011009 XL Tidak Tertarik Bermain di IPTV

JAKARTA—PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) menegaskan tidak tertarik untuk bermain di jasa  Internet Protocol TV (IPTV) meskipun pemerintah sudah mengeluarkan regulasi terkait layanan tersebut pada 19 Agustus lalu.

IPTV adalah teknologi yang menyediakan layanan konvergen dalam bentuk siaran radio dan televisi, video, audio, teks, grafik, dan data yang disalurkan ke pelanggan melalui jaringan protokol internet yang dijamin kualitas layanannya, keamanannya, kehandalannya, sehingga mampu memberikan layanan komunikasi dengan pelanggan secara dua arah atau interaktif dan real time dengan menggunakan televisi standar.

“Kami tidak tertarik untuk bermain di IPTV. Perseroan masih fokus di jasa suara dan SMS,” tegas Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi kepada Koran Jakarta, Rabu (30/9).

Diungkapkannya, perseroan saat ini justru sedang menunggu nasib dari proposal lisensi Sambungan Langsung Internasional (SLI) yang sudah dimasukkan ke regulator. “Jika SLI, XL memang butuh. Nantinya itu akan digunakan bagi pelanggan XL yang berjumlah 24 juta nomor,” jelasnya.

Diungkapkannya, untuk persiapan mendapatkan lisensi SLI perseroan  sedang mengaji untuk membuat Sentra Gerbang Internasioanl (SGI) di Bali, Jakarta, atau Sulawesi. “Kalau bisa posisinya sama dengan backbone serat optik yang dimiliki perusahaan di Lombok, Kalimantan, atau Sulawesi,” katanya.

Dikatakannya, untuk backbone dimana XL belum memilikinya, rencananya akan menyewa dari penyedia yang sudah ada. “Kemungkinan kita akan sewa rute Surabaya-Hongkong milik Fangbian Iskan Corporindo, minimal 4 core,” jelasnya.

Sedangkan untuk membangun SGI itu tidak mengeluarkan biaya berat karena Mobile Switching Center (MSC) sebanyak 120 buah tinggal diganti gateway-nya.

“Nanti kita tinggal pilih MSC mana yang pantas dijadikan SGI. Harga satu gateway itu biasanya 1,5 juta dollar AS,” katanya.

Ketika ditanya tentang masuknya nama XL sebagai salah satu pihak yang memasukkan pendapat dalam regulasi IPTV, Hasnul mengatakan, hal itu sebatas karena perseroan memiliki pengetahuan tentang jasa tersebut. “Tidak lebih dari itu. Bahkan terpikir membentuk konsorsium pun tidak,” katanya.
Dalam regulasi, operator yang ingin menyelenggarakan jasa IPTV diwajibkan membentuk konsorsium yang terdiri atas penyedia jaringan, penyiaran, dan konten.
Saat ini baru  konsorsium yang dibentuk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang menjalankan uji coba di lima kota yakni   Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Denpasar.

Telkom sendiri menggandeng Indonusa sebagai penyelenggara penyiaran yang terkenal dengan merek dagang Telkomvision.
Telkom mengharapkan  IPTV mampu meningkatkan pendapatan dari telepon kabelnya yang cenderung menurun. Jasa tersebut diyakini akan membuat 8,7 juta pelanggan telepon kabel memiliki layanan yang lebih bervariasi seperti IPTV dan akses internet.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s