260909 Gapasdap Tertarik Ikut Tender Dermaga V

JAKARTA— Para pengusaha yang tergabung dalam   Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) tertarik untuk ikut tender  operator  dermaga V  di lintasan Merak-Bakauheni jika dibuka tak lama lagi.

“Jika informasi dibukanya tender tersebut itu benar, tentunya para anggota tertarik untuk ikut,” ungkap  Sekjen Gapasdap Luthfi Syarief kepada Koran Jakarta, Jumat (25/9).

Diungkapkannya, kemungkinan organisasi akan memfasilitasi keikutsertaan dari para anggota   dan ikut memberi masukan tentang syarat tender tersebut.

“Bisa jadi per perusahaan yang ikut tender atau konsorsium. Kita lihat dulu syaratnya,” katanya.

Luthfi mengharapkan, jika dermaga V dibuka maka regulator harus memperhatikan masalah pentarifan terutama yang bersinggungan dengan operator di dermaga lainnya.

“Jangan sampai terjadi saling membunuh dengan pemain di dermaga lainnya. Apalagi ini dermaga baru. Jika  diberikan  tarif yang lebih murah bisa mematikan pemain di dermaga lainnya,” katanya.

Sebelumnya,  Direktur Jenderal Perhubungan Darat Dephub Suroyo Alimoeso mengungkapkan akan  menjadikan Dermaga V di Merak dan Bakauheni untuk kelas eksekutif.

Rencananya, Departemen Perhubungan akan menenderkan operator kapal angkutan penyeberangan yang beroperasi pada Dermaga V di lintasan Merak-Bakauheni pada akhir tahun ini. Regulator  segera akan menetapkan kualifikasi kapal yang diperbolehkan beroperasi dari Dermaga V Merak, Banten, dan Dermaga V Bakauheni, Lampung. Pelayanan di kedua dermaga itu akan dibuat dengan standar kelas menengah ke atas.
Standar yang dimaksud adalah  tingkat kecepatan kapal yang diharapkan dapat melebihi kemampuan armada penyeberangan yang saat ini beroperasi di lintasan terbesar di Indonesia itu atau lebih dari   12 knot.
Dephub sendiri belum memutuskan operator Dermaga V nantinya apakah dibuka untuk umum atau hanya bagi penyelenggara penyeberangan yang sudah ada di Merak-Bakauheni.

Namun,   peluang bagi operator di luar yang sudah beroperasi di lintasan Merak-Bakauheni tetap ada.
Dermaga V di Merak mulai dibangun sejak Mei 2009 dengan total investasi 80 miliar rupiah, sedangkan pembangunan Dermaga V di Bakauheni baru dimulai pada awal bulan ini..

Adapun, jumlah armada yang melayani lintasan Merak-Bakauheni sebanyak 33 unit yang dioperasikan oleh 15 perusahaan antara lain PT Dharma Lautan Utama, PT Jemla Ferry, PT Jembatan Madura, PT Indonesia Ferry ASDP, dan PT Bukit Samudera Perkasa.[dni]8

250909 Kenaikan Tarif TolPengusaha Bebankan Kenaikan ke Penumpang

JAKARTA—Para pengusaha yang tergabung dalam Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) berencana akan membebankan kenaikan tarif tol pada 28 September nanti ke penumpang atau pemilik baranng. “Tarif reguler bis atau angkutan itu tidak akan naik. Tetapi jika melewati jalan tol itu biasanya akan ada tarif tarif tambahan. nah, karena tarif tol naik rata-rata 15 persen, kenaikan itu akan dibebankan ke penumpang atau pemilik barang,” ungkap Ketua DPP Organda Murphy Hutagalung di Jakarta, Kamis (24/9). Dijelaskannya, selama ini penentuan dari tarif bis dan tarif tol selalu dipisahkan oleh pengusaha. Biasanya jika ada rute yang melewati tol, maka dikenakan tarif tambahan. Secara terpisah, Ketua Asosiasi Transporter Darat Indonesia (ATDI) Slamet Sutanto menegaskan, tidak mungkin menaikkan tarif kepada pemilik barang walau ada kenaikan tarif tol. “Para pengusaha sudah terikat kontrak. Hal yang bisa kami lakukan adalah mengefisiensikan armada dan manajemen perusahaan. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan perusahaan melakukan subsidi ke pemilik barang,” katanya. Senada dengan Slamet, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspress Indonesia (Asperindo) M. Kaderial mengatakan, tidak mungkin menaikkan tarif jasanya karena sudah terikat kontrak selama satu hingga dua tahun dengan penyewa. “Tidak mungkin dilakukan kenaikan harga. Yang jelas kenaikan ini membuat ongkos biaya produksi menjadi naik dan adanya potensi kehilangan pendapatan,” katanya. Dijelaskannya, naiknya biaya produksi karena perubahan tarif tol  akan berdampak juga pada tingkat kemacetan yang meningkat. Ini tentunya akan membuat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) meningkat. “Padahal produktifitas tidak seimbang karena adanya macet. Ini tentu membuat kita kehilangan potensi pendapatan,” jelasnya. Tingkatkan KenyamananSelanjutnya, Slamet meminta pengelola jalan tol untuk meningkatkan kenyamanan penggunanya jika tarif dinaikkan. Contohnya, pembukaan pintu gerbang diperbanyak ketika jam 6 pagi. “Jangan hanya dibuka dua gerbang, Akhirnya terjadi kemacetan dan merugikan pengusaha,” katanya. Sedangkan menurut Kaderial, tarif tol wajar dinaikkan jika infrastruktur tersebut terjadi investasi tambahan atau meningkat kapasitasnya. “Jika tol Bandara Soekarno-Hatta itu wajar dinaikkan karena kapasitasnya naik, Tetapi kalau tol dalam kota itu tidak ada perubahan kenapa dinaikkan,” sesalnya. Sebelumnya, pemerintah mulai Senin depan (28/9), akan menaikkan tarif tol di 10 ruas jalan tol. Kenaikan tarif bervariasi mulai 12,74 hingga 18,56 persen. Sedianya tarif tol akan dinaikkan pada 4 September lalu. Namun dengan alasan akan lebaran kenaikan ditunda.Dengan kenaikan ini maka tarif tol dalam kota Jakarta diperkirakan akan naik seribu rupiah dari  5.500 menjadi  6.500 rupiah.. Begitu   pula tarif Padalarang-Cileunyi naik  1.000 rupiah. Tol Jakarta-Tangerang diperkirakan naik 15 persen menjadi  4..000 rupiah dari sebelumnya  3.500 rupiah. Sedangkan tarif tol Tanggerang-Merak diprediksi naik dari  18.000 menjadi  20.700 rupiah.[dni]

250909 Nilai Investasi MCI Dipertanyakan

JAKARTA— Indonesia Wireless Broadband (Id-wibb) mempertanyakan besaran dari nilai investasi Media Citra Indostar (MCI) di satelit Protostar II atau Indostar II.

“Dari dokumen yang kami dapat hanya dicantumkan besaran kewajiban MCI kepada Protostar sebesar lima juta dollar AS. Padahal, di media massa disebut-sebut MCI berinvestasi sebesar 100 juta dollar AS atau sepertiga  dari total nilai satelit yang mencapai 300 juta dollar AS,” ungkap Sekjen Id-wibb Bambang Sumaryo Hadi kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Bambang mendesak, MCI memberikan klarifikasi ke publik terkait pola investasi dan besaran sebenarnya karena satelit tersebut memanfaatkan slot orbit pemerintah Indonesia dan menguasai frekuensi lumayan besar di spektrum 2,5 GHz yakni selebar 150 MHz.

“Ketika ribut-ribut rencana Protostar akan menjual satelit tersebut banyak yang kaget. Bahkan, rekanannya di Indonesia pun juga kaget. Baiknya transparan saja tentang pola investasinya,” tegasnya.

Secara terpisah, Sekjen Depkominfo/PLT Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, sejauh yang diketahuinya MCI menyewa secara jangka panjang kepada Protostar untuk satelit Indostar II.

“Tetapi kami memang akan memperbaharui regulasi tentang satelit agar kisruh seperti MCI ini tidak terjadi lagi,” katanya.

Dalam regulasi baru yang merevisi Permenkominfo No. 37/2006 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi yang Menggunakan Satelit disebutkan  pengguna filing satelit Indonesia harus berbadan usaha dalam negeri, sehingga akan dikenai kewajiban pungutan universal service obligation (USO) dan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi.

Peraturan tersebut nantinya   tidak berlaku surut, tetapi untuk pengguna sebelumnya  bisa tidak mengubah bentuk badan usahanya tetapi wajib memenuhi seluruh hak dan kewajiban seperti badan usaha Indonesia .

Sebelumnya diberitakan,    ProtoStar Ltd berencana untuk menjual semua asetnya (Satelit Protostar I dan II) karena terbelit masalah keuangan.  Perusahaan tersebut diperkirakan memiliki hutang total sekitar 495 juta dollar AS.

Protostar adalah  perusahaan yang berdomisili di Bermuda dan beroperasi di Amerika Serikat. Perusahaan ini menyediakan jasa satelit komunikasi geostationary berkekuatan tinggi yang digunakan untuk layanan  direct-to-home (DTH) televisi satelit dan akses internet broadband  di wilayah Asia Pasifik.

Protostar mengoperasikan dua satelit yakni   satelit  Protostar I  (dimiliki oleh Protostar I Ltd) dan satelit  Protostar II (dimiliki oleh Protostar II Ltd). Satelit Protostar I diluncurkan pada 7 Juli 2008 dan menyediakan jangkauan Ku-band untuk layanan digital DTH, Televisi high-definition dan broadband internet di wilayah layanan  Asia Tenggara hingga Timur Tengah, serta transponder C-band  yang menyediakan backhaul selular, traditional last mile telecom dan layanan broadcasting dasar.

Satelit Protostar II diluncurkan pada 16 Mei 2009 dan baru beroperasi pada 17 Juni 2009 menyusul in-orbit testing. Satelit Protostar II  menyediakan pelayanan kepada PT Media Citra Indostar (MCI) dan PT MNC Skyvision, operator layanan televisi satelit DTH terbesar di Indonesia dengan merek dagang Indovision.

Satelit tersebut  menempati slot orbit 107,7 derajat  BT dengan  membawa 32 transponder. Dari 32 tranponder yang.dimiliki, 10 transponder aktif dan 3 transponder cadangan akan difungsikan sebagai penguat gelombang frekuensi S-Band untuk menyediakan jasa layanan penyiaran langsung ke rumah-rumah atau (Direct-To-Home/DTH)

MCI mengharapkan adanya satelit baru tersebut akan membuat  televisi berbayar Indovision  memiliki jumlah saluran (channel) sebanyak 120 channel dari sebelumnya   56 channel.  Meningkatnya jumlah channel juga diharapkan akan membuat angka pelanggan menjadi  satu juta   pada akhir tahun nanti.

Indostar-II juga menggunakan frekeunsi KU-Band yang  didesain untuk layanan  DTH dan telekomunikasi di India. Sedangkan transponder KU-Band lainnya digunakan untuk akses internet berkecepatan tinggi dan layanan telekomunikasi di Filipina , Taiwan maupun Indonesia.[dni]

240909 Musim Mudik Naikkan Pendapatan Maskapai

JAKARTA—Musim mudik lebaran tahun ini diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan dari maskapai penerbangan lokal walaupun kenaikannya di setiap maskapai berbeda-beda.

Lion Air memprediksi kenaikan pendapatan selama musim mudik sebesar 5 persen, Sriwijaya Air sekitar 10-15 persen, sedangkan Indonesia National Air Carriers Associtaion (INACA) memperkirakan secara industri akan terjadi kenaikan 40 persen.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait memperkirakan kenaikan pendapatan selama musim mudik lebaran hanya sekitar lima persen karena tingkat isian pesawat tidak seimbang saat pergi dan pulang.

“Waktu pesawat pergi memang penuh, tetapi ketika pulang pesawat itu kosong. Kalau sudah begini tentunya kita untungnya tipis,” katanya di Jakarta, Rabu (23/9).

Diungkapkannya, hingga Rabu  sore, Lion  sudah mengantongi 90 persen pesanan tiket penerbangan untuk keberangkatan 25-26 September 2009.

“Sekarang  sudah 90 persen. Tapi saya meyakini malam ini bisa berubah lagi, kemungkinan sudah penuh. ,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk jadwal penerbangan 25-26 September, Lion Air menyiapkan sekitar 80.000-92.000 kursi penumpang tujuan seluruh rute. Untuk diketahui, Lion Air selama musim mudik menyediakan 43 pesawat dengan   26.. rute penerbangan. Di hari biasa, perusahaan ini bisa mengangkut 546 ribu penumpang dengan jumlah penerbangan 278 kali

Juru Bicara Sriwijaya Air Ruth Hanna Simatupang mengungkapkan, selama musim mudik bisa menaikkan pendapatan dari perseroan sebesar 10 hingga 15 persen. “Kami dari H-7 hingga H+7 sudah mengangkut 12 ribu penumpang,” katanya.

Sebelumnya Sriwijaya sudah menambah kapasitas menjadi  15.000 kursi ke sejumlah kota dengan tujuan  domestik.

Pada kesempatan lain, juru bicara Garuda Indonesia Pudjobroto   memaparkan jumlah penumpang terbanyak arus balik akan terjadi pada hari terakhir masa libur panjang, yakni 27 September 2009.

“Sekarang belum ada atau belum terjadi lonjakan arus balik. Di penerbangan, arus balik akan terjadi tanggal 25-26 September 2009, dan puncaknya akan terjadi tanggal 27 September 2009,” kata Pudjo.

Head of Corporate Communication Mandala, Trisia Megawati KD mengatakan  kenaikan tingkat isian penumpang pada arus balik perayaan lebaran kali ini diperkirakan mulai terjadi pada tanggal 24 September dimana load factor Mandala telah mencapai rata-rata lebih dari 90 persen dan secara bertahap terus meningkat dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tanggal 27 September dengan rata-rata tingkat isian sekitar 97 persen.

Mandala melayani 56 penerbangan untuk incoming dan outgoing Jakarta ke beberapa kota besar di seluruh Indonesia antara lain, Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Padang, Medan, Jambi, Bengkulu, Pekanbaru, Pangkalpinang, Batam, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Tarakan dan Kupang.

Beberapa rute yang sudah melampaui load factor di atas 92 persen  antara lain Bengkulu, Padang, Jambi, Pontianak, Surabaya, Kupang, Jogjakarta, Balikpapan, Banjarmasin dan Denpasar.

“Bahkan untuk kota-kota tertentu arus balik masih terus berlanjut sampai tanggal 8 Oktober dengan load factor masih stabil di angka lebih dari 90 persen seperti untuk tujuan Jogyakarta, Banjarmasin, Balikpapan dan Surabaya,”  tambah Trisia.

Sebelumnya, Sekjen INACA Tengku Burhanuddin memperkirakan pendapatan maskapai penerbangan nasional selama masa lebaran tahun ini diproyeksikan melonjak hingga 40 persen  dibandingkan dengan perolehan pada hari biasa.

Lonjakan pendapatan itu lebih banyak dipicu kenaikan kapasitas kursi maskapai selama lebaran yang naik 15 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2008.[dni]

240909 Aktivitas Overbrengen di Tanjung Priok Dihentikan

JAKARTA—Pengelola Terminal Peti Kemas (TPK) Koja dan Jakarta International Container Terminal (JICT) menghentikan aktivitas pemindahan lokasi penumpukan peti kemas (overbrengen), menyusul rendahnya tingkat isian lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (yor) paska lebaran.

Manajer Perencanaan Lapangan JICT Usman Saroni mengatakan pihaknya sudah tidak mengkhawatirkan ancaman stagnasi lagi, yang sebelumnya diperkirakan terjadi paska lebaran.

“Kami sebelumnya sudah optimistis tidak akan terjadi stagnasi karena upaya yang kami lakukan dalam menekan tingkat yor pada saat sebelum lebaran. Strategi tersebut diantaranya adalah melakukan overbrengen. Saat ini overbrengen untuk sementara waktu dihentikan,” ujarnya di Jakarta , Rabu (23/9).

Dikatakannya,  yor di lapangan penumpukan peti kemas impor JICT paska lebaran adalah hanya 50 persen. Selain overbrengen, JICT juga mengaplikasikan sistem informasi N-Gen dalam mendata peti kemas sehingga memperlancar arus serta pergerakan di lapangan penumpukan.

Selain itu, tuturnya, JICT juga menambah jumlah tumpukan peti kemas di setiap deretan (tier) menjadi 26 peti kemasi per tier dibandingkan dengan sebelumnya hanya 21 peti kemas per tier.

“N-Gen mulai secara penuh kami aplikasikan pada 21 September 2009.  Sistem tersebut membuat  cara pendataan   semuanya sekarang komputerisasi, tidak lagi secara manual,” jelasnya.

Diungkapkannya,  JICT akan terus memantau perkembangan setiap harinya, sehingga apabila diperlukan pihaknya akan kembali melakukan overbrengen.

General Manager TPK Koja Sebulon Butarbutar menuturkan tingkat yor di lapangan penumpukan peti kemas TPK Koja saat ini sebesar 59,5 persen, sehingga pihaknya tidak melakukan overbrengen.

“Pemindahan lokasi penumpukan penumpukan dilakukan apabila nantinya yor mencapai 85 persen. Sampai hari ini tidak ada masalah yor import hanya 59,5 persen dan yor ekspor 5 persen,” katanya.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II R..J. Lino memastikan kondisi Pelabuhan Tanjung Priok aman dari stagnasi paska lebaran, diantaranya karena strategi overbrengen yang dilakukan.

“Tidak ada stagnasi, kami sudah siap. Semua peti kemas sudah dikurangi menjelang lebaran. Tidak ada ancaman,” jelasnya.[dni]

230909 Operator Raup Keuntungan di Hari Lebaran

JAKARTA—Operator telekomunikasi berhasil meraup keuntungan selama libur lebaran melalui jasa suara, pesan singkat (SMS), dan akses data.

Demikian rangkuman keterangan yang diperoleh melalui Manager Komunikasi Telkomsel Suryo Hadiyanto, Group Head Corporate Communication Indosat Adita Irawati, Manager Komunikasi XL Febriati Nadira, dan Manager Komunikasi Mobile-8 Yolanda Nainggolan ketika dihubungi secara terpisah, Selasa (22/9).

”Jasa SMS masih menjadi primadona pada lebaran kali ini. Tercatat, 78 juta pelanggan Telkomsel mengirimkan 593 juta SMS pada H-1 dan 594 juta SMS pada hari H. Angka itu naik 65 persen dibanding pengiriman SMS di hari biasa yang mencapai 360 juta SMS,” ungkap Suryo.

Sedangkan untuk komunikasi suara, lanjutnya, saat hari H lebaran mencapai 953 juta erlang  atau meningkat 100 juta erlang dibandingkan trafik di hari normal.

Adita mengungkapkan, jasa  SMS Indosat yang memiliki 33 juta pelanggan menjelang hari lebaran  atau 19 September 2009  meningkat menjadi sekitar 360,7 Juta  SMS  atau naik 39,5 persen  dibandingkan trafik SMS pada hari biasa di pertengahan Agustus.

Kenaikan tertinggi terjadi di daerah Jawa Barat (73,15%), Jawa Tengah  (57,35%) dan  Jawa Timur (48,50%).

Sedangkan trafik suara pada   H-1 mengalami penurunan menjadi sekitar 3,05 juta Erlang atau sama dengan   183.309.147,60  menit okupansi jaringan,   atau turun sekitar 81.67 persen  dibandingkan dengan trafik  suara  pada hari biasa.

Terakhir, trafik akses  data   pada   H-1   meningkat menjadi sekitar 17,5 Terabyte atau naik 6,7 persen dibandingkan trafik data pada hari biasa di pertengahan Agustus.

Keberhasilan akses data pelanggan Indosat lebih dari 99 persen yang berarti tidak ada permasalahan yang signifikan dalam koneksi data di jaringan Indosat. Kenaikan tertinggi terjadi di daerah Sumatra Selatan (32,4%), Sumatra Utara (22,3%), dan Jatim (18,3%).

Sementara XL  mengalami kenaikan pengiriman SMS dari 24 juta pelanggannya mulai H-2 lebaran dengan 210 juta SMS atau naik 250 persen ketimbang periode sama tahun lalu sebesar  60 juta SMS.

Berikutnya pada H-1  terjadi pengiriman 270 juta SMS atau naik 170 persen ketimbang periode sama tahun lalu sebesar 100 juta SMS, dan  pada hari H terkirim 240 juta SMS atau naik 140 persen ketimbang periode sama tahun lalu sebesar 100 juta SMS.

”Kami mengalami trafik percakapan tertinggi pada hari H (20/9) dengan 925 juta panggilan atau naik 6 persen ketimbang periode sama tahun lalu dengan 870 juta panggilan,” kata Ira.

Berkaitan dengan akses data, Ira mengungkapkan, peningkatan tertinggi terjadi pada H-2 yang mencapai 2,7 terabytes atau naik 315 persen ketimbang periode sama pada tahun lalu sebesar 0,6 terabytes.

Sama dengan tiga operator besar, Mobile-8  yang memiliki 3,3 juta pelanggan juga mengalami lonjakan penggunaan SMS. Tercatat, pada hari H-1 terkirim 3,664 juta SMS atau naik 21,25 persen dibandingkan hari biasa. Sedangkan pada hari H, mencapai 3,459 juta SMS atau naik 16,8 persen dibandingkan hari biasa yang mencapai 2,885 juta SMS.

Panggilan suara juga mengalami kenaikan pada H-1 mencapai 7,513 juta panggilan atau naik 6 persen dibandingkan hari biasa yang mencapai  7.037 juta panggilan.

”Kenaikan yang tinggi justru terjadi pada akses data melalui teknologi CDMA 1x  dimana terjadi 522 ribu percobaan atau naik 13 persen dibandingkan hari biasa yang mencapai 435 ribu percobaan,” ungkap Yolanda.

Jika dihitung pendapatan dari hanya jasa SMS dengan melihat dari trafik tertinggi, pada satu hari masing-masing operator dengan menggunakan asumsi biaya pengiriman SMS sebesar 150 rupiah, maka Telkomsel diperkirakan dalam s mendapatkan dana segar sebesar 89,1  miliar  rupiah, Indosat (54 miliar rupiah), XL (40,5 miliar rupiah), dan Mobile-8 ( 549,6 juta  rupiah).

Memperkirakan pendapatan dari SMS lebih mudah karena tidak ada biaya interkoneksi yang harus dibagi dua dengan operator lainnya layaknya di jasa suara. Begitu juga untuk akses data, pola langganan dengan unlimited membuat perkiraan perhitungan sulit dilakukan.[dni]

190909 Maskapai Bantah Salah Gunakan Fuel Surcharge

JAKARTA—Maskapai penerbangan membantah tudingan dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tentang penyalahgunaan biaya tambahan bahan bakar (Fuel Surcharge) menjadi sumber pendapatan.


“Tidak benar itu Fuel Surcharge disalahgunakan. Sepertinya ada informasi yang tidak lengkap didapat oleh KPPU,” ujar juru bicara Sriwijaya Air Ruth Hanna Simatupang di Jakarta, Jumat (18/9).


Dijelaskannya, saat ini patokan harga avtur sebesar 2.700 rupiah per liter yang dipatok oleh pemerintah tidak bisa dijadikan acuan karena harga bahan bakar telah melonjak menjadi sekitar tujuh ribu rupiah.


“Selain itu harga avtur itu tiap dua minggu berubah. Nah, maskapai itu mengikuti dinamisnya harga avtur melalui fuel surcharge. Bagaiamana dibilang ini dijadikan sumber pendapatan,” jelasnya.


Hanna mengakui, dibutuhkan formulasi penentuan fuel surcharge oleh regulator agar ada kesepakatan aturan main. “Tidak ada masalah KM No 9/2002 direvisi. Asalkan membuat industri menjadi lebih baik dan berkembang,” katanya.


Hanna mengingatkan, industri penerbangan masih membutuhkan dukungan regulasi untuk berkembag mengingat potensi masyarakat yang ingin naik angkutan udar alumayan tinggi.


“Hilangnya Adam Air membuat calon pelanggannya pindah ke maskapai lain. Nah, ini tidak serta merta bisa diserap karena maskapai belum menyiapkan kapasitas. Jika muncul regulasi yang tidak mendukung industri bisa ada lagi maskapai yang bubar,” katanya.


Senada dengan Hanna, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait membantah menjadikan fuel surcharge sebagai sumber pendapatan. “Itu kan untuk menjaga margin karena harga avtur naik terus,” katanya.


Edward pun tidak keberatan jika akhirnya KM No 9/2002 direvisi dan harga avtur dibuat mendekati nilai aktual di pasar. “Kami pelaku usaha ikut saja dengan keputusan pemerintah,” katanya.


Secara terpisah,  Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit  menghimbau regulator untuk melakukan pengkajian ulang struktur tarif layanan di industri trasnportasi udara agar menguntungkan konsumen dan operator.


”Rasanya mendesak dilakukan pengkajian ulang struktur tarif dilakukan oleh regulator,” ujarnya.


Menurut Danang, tudingan yang dilontarkan oleh KPPU   tidak akan terjadi jika struktur tarif transportasi direvisi ulang oleh regulator.


”Jika harus dilakukan perubahan struktur tarif layanan yang harus dimasukkan itu adalah komponen risk premium untuk mengakomodasi fluktuasi harga internasional ke dalam harga tiket,” katanya.


Sebelumnya, KPPU   mendesak   pemberlakuan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge) di industri penerangan dihapuskan karena sering disalahgunakan oleh maskapai dalam pelaksanaannya.


“Kami mendesak fuel surcharge itu dihapus karena di lapangan banyak disalahgunakan tidak hanya ingin menjaga margin tetapi sudah mendekati aksi mencari untung terlalu besar,” ujar Direktur Komunikasi KPPU A. Junaidi.


Menurut Junaidi, komponen  fuel surcharge bisa dihapus jika pemerintah   memiliki regulasi soal tarif melalui formula penghitungan yang baku .


“Jika sudah ada formula perhitungannya tentu pemerintah bisa mengukur penyalahgunaan fuel surcharge di lapangan. Selain itu besaran yang diberikan ke masyarakat juga konsisten. Soalnya di lapangan banyak maskapai yang menjadikan fuel surcharge sebagai sumber pendapatan sendiri,” jelasnya.


Dicontohkannya,   pada bulan Mei 2006 rata-rata harga avtur  5..600 rupiha per liter. Pada waktu itu rata-rata harga fuel surcharge sekitar  20.000 rupiah. Ketika harga avtur naik menjadi  8.206 rupiah  per liter di akhir 2008, fuel surcharge yang dikenakan naik lebih tinggi dan berada di kisaran  160.000 hingga  480.000 rupiah. Garuda dituding sebagai maskapai yang paling tinggi  mengenakan fuel surcharge   karena volume avtur dan kapasitas penumpang lebih besar dibandingkan maskapai lainnya.


Selain itu, KPPU juga mendesak pemerintah menghitung ulang besaran fuel surcharge di setiap maskapai dalam negeri. Pasalnya, KPPU menemukan adanya ketidakseimbangan antara harga avtur dan fuel surcharge.


Direktur Angkutan Udara Departemen Perhubungan Tri S Sunoko mengakui adanya surat dari KPPU tentang fuel surcharge. “Memang ada surat dari KPPU. Sekarang sedang kita pelajari. Soalnya ada perbedaan cara pandang antara KPPU dengan kami,” katanya.


Tri mengatakan, regulator sebenarnya sudah memberikan formulasi menghitung fuels surcharge bagi maskapai seperti berdasarkan jarak, jumlah pesawat, dan lainnya. “Tetapi pola itu ditolak maskapai dan menghitung sendiri-sendiri. solusinya adalah segera direvisi KM No 9/ 2002,” katanya.


Tri menjanjikan, jika KM No 9/2002 telah direvisi akan dimasukkan harga avtur mendekati aktual. “Sekarang harga avtur sekitar 7 ribu rupiah, memang ada jarak yang jauh dengan 2.700 rupiah. Tetapi, seandainya sudah dibuat angka aktual dan avtur naik kembali, tentu fuel surcharge akan ada lagi,” jelasnya.[dni]