230909 Operator Raup Keuntungan di Hari Lebaran

JAKARTA—Operator telekomunikasi berhasil meraup keuntungan selama libur lebaran melalui jasa suara, pesan singkat (SMS), dan akses data.

Demikian rangkuman keterangan yang diperoleh melalui Manager Komunikasi Telkomsel Suryo Hadiyanto, Group Head Corporate Communication Indosat Adita Irawati, Manager Komunikasi XL Febriati Nadira, dan Manager Komunikasi Mobile-8 Yolanda Nainggolan ketika dihubungi secara terpisah, Selasa (22/9).

”Jasa SMS masih menjadi primadona pada lebaran kali ini. Tercatat, 78 juta pelanggan Telkomsel mengirimkan 593 juta SMS pada H-1 dan 594 juta SMS pada hari H. Angka itu naik 65 persen dibanding pengiriman SMS di hari biasa yang mencapai 360 juta SMS,” ungkap Suryo.

Sedangkan untuk komunikasi suara, lanjutnya, saat hari H lebaran mencapai 953 juta erlang  atau meningkat 100 juta erlang dibandingkan trafik di hari normal.

Adita mengungkapkan, jasa  SMS Indosat yang memiliki 33 juta pelanggan menjelang hari lebaran  atau 19 September 2009  meningkat menjadi sekitar 360,7 Juta  SMS  atau naik 39,5 persen  dibandingkan trafik SMS pada hari biasa di pertengahan Agustus.

Kenaikan tertinggi terjadi di daerah Jawa Barat (73,15%), Jawa Tengah  (57,35%) dan  Jawa Timur (48,50%).

Sedangkan trafik suara pada   H-1 mengalami penurunan menjadi sekitar 3,05 juta Erlang atau sama dengan   183.309.147,60  menit okupansi jaringan,   atau turun sekitar 81.67 persen  dibandingkan dengan trafik  suara  pada hari biasa.

Terakhir, trafik akses  data   pada   H-1   meningkat menjadi sekitar 17,5 Terabyte atau naik 6,7 persen dibandingkan trafik data pada hari biasa di pertengahan Agustus.

Keberhasilan akses data pelanggan Indosat lebih dari 99 persen yang berarti tidak ada permasalahan yang signifikan dalam koneksi data di jaringan Indosat. Kenaikan tertinggi terjadi di daerah Sumatra Selatan (32,4%), Sumatra Utara (22,3%), dan Jatim (18,3%).

Sementara XL  mengalami kenaikan pengiriman SMS dari 24 juta pelanggannya mulai H-2 lebaran dengan 210 juta SMS atau naik 250 persen ketimbang periode sama tahun lalu sebesar  60 juta SMS.

Berikutnya pada H-1  terjadi pengiriman 270 juta SMS atau naik 170 persen ketimbang periode sama tahun lalu sebesar 100 juta SMS, dan  pada hari H terkirim 240 juta SMS atau naik 140 persen ketimbang periode sama tahun lalu sebesar 100 juta SMS.

”Kami mengalami trafik percakapan tertinggi pada hari H (20/9) dengan 925 juta panggilan atau naik 6 persen ketimbang periode sama tahun lalu dengan 870 juta panggilan,” kata Ira.

Berkaitan dengan akses data, Ira mengungkapkan, peningkatan tertinggi terjadi pada H-2 yang mencapai 2,7 terabytes atau naik 315 persen ketimbang periode sama pada tahun lalu sebesar 0,6 terabytes.

Sama dengan tiga operator besar, Mobile-8  yang memiliki 3,3 juta pelanggan juga mengalami lonjakan penggunaan SMS. Tercatat, pada hari H-1 terkirim 3,664 juta SMS atau naik 21,25 persen dibandingkan hari biasa. Sedangkan pada hari H, mencapai 3,459 juta SMS atau naik 16,8 persen dibandingkan hari biasa yang mencapai 2,885 juta SMS.

Panggilan suara juga mengalami kenaikan pada H-1 mencapai 7,513 juta panggilan atau naik 6 persen dibandingkan hari biasa yang mencapai  7.037 juta panggilan.

”Kenaikan yang tinggi justru terjadi pada akses data melalui teknologi CDMA 1x  dimana terjadi 522 ribu percobaan atau naik 13 persen dibandingkan hari biasa yang mencapai 435 ribu percobaan,” ungkap Yolanda.

Jika dihitung pendapatan dari hanya jasa SMS dengan melihat dari trafik tertinggi, pada satu hari masing-masing operator dengan menggunakan asumsi biaya pengiriman SMS sebesar 150 rupiah, maka Telkomsel diperkirakan dalam s mendapatkan dana segar sebesar 89,1  miliar  rupiah, Indosat (54 miliar rupiah), XL (40,5 miliar rupiah), dan Mobile-8 ( 549,6 juta  rupiah).

Memperkirakan pendapatan dari SMS lebih mudah karena tidak ada biaya interkoneksi yang harus dibagi dua dengan operator lainnya layaknya di jasa suara. Begitu juga untuk akses data, pola langganan dengan unlimited membuat perkiraan perhitungan sulit dilakukan.[dni]