290909 BRTI Desak Telkomsel Selesaikan Kasus Pemotongan Bandwidth

JAKARTA—Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mendesak   Telkomsel untuk menyelesaikan persoalan pemotongan  bandwidth jasa Telkomsel Flash kepada pelanggannya.

“Telkomsel tidak bisa semena-mena memotong kuota bandwitdh tanpa ada pemberitahuan. Itu sama saja memperdaya konsumen,” tegas  anggota BRTI Heru Sutadi, di Jakarta, belum lama ini.

Heru menegaskan, konsumen dilindungi oleh UU Telekomunikasi dan UU Perlindungan Konsumen apabila operator ternyata tidak memberikan paket dan layanan sesuai dengan perjanjian awal sampai dengan masa kontrak habis atau apabila promosi sampai programnya selesai.

Ketua Komite Nasional Telekomunikasi Indonesia Srijanto Tjokrosudarmo mengingatkan,  nilai satu pelanggan sangat mahal bagi operator apa pun.

“Seharusnya Telkomsel lebih bijak dalam memberikan pelayanan komunikasi data tersebut. Kalau kuota bandwidth sudah ada kesepakatan dengan pelangggan itu tetap harus dipegang tetapi sebaliknya jika pelanggan tidak mengerti atau tidak paham tentang bandwidth yang dipotong tetapi dilakukan juga maka hal ini sudah tidak benar lagi,” tegasnya.

Srijanto menyoroti lambannya reaksi regulator membereskan kasus Telkomsel jika dibandingkan yang dialami IM2 belum lama ini. “IM2 hanya menurun kualitas layanannnya karena kesulitan frekuensi, regulator sudah super heboh. Kenapa dengan Telkomsel, regulator terkesan adem ayem,” katanya.

Sebelumnya, Telkomsel per 1 September 2009 memberlakukan kebijakan baru berupa penurunan kuota bandwidth Telkomsel Flash secara sepihak.

Kebijakan baru ini membuat kuota Paket Basic turun menjadi 500 MB dengan kecepatan maksimum 256 kbps, Paket Advance turun menjadi 1 GB dengan kecepatan maksimum 512 kbps, serta Paket Pro tetap 2 GB dengan kecepatan maksimum 3,6 Mbps. Sebelumnya, kuota yang diberikan untuk ketiga paket tersebut sama-sama 2 GB.
Bila penggunaan melebihi kuota, pelanggan memang tetap tidak dikenakan biaya tambahan, hanya saja, secara otomatis kecepatan maksimum akan berubah. Paket Pro menjadi 128 Kbps dan Paket Basic, serta Advance menjadi 64 Kbps.

Menanggapi hal tersebut, Dirut Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan pihaknya melakukan pemangkasan dalam konteks gimmicks marketing dengan tetap memperhatikan hubungan antara kualitas dan harga secara keseluruhan.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s