penerbangan nasional diminta untuk memasang tarif kemanusiaan bagi masyarakat yang ingin ke Padang, dalam rangka melihat sanak saudara atau memberikan bantuan.

“Saya minta seluruh maskapai untuk tidak memasang harga tiket seperti musim libur atau high season,” ujar Direktur Angkutan Udara Tri S Sunoko kepada Koran Jakarta, Kamis (1/10).

Diungkapkannya, dari temuan di lapangan banyak terlihat maskapai  menaikkan harga jual tiket di atas kewajaran seperti saat musim libur atau mudik Lebaran.

”Harus difahami bersama, ini bukan musim liburan atau mudik lebaran. Karena itu kami meminta manajemen maskapai untuk tidak menerapkan tarif batas atas (TBA) high season, dalam rangka bantuan atau misi kemanusiaan sebagai bentuk keprihatinan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah di Padang dan Jambi,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan Koran Jakarta di lapangan harga jual tiket ke Padang untuk pemberangkatan Kamis hingga Minggu (4/10) berkisar satu juta rupiah ke atas. Bahkan Mandala Airlines mematok hingga 1,6 juta rupiah.

Ketika ditanya adakah sanksi untuk maskapai karena menerapkan tarif batas atas, Tri menjelaskan, jika tidak melampaui tarif batas atas tidak bisa ditindak . “Tetapi saya sudah menghimbau para pimpinan maskapai untuk menerapkan tarif kemanusiaan,” katanya.

Secara terpisah, Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit mengatakan, sudah saatnya Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk turun tangan memeriksa struktur tarif yang digunakan oleh para maskapai.

“Terkesan ada oligopoli yang dilakukan oleh maskapai. Berharap pada Dephub itu tidak bisa karena acuannya tarif batas atas dan bawah,” jelasnya.

Sementara itu, Pusat Komunikasi Publik Dephub merilis, berdasarkan laporan per telepon Kamis pagi ini, diketahui bahwa akibat guncanghan hebat sebesar 7,6 skala Richter di Padang,tidak ada kerusakan fatal pada fasilitas bandara yang berada di kawasan Sumatera.”Hanya bandara Minangkabau yang langit-langitnya runtuh, tetapi itu tidak mengganggu operasional penerbangan,” jelasnya.

Selain Bandara Minangkabau, dampak gempa juga terjadi di Bandara Sibolga. Sebagian kaca di menara bandara tersebut pemantau pecah akibat guncangan gempa, tetapi kerusakan itu juga tidak berdampak pada operasioanl penerbangan.”Bandara di Jambi dan Kerinci tidak ada kerusakan pada fasilitasnya, meski kawasan di sekitar bandara Kerinci seperti RS, ada yang hancur. Operasi di semua bandara normal, begitu juga di Minangkabau,” tandasnya.

Bambang juga mengungkapkan, permintaan izin untuk membuka penerbangan tambahan (extra flight) ke Padang, Sumatera Barat, banyak diajukan maskapai penerbangan domestik kepada otoritas penerbangan Departemen Perhubungan. ”Hingga Kamis (1/10) siang tadi, sedikitnya telah 12 flight approval (izin penerbangan) extra flight yang kita (Dephub) keluarkan,” jelasnya.

Bambang merinci, izin terbang tambahan itu di antaranya dikeluarkan untuk Batavia Airlines sebanyak tiga penerbangan, Lion Air sebanyak tiga penerbangan, , Riau Airlines (RAL) sebanyak satu izin, Sriwijaya Air (1), ”Serta Garuda Indonesia sebanyak empat FA (flight approval), dua di antaranya untuk VVIP,” imbuh Bambang.

Selain itu,  Dephub juga telah mengeluarkan izin pendaratan bagi pesawat Japan Airlines (JAL) di Bandara Internasional Minangkabau yang mengangkut 90 orang tenaga sukarelawan untuk bencana di Padang. ”Pesawat JAL direncanakan mendarat pada Jumat (2/10) dinihari, pukul 00.27 WIB. Mereka terbang langsung dari Bandara Narita di Tokyo,” katanya.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s