290909 BRTI Desak Telkomsel Selesaikan Kasus Pemotongan Bandwidth

JAKARTA—Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mendesak   Telkomsel untuk menyelesaikan persoalan pemotongan  bandwidth jasa Telkomsel Flash kepada pelanggannya.

“Telkomsel tidak bisa semena-mena memotong kuota bandwitdh tanpa ada pemberitahuan. Itu sama saja memperdaya konsumen,” tegas  anggota BRTI Heru Sutadi, di Jakarta, belum lama ini.

Heru menegaskan, konsumen dilindungi oleh UU Telekomunikasi dan UU Perlindungan Konsumen apabila operator ternyata tidak memberikan paket dan layanan sesuai dengan perjanjian awal sampai dengan masa kontrak habis atau apabila promosi sampai programnya selesai.

Ketua Komite Nasional Telekomunikasi Indonesia Srijanto Tjokrosudarmo mengingatkan,  nilai satu pelanggan sangat mahal bagi operator apa pun.

“Seharusnya Telkomsel lebih bijak dalam memberikan pelayanan komunikasi data tersebut. Kalau kuota bandwidth sudah ada kesepakatan dengan pelangggan itu tetap harus dipegang tetapi sebaliknya jika pelanggan tidak mengerti atau tidak paham tentang bandwidth yang dipotong tetapi dilakukan juga maka hal ini sudah tidak benar lagi,” tegasnya.

Srijanto menyoroti lambannya reaksi regulator membereskan kasus Telkomsel jika dibandingkan yang dialami IM2 belum lama ini. “IM2 hanya menurun kualitas layanannnya karena kesulitan frekuensi, regulator sudah super heboh. Kenapa dengan Telkomsel, regulator terkesan adem ayem,” katanya.

Sebelumnya, Telkomsel per 1 September 2009 memberlakukan kebijakan baru berupa penurunan kuota bandwidth Telkomsel Flash secara sepihak.

Kebijakan baru ini membuat kuota Paket Basic turun menjadi 500 MB dengan kecepatan maksimum 256 kbps, Paket Advance turun menjadi 1 GB dengan kecepatan maksimum 512 kbps, serta Paket Pro tetap 2 GB dengan kecepatan maksimum 3,6 Mbps. Sebelumnya, kuota yang diberikan untuk ketiga paket tersebut sama-sama 2 GB.
Bila penggunaan melebihi kuota, pelanggan memang tetap tidak dikenakan biaya tambahan, hanya saja, secara otomatis kecepatan maksimum akan berubah. Paket Pro menjadi 128 Kbps dan Paket Basic, serta Advance menjadi 64 Kbps.

Menanggapi hal tersebut, Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan pihaknya melakukan pemangkasan dalam konteks gimmicks marketing dengan tetap memperhatikan hubungan antara kualitas dan harga secara keseluruhan.[dni]

290909 Dipertanyakan, Bantuan GSMA ke Axis

JAKARTA—Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) mempertanyakan bantuan yang diberikan oleh GSMA kepada Axis dalam rangka   program Mobile Money untuk masyarakat yang belum menikmati layanan perbankan.

”Rasanya aneh organisasi sekaliber GSMA memberikan dana jutaan dollar AS ke operator seperti Axis tanpa ada sesuatu dibaliknya. Axis harus transparan dengan tujuan dana bantuan tersebut,” tegas Direktur Kebijakan dan Perlindungan Konsumen Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala kepada Koran Jakarta, Senin (28/9).

GSMA adalah organisasi yang   mewakili kepentingan industri telekomunikasi seluler di seluruh dunia. Tersebar di 219 negara, GSMA mempersatukan sekitar 800 operator seluler dunia, serta lebih dari 200 perusahaan yang bergerak di industri telekomunikasi secara luas.

Belum lama ini GSMA   dengan pendanaan yang berasal dari Bill & Melinda Gates Foundation mengucurkan dana sebesar 12,5 juta dollar AS bagi empat operator untuk program mobile money. Keempat operator itu adalah  Axis (  Indonesia), Oi (Brazil), Roshan (Afghanistan), dan Smart  Communications (Filipina).

Menurut Kamilov, jika GSMA benar ingin menggalakkan mobile money, bantuan tentunya diberikan kepada operator yang telah memiliki layanan mobile banking atau dompet digital. ”Selain itu GSMA bicara tentang membuat masyarakat terkoneksi dengan perbankan. Bicara tentang jangkauan tentunya incumbent punya jaringan lebih mumpuni,” katanya.

Kamilov mengkhawatirkan, dana yang masuk dari GSMA ke Axis memiliki pamrih berupa diharuskannya operator tersebut terus-terusan bermain di tarif murah untuk mengubah lanskap persaingan di Indonesia.

”Dulu Microsoft memberikan bantuan software, setelah itu gencar operasi software ilegal. Terus terang saya khawatir ada program serupa itu. Apalagi ini ada dana dari Bill Gates, tidak ada makan siang yang gratis bagi pengusaha sekaliber dia,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, juru bicara Axis Anita Avianty membantah jika bantuan yang diberikan oleh GSMA memiliki maksud terselubung. ”Jauh sekali dari prasangka itu. Tidak ada hubungannya dengan perang tarif. Kami ini masih pemain baru, tidak mungkin langsung bisa mengacak-acak industri,” katanya.

Dijelaskannya, sebenarnya GSMA memberikan kesempatan bagi semua operator memasukkan proposal dala rangka program mobile money. Namun, proposal yang diterima adalah milik Axis.

Dalam proposal yang diberikan ke GSMA, Axis akan membuat   mobile banking platform dan menjadi jadi agen dari bank yang akan bekerja sama. “Jadi, seakan-akan  Axis salah satu mesin ATM dari bank. Tetapi tidak ada fungsi penarikan dana. Proyek yang dinamakan mDUIT Axis itu rencananya akan diluncurkan pada akhir Desember tahun ini ,” katanya. [dni]

270909 Pemudik Gunakan Angkutan Udara Lampaui Target

JAKARTA—Jumlah pemudik yang menggunakan angkutan udara selama musim mudik tahun ini diprediksi melampaui target.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan Herry Bakti S Gumay mengungkapkan, , jumlah pengguna jasa angkutan udara selama arus mudik H-7 hingga H+7  mengalami peningkatan sekitar 15 persen dibandingkan  tahun lalu.

“Tetapi realisasinya ada penambahan lagi sekitar lima persen..  Jadi meningkat menjadi 20 persen dari masa mudik Lebaran 2008,” jelasnya   di Jakarta,  Jumat (25/9).

Sebelumnya,  Ditjen Perhubungan Udara memprediksikan, jumlah penumpang angkutan udara pada masa mudik tahun ini mengalami peningkatan sebesar 15 persen dari pelaksanaan tahun lalu. Angkanya adalah  dari 15.314.851 penumpang menjadi 16.250.902 penumpang.

Adanya penambahan sebesar lima persen seperti yang diungkapkan Herry, membuat   total jumlah penumpang angkutan udara pada masa mudik tahun ini  mencapai hingga 18 juta orang. Jumlah penumpang terbesar dari total arus pemudik itu  dilayani oleh Bandara Soekarno-Hatta, mencapai hingga 60 persen.

Dikatakannya, terlampauinya target   dipicu oleh adanya lonjakan penumpang di luar perkiraan pada sejumlah daerah, seperti di Bangka Belitung yang mengalami   lonjakan hingga 30 persen pada masa padat.

Dijelaskannya,  terjadinya peningkatan  membuat regulator  mengeluarkan banyak jadwal penerbangan tambahan (extra flight) untuk memenuhi permintaan  sejumlah maskapai.

”Ada sekitar 800 extra flight yang kita keluarkan kemarin, Tetapi jumlah pasti realisasinya berapa, kita masih menunggu konfirmasi dari seluruh maskapai yang mengajukannya,” katanya.

Berkaitan dengan pelaksanaan  arus balik, Herry memperkirakan   akan mengalami puncaknya pada Sabtu (26/9) atau H+6 Lebaran.

Direktur Angkutan Udara Tri S Sunoko menambahkan, hingga saat ini belum ada perubahan penambahan extra flight yang diajukan oleh maskapai dalam rangka perubahan menghadapi puncak arus balik.

“Tetapi saya meminta laporan dari maskapai jika ada perubahan seperti yang diajukan sebelum lebaran,” katanya.

Kapal Laut

Secara terpisah, Kepala Humas PT Pelni Edi Haryadi mengungkapkan, jumlah penumpang yang dibawa armadanya pada tahun ini diprediksi tidak mencapai target.


“Banyak jadwal kapal kami yang berangkatnya tidak sama dengan arus mudik. Hanya di beberapa daerah yang terjadi lonjakan. Bisa jadi malah target yang ditetapkan tidak tercapai,” katanya.

Daerah yang mengalami lonjakan adalah di Pulau Sulawesi dan Kalimantan seperti tujuan Tarakan, Sampit, atau Makassar.

Berdasarkan data dari posko terpadu angkutan Lebaran Departemen Perhubungan terbaru – per 19 September pukul 20.00 – jumlah penumpang angkatan laut melalui 52 pelabuhan di Indonesia sejak 6 September hingga 19 September 2009 mengalami penurunan 16,92 persen dibanding tahun lalu.

Pada kurun waktu tersebut tahun lalu, jumlah pemudik angkutan laut mencapai 441.160 penumpang. Sedangkan tahun ini hanya mencapai 386.519 penumpang. Jumlah total penumpang angkatan laut untuk tahun ini diprediksi mencapai 1.118.731 penumpang.[dni]

260909 Depkominfo Siap Fasilitasi Retribusi Menara

menara-lagiJAKARTA—Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) siap memfasilitasi masalah retribusi menara setelah  diatur  dalam Undang-undang Pajak daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

“Kami siap memfasilitasi masalah tersebut, meskipun ini diusulkan oleh departemen lain,” ujar Menkominfo Muhammad Nuh kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Menurut Nuh, jika pun masalah retribusi diatur dalam UU, para pelaku usaha tidak perlu kuatir karena masih ada Peraturan Pelaksana (PP) sebagai tempat mengakomodir iklim dunia usaha.

“Nanti kita akan berkoordinasi dalam pembuatan PP-nya. Tidak ada yang perlu dikuatirkan oleh pelaku usaha, apalagi ketakutan  regulasi itu akan memberatkan mereka,” katanya.

Masih menurut Nuh, idealnya pengaturan retribusi dibuatkan standarnya oleh pemerintah pusat dalam hal ini departemen teknis yang mengatur industrinya agar terjadi keseragaman dalam besaran tarif yang dipungut.

“Memang dibutuhkan standarisasi karena nilai menara di Papua tentunya beda dengan di Pulau Jawa. Nah, kita akan mencoba membuat formulasi agar pemerintah daerah tidak menetapkan secara sendiri-sendiri yang bisa berujung pada berbedanya tarif pungut operator di setiap daerah,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam UU Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang diusulkan departemen keuangan diberikan   kewenangan penuh bagi daerah dalam menetapkan besaran retribusi menara. Pemerintah tidak menetapkan batasan besar retribusi maupun aspek-aspek yang menjadi dasar perhitungan dalam menetapkan besaran retribusi yang akan dibebankan kepada operator dan pemilik menara telekomunikasi.

Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Sarwoto Atmosutarno menyarankan, jika pun harus diatur dalam UU maka masalah formulasi pungutan diserahkan kepada Depkominfo.

“Depkominfo yang paling mengerti secara holistik industri ini. Jika diserahkan pada pemerintah daerah yang muncul semangatnya menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya.

Chief Marketing Officer  Indosat  Guntur S. Siboro menegaskan, operator akan membebankan retribusi menara yang ditarik pemda kepada pelanggan.

“Apabila benar pemda memungut retribusi sendiri-sendiri dengan besar yang beragam di setiap daerah, industri akan kacau karena operator akan langsung merombak perencanaan bisnis secara besar-besaran,” ujarnya.

Menurut Guntur, selain membebankan pungutan menara ke pelanggan, operator juga akan menerapkan tarif yang berbeda-beda di setiap daerah. Hal tersebut sudah mulai diterapkan di sejumlah operator seluler, terutama pada penerapan tarif promosi.

Direktur Utama XL Hasnul Suhaimi mengkhawatirkan, jika menara dikenakan retribusi akan berpengaruh kepada ekspansi layanan operator karena banyaknya beban yang dikeluarkan untuk membangun infrastruktur.

“Masalah menara ini sudah banyak sekali faktor non teknis. Kalau begini terus bisa jadi operator hanya bertahan dengan jumlah yang ada. Akhirnya berpengaruh kepada kualitas layanan ke pelanggan,” tukasnya.[dni]

260909 Gapasdap Tertarik Ikut Tender Dermaga V

JAKARTA— Para pengusaha yang tergabung dalam   Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) tertarik untuk ikut tender  operator  dermaga V  di lintasan Merak-Bakauheni jika dibuka tak lama lagi.

“Jika informasi dibukanya tender tersebut itu benar, tentunya para anggota tertarik untuk ikut,” ungkap  Sekjen Gapasdap Luthfi Syarief kepada Koran Jakarta, Jumat (25/9).

Diungkapkannya, kemungkinan organisasi akan memfasilitasi keikutsertaan dari para anggota   dan ikut memberi masukan tentang syarat tender tersebut.

“Bisa jadi per perusahaan yang ikut tender atau konsorsium. Kita lihat dulu syaratnya,” katanya.

Luthfi mengharapkan, jika dermaga V dibuka maka regulator harus memperhatikan masalah pentarifan terutama yang bersinggungan dengan operator di dermaga lainnya.

“Jangan sampai terjadi saling membunuh dengan pemain di dermaga lainnya. Apalagi ini dermaga baru. Jika  diberikan  tarif yang lebih murah bisa mematikan pemain di dermaga lainnya,” katanya.

Sebelumnya,  Direktur Jenderal Perhubungan Darat Dephub Suroyo Alimoeso mengungkapkan akan  menjadikan Dermaga V di Merak dan Bakauheni untuk kelas eksekutif.

Rencananya, Departemen Perhubungan akan menenderkan operator kapal angkutan penyeberangan yang beroperasi pada Dermaga V di lintasan Merak-Bakauheni pada akhir tahun ini. Regulator  segera akan menetapkan kualifikasi kapal yang diperbolehkan beroperasi dari Dermaga V Merak, Banten, dan Dermaga V Bakauheni, Lampung. Pelayanan di kedua dermaga itu akan dibuat dengan standar kelas menengah ke atas.
Standar yang dimaksud adalah  tingkat kecepatan kapal yang diharapkan dapat melebihi kemampuan armada penyeberangan yang saat ini beroperasi di lintasan terbesar di Indonesia itu atau lebih dari   12 knot.
Dephub sendiri belum memutuskan operator Dermaga V nantinya apakah dibuka untuk umum atau hanya bagi penyelenggara penyeberangan yang sudah ada di Merak-Bakauheni.

Namun,   peluang bagi operator di luar yang sudah beroperasi di lintasan Merak-Bakauheni tetap ada.
Dermaga V di Merak mulai dibangun sejak Mei 2009 dengan total investasi 80 miliar rupiah, sedangkan pembangunan Dermaga V di Bakauheni baru dimulai pada awal bulan ini..

Adapun, jumlah armada yang melayani lintasan Merak-Bakauheni sebanyak 33 unit yang dioperasikan oleh 15 perusahaan antara lain PT Dharma Lautan Utama, PT Jemla Ferry, PT Jembatan Madura, PT Indonesia Ferry ASDP, dan PT Bukit Samudera Perkasa.[dni]8

250909 Kenaikan Tarif TolPengusaha Bebankan Kenaikan ke Penumpang

JAKARTA—Para pengusaha yang tergabung dalam Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) berencana akan membebankan kenaikan tarif tol pada 28 September nanti ke penumpang atau pemilik baranng. “Tarif reguler bis atau angkutan itu tidak akan naik. Tetapi jika melewati jalan tol itu biasanya akan ada tarif tarif tambahan. nah, karena tarif tol naik rata-rata 15 persen, kenaikan itu akan dibebankan ke penumpang atau pemilik barang,” ungkap Ketua DPP Organda Murphy Hutagalung di Jakarta, Kamis (24/9). Dijelaskannya, selama ini penentuan dari tarif bis dan tarif tol selalu dipisahkan oleh pengusaha. Biasanya jika ada rute yang melewati tol, maka dikenakan tarif tambahan. Secara terpisah, Ketua Asosiasi Transporter Darat Indonesia (ATDI) Slamet Sutanto menegaskan, tidak mungkin menaikkan tarif kepada pemilik barang walau ada kenaikan tarif tol. “Para pengusaha sudah terikat kontrak. Hal yang bisa kami lakukan adalah mengefisiensikan armada dan manajemen perusahaan. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan perusahaan melakukan subsidi ke pemilik barang,” katanya. Senada dengan Slamet, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspress Indonesia (Asperindo) M. Kaderial mengatakan, tidak mungkin menaikkan tarif jasanya karena sudah terikat kontrak selama satu hingga dua tahun dengan penyewa. “Tidak mungkin dilakukan kenaikan harga. Yang jelas kenaikan ini membuat ongkos biaya produksi menjadi naik dan adanya potensi kehilangan pendapatan,” katanya. Dijelaskannya, naiknya biaya produksi karena perubahan tarif tol  akan berdampak juga pada tingkat kemacetan yang meningkat. Ini tentunya akan membuat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) meningkat. “Padahal produktifitas tidak seimbang karena adanya macet. Ini tentu membuat kita kehilangan potensi pendapatan,” jelasnya. Tingkatkan KenyamananSelanjutnya, Slamet meminta pengelola jalan tol untuk meningkatkan kenyamanan penggunanya jika tarif dinaikkan. Contohnya, pembukaan pintu gerbang diperbanyak ketika jam 6 pagi. “Jangan hanya dibuka dua gerbang, Akhirnya terjadi kemacetan dan merugikan pengusaha,” katanya. Sedangkan menurut Kaderial, tarif tol wajar dinaikkan jika infrastruktur tersebut terjadi investasi tambahan atau meningkat kapasitasnya. “Jika tol Bandara Soekarno-Hatta itu wajar dinaikkan karena kapasitasnya naik, Tetapi kalau tol dalam kota itu tidak ada perubahan kenapa dinaikkan,” sesalnya. Sebelumnya, pemerintah mulai Senin depan (28/9), akan menaikkan tarif tol di 10 ruas jalan tol. Kenaikan tarif bervariasi mulai 12,74 hingga 18,56 persen. Sedianya tarif tol akan dinaikkan pada 4 September lalu. Namun dengan alasan akan lebaran kenaikan ditunda.Dengan kenaikan ini maka tarif tol dalam kota Jakarta diperkirakan akan naik seribu rupiah dari  5.500 menjadi  6.500 rupiah.. Begitu   pula tarif Padalarang-Cileunyi naik  1.000 rupiah. Tol Jakarta-Tangerang diperkirakan naik 15 persen menjadi  4..000 rupiah dari sebelumnya  3.500 rupiah. Sedangkan tarif tol Tanggerang-Merak diprediksi naik dari  18.000 menjadi  20.700 rupiah.[dni]

250909 Nilai Investasi MCI Dipertanyakan

JAKARTA— Indonesia Wireless Broadband (Id-wibb) mempertanyakan besaran dari nilai investasi Media Citra Indostar (MCI) di satelit Protostar II atau Indostar II.

“Dari dokumen yang kami dapat hanya dicantumkan besaran kewajiban MCI kepada Protostar sebesar lima juta dollar AS. Padahal, di media massa disebut-sebut MCI berinvestasi sebesar 100 juta dollar AS atau sepertiga  dari total nilai satelit yang mencapai 300 juta dollar AS,” ungkap Sekjen Id-wibb Bambang Sumaryo Hadi kepada Koran Jakarta, belum lama ini.

Bambang mendesak, MCI memberikan klarifikasi ke publik terkait pola investasi dan besaran sebenarnya karena satelit tersebut memanfaatkan slot orbit pemerintah Indonesia dan menguasai frekuensi lumayan besar di spektrum 2,5 GHz yakni selebar 150 MHz.

“Ketika ribut-ribut rencana Protostar akan menjual satelit tersebut banyak yang kaget. Bahkan, rekanannya di Indonesia pun juga kaget. Baiknya transparan saja tentang pola investasinya,” tegasnya.

Secara terpisah, Sekjen Depkominfo/PLT Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, sejauh yang diketahuinya MCI menyewa secara jangka panjang kepada Protostar untuk satelit Indostar II.

“Tetapi kami memang akan memperbaharui regulasi tentang satelit agar kisruh seperti MCI ini tidak terjadi lagi,” katanya.

Dalam regulasi baru yang merevisi Permenkominfo No. 37/2006 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi yang Menggunakan Satelit disebutkan  pengguna filing satelit Indonesia harus berbadan usaha dalam negeri, sehingga akan dikenai kewajiban pungutan universal service obligation (USO) dan biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi.

Peraturan tersebut nantinya   tidak berlaku surut, tetapi untuk pengguna sebelumnya  bisa tidak mengubah bentuk badan usahanya tetapi wajib memenuhi seluruh hak dan kewajiban seperti badan usaha Indonesia .

Sebelumnya diberitakan,    ProtoStar Ltd berencana untuk menjual semua asetnya (Satelit Protostar I dan II) karena terbelit masalah keuangan.  Perusahaan tersebut diperkirakan memiliki hutang total sekitar 495 juta dollar AS.

Protostar adalah  perusahaan yang berdomisili di Bermuda dan beroperasi di Amerika Serikat. Perusahaan ini menyediakan jasa satelit komunikasi geostationary berkekuatan tinggi yang digunakan untuk layanan  direct-to-home (DTH) televisi satelit dan akses internet broadband  di wilayah Asia Pasifik.

Protostar mengoperasikan dua satelit yakni   satelit  Protostar I  (dimiliki oleh Protostar I Ltd) dan satelit  Protostar II (dimiliki oleh Protostar II Ltd). Satelit Protostar I diluncurkan pada 7 Juli 2008 dan menyediakan jangkauan Ku-band untuk layanan digital DTH, Televisi high-definition dan broadband internet di wilayah layanan  Asia Tenggara hingga Timur Tengah, serta transponder C-band  yang menyediakan backhaul selular, traditional last mile telecom dan layanan broadcasting dasar.

Satelit Protostar II diluncurkan pada 16 Mei 2009 dan baru beroperasi pada 17 Juni 2009 menyusul in-orbit testing. Satelit Protostar II  menyediakan pelayanan kepada PT Media Citra Indostar (MCI) dan PT MNC Skyvision, operator layanan televisi satelit DTH terbesar di Indonesia dengan merek dagang Indovision.

Satelit tersebut  menempati slot orbit 107,7 derajat  BT dengan  membawa 32 transponder. Dari 32 tranponder yang.dimiliki, 10 transponder aktif dan 3 transponder cadangan akan difungsikan sebagai penguat gelombang frekuensi S-Band untuk menyediakan jasa layanan penyiaran langsung ke rumah-rumah atau (Direct-To-Home/DTH)

MCI mengharapkan adanya satelit baru tersebut akan membuat  televisi berbayar Indovision  memiliki jumlah saluran (channel) sebanyak 120 channel dari sebelumnya   56 channel.  Meningkatnya jumlah channel juga diharapkan akan membuat angka pelanggan menjadi  satu juta   pada akhir tahun nanti.

Indostar-II juga menggunakan frekeunsi KU-Band yang  didesain untuk layanan  DTH dan telekomunikasi di India. Sedangkan transponder KU-Band lainnya digunakan untuk akses internet berkecepatan tinggi dan layanan telekomunikasi di Filipina , Taiwan maupun Indonesia.[dni]

240909 Musim Mudik Naikkan Pendapatan Maskapai

JAKARTA—Musim mudik lebaran tahun ini diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan dari maskapai penerbangan lokal walaupun kenaikannya di setiap maskapai berbeda-beda.

Lion Air memprediksi kenaikan pendapatan selama musim mudik sebesar 5 persen, Sriwijaya Air sekitar 10-15 persen, sedangkan Indonesia National Air Carriers Associtaion (INACA) memperkirakan secara industri akan terjadi kenaikan 40 persen.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait memperkirakan kenaikan pendapatan selama musim mudik lebaran hanya sekitar lima persen karena tingkat isian pesawat tidak seimbang saat pergi dan pulang.

“Waktu pesawat pergi memang penuh, tetapi ketika pulang pesawat itu kosong. Kalau sudah begini tentunya kita untungnya tipis,” katanya di Jakarta, Rabu (23/9).

Diungkapkannya, hingga Rabu  sore, Lion  sudah mengantongi 90 persen pesanan tiket penerbangan untuk keberangkatan 25-26 September 2009.

“Sekarang  sudah 90 persen. Tapi saya meyakini malam ini bisa berubah lagi, kemungkinan sudah penuh. ,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk jadwal penerbangan 25-26 September, Lion Air menyiapkan sekitar 80.000-92.000 kursi penumpang tujuan seluruh rute. Untuk diketahui, Lion Air selama musim mudik menyediakan 43 pesawat dengan   26.. rute penerbangan. Di hari biasa, perusahaan ini bisa mengangkut 546 ribu penumpang dengan jumlah penerbangan 278 kali

Juru Bicara Sriwijaya Air Ruth Hanna Simatupang mengungkapkan, selama musim mudik bisa menaikkan pendapatan dari perseroan sebesar 10 hingga 15 persen. “Kami dari H-7 hingga H+7 sudah mengangkut 12 ribu penumpang,” katanya.

Sebelumnya Sriwijaya sudah menambah kapasitas menjadi  15.000 kursi ke sejumlah kota dengan tujuan  domestik.

Pada kesempatan lain, juru bicara Garuda Indonesia Pudjobroto   memaparkan jumlah penumpang terbanyak arus balik akan terjadi pada hari terakhir masa libur panjang, yakni 27 September 2009.

“Sekarang belum ada atau belum terjadi lonjakan arus balik. Di penerbangan, arus balik akan terjadi tanggal 25-26 September 2009, dan puncaknya akan terjadi tanggal 27 September 2009,” kata Pudjo.

Head of Corporate Communication Mandala, Trisia Megawati KD mengatakan  kenaikan tingkat isian penumpang pada arus balik perayaan lebaran kali ini diperkirakan mulai terjadi pada tanggal 24 September dimana load factor Mandala telah mencapai rata-rata lebih dari 90 persen dan secara bertahap terus meningkat dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada tanggal 27 September dengan rata-rata tingkat isian sekitar 97 persen.

Mandala melayani 56 penerbangan untuk incoming dan outgoing Jakarta ke beberapa kota besar di seluruh Indonesia antara lain, Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar, Padang, Medan, Jambi, Bengkulu, Pekanbaru, Pangkalpinang, Batam, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Tarakan dan Kupang.

Beberapa rute yang sudah melampaui load factor di atas 92 persen  antara lain Bengkulu, Padang, Jambi, Pontianak, Surabaya, Kupang, Jogjakarta, Balikpapan, Banjarmasin dan Denpasar.

“Bahkan untuk kota-kota tertentu arus balik masih terus berlanjut sampai tanggal 8 Oktober dengan load factor masih stabil di angka lebih dari 90 persen seperti untuk tujuan Jogyakarta, Banjarmasin, Balikpapan dan Surabaya,”  tambah Trisia.

Sebelumnya, Sekjen INACA Tengku Burhanuddin memperkirakan pendapatan maskapai penerbangan nasional selama masa lebaran tahun ini diproyeksikan melonjak hingga 40 persen  dibandingkan dengan perolehan pada hari biasa.

Lonjakan pendapatan itu lebih banyak dipicu kenaikan kapasitas kursi maskapai selama lebaran yang naik 15 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2008.[dni]

240909 Aktivitas Overbrengen di Tanjung Priok Dihentikan

JAKARTA—Pengelola Terminal Peti Kemas (TPK) Koja dan Jakarta International Container Terminal (JICT) menghentikan aktivitas pemindahan lokasi penumpukan peti kemas (overbrengen), menyusul rendahnya tingkat isian lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (yor) paska lebaran.

Manajer Perencanaan Lapangan JICT Usman Saroni mengatakan pihaknya sudah tidak mengkhawatirkan ancaman stagnasi lagi, yang sebelumnya diperkirakan terjadi paska lebaran.

“Kami sebelumnya sudah optimistis tidak akan terjadi stagnasi karena upaya yang kami lakukan dalam menekan tingkat yor pada saat sebelum lebaran. Strategi tersebut diantaranya adalah melakukan overbrengen. Saat ini overbrengen untuk sementara waktu dihentikan,” ujarnya di Jakarta , Rabu (23/9).

Dikatakannya,  yor di lapangan penumpukan peti kemas impor JICT paska lebaran adalah hanya 50 persen. Selain overbrengen, JICT juga mengaplikasikan sistem informasi N-Gen dalam mendata peti kemas sehingga memperlancar arus serta pergerakan di lapangan penumpukan.

Selain itu, tuturnya, JICT juga menambah jumlah tumpukan peti kemas di setiap deretan (tier) menjadi 26 peti kemasi per tier dibandingkan dengan sebelumnya hanya 21 peti kemas per tier.

“N-Gen mulai secara penuh kami aplikasikan pada 21 September 2009.  Sistem tersebut membuat  cara pendataan   semuanya sekarang komputerisasi, tidak lagi secara manual,” jelasnya.

Diungkapkannya,  JICT akan terus memantau perkembangan setiap harinya, sehingga apabila diperlukan pihaknya akan kembali melakukan overbrengen.

General Manager TPK Koja Sebulon Butarbutar menuturkan tingkat yor di lapangan penumpukan peti kemas TPK Koja saat ini sebesar 59,5 persen, sehingga pihaknya tidak melakukan overbrengen.

“Pemindahan lokasi penumpukan penumpukan dilakukan apabila nantinya yor mencapai 85 persen. Sampai hari ini tidak ada masalah yor import hanya 59,5 persen dan yor ekspor 5 persen,” katanya.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II R..J. Lino memastikan kondisi Pelabuhan Tanjung Priok aman dari stagnasi paska lebaran, diantaranya karena strategi overbrengen yang dilakukan.

“Tidak ada stagnasi, kami sudah siap. Semua peti kemas sudah dikurangi menjelang lebaran. Tidak ada ancaman,” jelasnya.[dni]

230909 Operator Raup Keuntungan di Hari Lebaran

JAKARTA—Operator telekomunikasi berhasil meraup keuntungan selama libur lebaran melalui jasa suara, pesan singkat (SMS), dan akses data.

Demikian rangkuman keterangan yang diperoleh melalui Manager Komunikasi Telkomsel Suryo Hadiyanto, Group Head Corporate Communication Indosat Adita Irawati, Manager Komunikasi XL Febriati Nadira, dan Manager Komunikasi Mobile-8 Yolanda Nainggolan ketika dihubungi secara terpisah, Selasa (22/9).

”Jasa SMS masih menjadi primadona pada lebaran kali ini. Tercatat, 78 juta pelanggan Telkomsel mengirimkan 593 juta SMS pada H-1 dan 594 juta SMS pada hari H. Angka itu naik 65 persen dibanding pengiriman SMS di hari biasa yang mencapai 360 juta SMS,” ungkap Suryo.

Sedangkan untuk komunikasi suara, lanjutnya, saat hari H lebaran mencapai 953 juta erlang  atau meningkat 100 juta erlang dibandingkan trafik di hari normal.

Adita mengungkapkan, jasa  SMS Indosat yang memiliki 33 juta pelanggan menjelang hari lebaran  atau 19 September 2009  meningkat menjadi sekitar 360,7 Juta  SMS  atau naik 39,5 persen  dibandingkan trafik SMS pada hari biasa di pertengahan Agustus.

Kenaikan tertinggi terjadi di daerah Jawa Barat (73,15%), Jawa Tengah  (57,35%) dan  Jawa Timur (48,50%).

Sedangkan trafik suara pada   H-1 mengalami penurunan menjadi sekitar 3,05 juta Erlang atau sama dengan   183.309.147,60  menit okupansi jaringan,   atau turun sekitar 81.67 persen  dibandingkan dengan trafik  suara  pada hari biasa.

Terakhir, trafik akses  data   pada   H-1   meningkat menjadi sekitar 17,5 Terabyte atau naik 6,7 persen dibandingkan trafik data pada hari biasa di pertengahan Agustus.

Keberhasilan akses data pelanggan Indosat lebih dari 99 persen yang berarti tidak ada permasalahan yang signifikan dalam koneksi data di jaringan Indosat. Kenaikan tertinggi terjadi di daerah Sumatra Selatan (32,4%), Sumatra Utara (22,3%), dan Jatim (18,3%).

Sementara XL  mengalami kenaikan pengiriman SMS dari 24 juta pelanggannya mulai H-2 lebaran dengan 210 juta SMS atau naik 250 persen ketimbang periode sama tahun lalu sebesar  60 juta SMS.

Berikutnya pada H-1  terjadi pengiriman 270 juta SMS atau naik 170 persen ketimbang periode sama tahun lalu sebesar 100 juta SMS, dan  pada hari H terkirim 240 juta SMS atau naik 140 persen ketimbang periode sama tahun lalu sebesar 100 juta SMS.

”Kami mengalami trafik percakapan tertinggi pada hari H (20/9) dengan 925 juta panggilan atau naik 6 persen ketimbang periode sama tahun lalu dengan 870 juta panggilan,” kata Ira.

Berkaitan dengan akses data, Ira mengungkapkan, peningkatan tertinggi terjadi pada H-2 yang mencapai 2,7 terabytes atau naik 315 persen ketimbang periode sama pada tahun lalu sebesar 0,6 terabytes.

Sama dengan tiga operator besar, Mobile-8  yang memiliki 3,3 juta pelanggan juga mengalami lonjakan penggunaan SMS. Tercatat, pada hari H-1 terkirim 3,664 juta SMS atau naik 21,25 persen dibandingkan hari biasa. Sedangkan pada hari H, mencapai 3,459 juta SMS atau naik 16,8 persen dibandingkan hari biasa yang mencapai 2,885 juta SMS.

Panggilan suara juga mengalami kenaikan pada H-1 mencapai 7,513 juta panggilan atau naik 6 persen dibandingkan hari biasa yang mencapai  7.037 juta panggilan.

”Kenaikan yang tinggi justru terjadi pada akses data melalui teknologi CDMA 1x  dimana terjadi 522 ribu percobaan atau naik 13 persen dibandingkan hari biasa yang mencapai 435 ribu percobaan,” ungkap Yolanda.

Jika dihitung pendapatan dari hanya jasa SMS dengan melihat dari trafik tertinggi, pada satu hari masing-masing operator dengan menggunakan asumsi biaya pengiriman SMS sebesar 150 rupiah, maka Telkomsel diperkirakan dalam s mendapatkan dana segar sebesar 89,1  miliar  rupiah, Indosat (54 miliar rupiah), XL (40,5 miliar rupiah), dan Mobile-8 ( 549,6 juta  rupiah).

Memperkirakan pendapatan dari SMS lebih mudah karena tidak ada biaya interkoneksi yang harus dibagi dua dengan operator lainnya layaknya di jasa suara. Begitu juga untuk akses data, pola langganan dengan unlimited membuat perkiraan perhitungan sulit dilakukan.[dni]